Selasa, 12 Maret 2013
kurikulum eko sma
Kurikulum ekonomi SMA
STANDAR KOMPETENSI DAN KOMPETENSI DASAR
MATA PELAJARAN : EKONOMI
KELAS : X, XI DAN XII
SMA BABADAN
A. Latar Belakang
Dalam rangka mewujudkan pendidikan yang bermutu sesuai dengan tuntutan masyarakat di era global serta perkembangan IPTEK yang telah emmbawa perubhan pada aspek kehidupan manusia termasuk aspek ekonomi, maka diperlukan sumber daya manusia yang berkualitas dalam arti sebagai insane berilmu pengetahuan, berketerampilan, berbudi pekerti luhur, berakhlak mulia, bertanggung jawab dan berupaya mencapai kesejahteraan diri serta memberikan sumbangan terhadap keharmonisan dan kemakmuran keluarga, masyarakat dan Negara.
Ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi dan / atau distribusi. Luasnya ilmu ekonomi dan dibatasi dan difokuskan kepada fenomena empiric ekonomi yang ada disekitar peserta didik sehingga peserta didik dapat merekam peristiwa ekonomi yang terjadi disekitar lingkungannya dan mengambil manfaat untuk kehidupannya yang lebih baik.
Pembahasan manajemen difokuskan pada fungsi manajemen badan usaha dalam kaitannya dengan perekonomian nasional. Pembahasan fungsi manajemen juga mencakup pengembangan badan usaha termasuk koperasi.
Akuntansi difokuskan pada perilaku akuntansi jasa dan dagang. Peserta didik dituntut memahami transaksi keuangan perusahaan jasa dan dagang serta mencatatnya dalam suatu sistem akuntansi untuk disusun dalam laporan keuangan. Pemahaman pencatatan ini berguna untuk memahami manajemen keuangan perusahaan jasa dan dagang.
Mata pelajaran ekonomi diberikan pada tingkat pendidikan dasar sebagai bagian integral dari IPS. Pada tingkat pendidikan menengah, ekonomi diberikan sebagai mata pelajaran tersendiri.
B. Tujuan
Mata pelajaran ekonomi bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Memahami sejumlah konsep ekkonomi untuk mengkaitkan peristiwa dan masalah ekonomi dengan kehidupan sehari-hari, terutama yang terjadi dilingkungan individu, rumah tangga, masyarakat dan Negara.
2. Menampilkan sikap ingin tahu terhadap sejumlah konsep ekonomi yang diperlukan untuk mendalami ilmu ekonomi.
3. Membentuk sikap bijak, rasional dan bertanggungjawab dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan ilmu ekonomi, manajemen dan akuntansi yang bermanfaat bagi diri sendiri, rumah tangga, masyarakat dan Negara.
4. Membuat keputusan yang bertanggungjawab mengenai nilai-nilai social ekonomi dalam masyarakat yang majemuk, baik dalam skala nasional maupun internasional.
C. Ruang Lingkup
Mata pelajaran Ekonomi mencakup perilaku ekonomi dan kesejahteraan yang berkaitan dengan masalah ekonomi yang terjadi di lingkungan kehidupan terdekat hingga lingkungan terjauh, meliputi aspek-aspek sebagai berikut:
1. Perekonomian
2. ketergantungan
3. spesialisasi dan pembagian kerja
4. perkoperasian
5. kewirausahaan
6. akuntansi dan manajemen
D. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Kelas X, Semester 1
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi. Mengidentifikasi kebutuhan manusia
Mendeskripsikan berbagai sumber ekonoi yang langka dan kebutuhan manusia yang tidak terbatas
Mengidentifikasi masalah pokok ekonoi, yaitu tentang apa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi
Mengidentifikasi hilangnya kesempatan pada enaga kerja bila melakukan produksi di bidang lain
Mengidentifikasi sistem ekonomi untuk memecahkan masalah ekonomi.
2. Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan kegiatan ekonomi konsumen dan produsen Mendeskripsikan pola perilaku konsumen dan produsen dalam kegiatan ekonomi
Mendeskripsikan Circulair Flow Diagram
Mendeskripsikan peran konsumen dan produsen
3. Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan dan pasar Mengidentifikasi factor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran
Menjelaskan hukum permintaan dan hukum penawaran serta asumsi yang mendasarinya
Mendeskripsikan pengetian harga dan jumlah keseimbangan
Mendeskripsikan berbagai bentuk pasar barang
Mendeskripsikan pasar input
Kelas X, Semester 2
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
4. Memahami kebijakan pemerintah dalam bidang ekonomi. Mendeskripsikan eprbedaan antara ekonomi mikro dan ekonomi makro
Mendeskripsikan masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi
5. memahami produk Domestik Bruto (PDB), Produk Domestik Regional Burto (PDRB) Pendapatan Nasional Bruto (PNB) Pendapatan Nasional (PN) Mnejelaskan konsep PDB, PDRB, PNB, PN
Menjelaskan manfaat perhitungan pendapatan nasional
Membandingkan PDB dan pendapatan perkapita Indoensia dengan Negara lain
Mendeskripsikan indeks harga dan inflasi
6. Memahami konsumsi dan investasi Mendeskripsikan fungsi konsumsi dan fungsi tabungan
Mendeskripsikan kurva permintaan intestasi
7. Memahami uang dan perbankan Menjelaskan konsep permintaan dan penawaran uang
Membedakan peran bank umum dan bank sentral
Mendeskripsikan kebijakan pemerintah di bidang moneter
Kelas XI, Semester 1
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi. Menklasifikasikan ketenagaan
Mendeskripsikan tujuan pembangunan
Mendeskripsikan proses pertumbuhan ekonomi
Mendeskripsikan pengangguran beserta dampaknya terhadap perkembangan nasional
2. Memahami APBN dan APBD Menjelaskan pengertian, fungsi, tujuan APBN dan APBD
Mengidentifikasi sumber-sumber penerimaan pemerintah pusat dan pemerintah daerah
Mendeskripsikan kebijakan pemeirntah di bidang fiscal
Mengidentifikasi jenis-jenis pengeluaran pemerintah puat dan pemeirntah daerah
3. mengenal pasar modal Mengenal jenis produk dalam bursa efek
Mendeskripsikan mekanisme kerja bursa efek
4. Memahami perekonomian terbuka Mengidentifikasi manfaat, keuntungan dan factor-faktor pendorong perdagangan internasional
Mengidentifikasi kurs tukar valuta asing, dan neraca pembayaran
Menjelaskan konsep tariff, kuota, larangan ekspor, larangan impor, subsdiri, premi diskriminasi harga dan dumping
Menjelaskan pengertian devisa, fungsi sumber-sumber devisa dan tujuan penggunaannya
Kelas XI, Semester 2
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
5. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa. Mendeskripsikan akuntansi sebagai sistem informasi
Menafsirkan persamaan akuntansi
Mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debit dan kredit
Mencatat transaksi/dokumen ke dalam jurnal umum
Melakukan posting dari jurnal ke buku besar
Membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan jasa
Menyusun laporan keuangan perusahaan jasa
Kelas XII, Semester 1
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
1. Memahami permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi. Mencatat transaksi/cokumen ke dalam jurnal khusus
Melakukan posting dari jurnal khusus ke buku besar
Menghitung harga pokok penjualan
Membuat ikhtisar siklusakuntansi perusahaand agang
Menyusun laporan keuangan perusahaan dagang
2. memahami penutupan siklus akuntansi perusahaan dagang membuat jurnal penutupan
melakukan posting jurnal penutupan ke buku besar
membuat neraca saldo setelah penutupan buku
Kelas XII, Semester 2
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
3. Memahami manajmen badan usaha dalam perekonomian nasional Menjelaskan unsur-unsur manajemen
Menjelaskan fungsi manajemen dalam pengeloalan badan usaha
Mendeskripsikan peran badan usaha dalam perekonomian Indonesia
4. memahami pengelolaan koperasi dan kewirausahaan mendeskripsikan cara pengembangan koperasi dan koperasi sekolah
menghitung pembagian sisa hasil usaha
mendeskripsikan perand an jiwa kewirausahaan
SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN
Nama sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Akuntansi
Kelas/Program : XI/Ilmu Sosial
Semester : 2
Standar Kompetensi : 5. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok Pengalaman Belajar Penilaian
Jenis Tagihan Bentuk Tagihan Contoh Tagihan Alokasi Waktu Sumber/Bahan dan Alat
5.1 Mendiskripsikan akuntansi sebagai sistem informasi. • Mendefinisikan pengertian dasar akuntansi • Definisi akuntansi • Mendeskripsikan akuntansi sbagai sistem informasi dengan mengkaji Tugas kelompok Penugasan Terangkan apa yang dimaksud dengan akuntansi 3 x 45 menit Buku akuntansi kelas XI yang relevan
• Merumuskan kualitas informais akuntansi • Kualitas informasi akuntansi • Mengidentifikasikan sifat, tujuan dan fungsi laporan keuangan dengan mengkaji sumber bahan dan SAK Kuis Jawaban singkat Sebutkan tujuan laboran keuangan 2 x 45 menit Buku akuntansi kelas XI dan sumber lain yang relevan
• Menjelaskan proses akuntansi dan kualitas informasi akuntansi • Proses kegiatan akuntansi • Mengkaji referensi dan mempresentasikan Tugas kelompok Diskusi kelompok Buatlah proses kegiatan akuntansi 2 x 45 menit Buku akuntansi kelas XI dan sumber lain yang relevan
• Mengidentifikasi kegunaan informasi akuntansi bagi masing-masing pemakai • Beberapa pemakai informasi akuntansi
• Karakteristik pemakai informasi akunansi
• Kegunaan informasi akuntansi
• Bidang-bidang akuntansi profesi akuntan
• Etika profesi akuntan • Mengidentifikasikan manfaat / kegunaan informasi akuntansi bagi pemiliknya dengan mengkaji sumber bahan
• Mengidentifikasi etika profesi akuntansi dengan mengkaji sumber bahan Kuis Jawaban singkat Jelaskan manfaat informasi akuntansi bagi kreditur 4 x 45 menit Buku akuntansi kelas XI dan sumber lain yang relevan
SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN
Nama sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Akuntansi
Kelas/Program : XI/Ilmu Sosial
Semester : 2
Standar Kompetensi : 5. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok Pengalaman Belajar Penilaian
Jenis Tagihan Bentuk Tagihan Contoh Tagihan Alokasi Waktu Sumber/Bahan dan Alat
5.2 Menafsirkan persamaan akuntansi • Menerapkan rumus persamaan akuntansi dan aturan debet/kredit • Persamaan akuntansi • Mengkaji referensi untuk menerapkan eprsamaan akuntansi Tugas kelompok dan mandiri Penugasan Buatlah persamaan dasar akunansinya dari soal berikut 8 x 45 menit LKS, buku akuntansi kelas XI dan sumber lain yang relevan
5.3 Mencatat transaksi berdasakran mekanisme debet dan kredit • Menafsirkan definisi perusahaan jasa
• Menganalisis bukti transaksi keunagan/bukti pencatatan • Analisis debet/kredit • Mengidentifikasi dokumen sumber dengan mengkaji sumber bahan Tugas kelompok dan mandiri Penugasan Carilah min 5 bukti transaksi keuangan dan buat analisisnya 8 x 45 menit LKS, buku akuntansi kelas XI dan sumber lain yang relevan
5.4 Mencatat transaksi/dokumen kedalam jurnal umum • Menjurnal transaksi keuangan • Jurnal umum • Mendiskusikan dokumen sumber dengan mengkaji sumber bahan Tugas kelompok dan mandiri Penugasan Dari tugas di LKS cacatlah ke dalam jurnal umum 8 x 45 menit LKS
5.5 Melakukan posting dari jurnal ke buku besar • Memindah bukukan (posting) dari jurnal ke buku besar • Posting • Mengkaji referensi untuk memindahbukukan (posting) jurnal ko buku besar Tugas kelompok dan individu Penugasan Dari jurnal umum berikut ini postinglah ke dalam buku besar 8 x 45 menit LKS
SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN
Nama sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Akuntansi
Kelas/Program : XI/Ilmu Sosial
Semester : 2
Standar Kompetensi : 5. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok Pengalaman Belajar Penilaian
Jenis Tagihan Bentuk Tagihan Contoh Tagihan Alokasi Waktu Sumber/Bahan dan Alat
5.6 Membuat siklus akuntansi perusahaan jasa • Menyusund aftar sisa/neraca sisa
• Menyusun jurnal penyesuaian
• Menyusun kertas kerja • Siklus akunansi perusahaan jasa
• Tahap pencatatan
• Tahap pengikhtisaran
• Tahap pelaporan • Menerapkan tahap pencatatan ransaksional perusahaan jasa dengan mengkaji sumber bahan
• Menerapkan tahap pengikhtisaran transaksi pada perusahaan jasa dengan mengkaji sumber bahan
• Menerapkan tahap pelaporan transaksi pada perusahaan jasa dengan mengkaji sumber van Tugas individu Penugasan Dari buku besar soal berikut ini susunlah daftar sisanya
Dari daftar saldo berikut dan data penyesuaian berikut ini buatlah jurnal penyesuaiannya
Dari data yang telah tersedia buatlah kertas kerjanya 8 x 45 menit LKS, buku akuntansi kelas XI dan sumber lain yang relevan
5.7 Menyusun laporan keuangan perusahaan jasa • Menyusun laporan • Laporan keuangan
• Laporan R/L
• Laporan perubahan ekuitas
• Neraca
• Laporan arus kas • Menerapkan tahap pelaporan transaksi pada perusahaan jasa dengan emngkaji sumber bahan
• Menyusun kliping tentang laporan keuangan dari Koran, majalah, internet dll. Tugas kelompok Penugasan Dari data yang ada di LKS susunlah laporan keuangannya
Carilah laporan keuangan dari media masa 8 x 45 menit LKS
Media Cetak dan Elektronik
SILABUS DAN SISTEM PENILAIAN
Nama sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Akuntansi
Kelas/Program : XI/Ilmu Sosial
Semester : 2
Standar Kompetensi : 5. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa
Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok Pengalaman Belajar Penilaian
Jenis Tagihan Bentuk Tagihan Contoh Tagihan Alokasi Waktu Sumber/Bahan dan Alat
• Praktek penyusunan laporan keuangan secara lengkap • Praktek penyusunan laporan secara lengkap (pencarian bukti transaksi, analisis transaksi, jurnal, posting ke buku besar, jurnal penyesuaian, kertas kerja, laporan keuangan Tugas individu Tugas individu Carilah min 10 bukti transaksi keuangan dan kerjakan ke dalam proses akuntansi yang sebenarnya 8 x 45 menit Lingkungan social dan buku akutansi kelas XI relevan
Kepala SMA …..
______________________ Malang, ……
Tim Guru Bidang Studi Ekonmi / Akuntansi
_________________
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KD: 5.1.A
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Ekonomi
Pokok Bahasan : Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Kelas/Semester : XI / 2
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI : 5. Memahami Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
B. KOMPETENSI DASAR : 5.1 Mendiskripsikan Akuntansi sebagai sistem informasi
C. INDIKATOR : 1. Mendifinisikan pengetian dasar akuntansi
2. Merumuskan kualitas informasi akuntansi
3. Menjelaskan proses kegiatan akuntansi
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran ini berakhir siswa mampu:
1. Mendefinisikan pengetian dasar akuntansi
2. merumuskan kualitas informasi akuntansi
3. Menjelaskan proses kegiatan akuntansi
E. MATERI PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
Akuntansi sebagai sistem informasi
1. Definisi Akutansi
Definisi Akutansi menurut para ahli dan lembaga yang berkompeten mengenai hal tersebut:
a. Akutansi pada dasarnya pada dasarnya merupakan suatu proses untuk menghasilkan suatu informasi keuangan, secara garis besar informasi yang ada digunakan untuk mengambil keputusan dan mengendalikan organisasi (akutansi keuangan PPA, Depdikbud)
b. Akutansi merupakan bahan kajian mengenai suatu sistem untuk menghasilkan informasi berkenaan dengan transaksi keuangan. Informasi tersebut dapat dipergunakanuntuk pengambilan keputusan dan tanggung jawab dibidang keuangan, baik oleh pelaku ekonomi swasta (Akutansi Perusahaan), pemerintah (Akutansi Pemerintah) ataupun organisasi masyarakat lainnya (Akutansi Publik) (Kurikulum Berbasis Kompetensi, 2003)
c. Suatu proses pengidentifikasian (pengkajian), pengukuran, dan pengkomunikasian informasi ekonomi untuk membentuk para pemakai informasi dalam membuat pendapat-pendapat dan keputusan-keputusan (terjemahan bebas difinisi akutansi A Statement of Basic Accounting Theory American Accounting Association)
d. Akutansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah menyediakan data akuntatif, terutama yang bersifat keuangan dari kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan ekonomis dalam peminihan alternative suatu keadaan (terjemahan bebas difinisi akuntansi dari American Institute of Certified Public Accountant)
2. Kualitas Informasi Akuntansi
a. Relevan
Informasi keuangan yang diberikan harus memenuhi atau sesuai dengan kebutuhan para penggunanya
b. Dapat dimengerti
Informasi harus dapat dimengerti oleh pemaiainya dan dinyatakan dalam bentuk dan dengan istilah yang disesuaikan dengan batas mengertian para pemakai.
c. Daya uji
Untuk meningkatkan manfaatnya, informasi harus dapat diuji kebenarannya oleh para pengukur yang independent dengan menggunakan metode pengukuran yang sama.
d. Netral
Informasi harus diaahkan apda kebutuhan umum pemakai dan tidak tergantung pada kebutuhan dan keingan pihak tertentu saja.
e. Tepat waktu
Informasi harus disampaikan secepat mungkin, untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan.
f. Daya Banding
Informasi dalam laporan keuangan akan lebih berguna bila dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya.
g. Lengkap
Informasi keuangan dapat memenuhi tujuan yang ingin diperoleh dalam informasi akuntansi tesebut
Pertemuan 2
3. Proses Akutansi
Proses akuntansi tediri atas aktivitas identifikasi (identifying) pencatatan (recording) penggolongan (classification), pengikhtisaran (summarizing) pelaporan (reporting) dan pengkomunikasian 9communicating) atas aktivitas ekonomis sebuah organisasi baik organisasi bisnis atau non bisnis untuk memberikan informasi keuangan kepda pihak penggunanya.
Proses pelaporan aliran informasi dapat digambarkan seperti dibawah ini:
F. PENDEKATAN, METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
- Metode Pembelajaran : Kooperatif
- Model Pembelajaran Pertemuan 1 : Student Facilitator And Explaning
Pertemuan 2 : Mind Mapping
G. MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN
Media : 1. Lembar Kerja Siswa (LKS) KD: 5.1A
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akutansi SMA untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga
- Alam, S. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta. Esis.
- Habibi, M. & Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA Kelas XI. Bandung Regina.
- Sukwiati, J. & Sudirman S. 2007. Ekonomi SMA Kelas XI. Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akutansi dan Sumber lain yang relevan
H. SKENARIO PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
No Kegiatan Gutu Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1
2. Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan memberiakan pertanyaan apersepsi sesuai dengan materi yang akan dibahas.
a. Apakah yang dimaksud dengan akuntansi
b. Siapa sajakah yang membutuhkan informasi akuntansi?
Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
Diharapkan siswa diantaranya menjawab:
a. Akuntansi adalah suatu prose pengidentifikasian (pengkajian), pengukuran dan pengkomunikasian informasi ekonomi yang berguna dalam pengambilan keputusan.
b. Investor, pegawai, kreditur, pelanggan, pemerintah dll.
10 menit
1.
2.
3.
4. Kegiatan Inti
Guru mendemonstrasikan/ menyajikan materi
Guru memberikan kesempatan kepada siswa/peserta untuk mejelaskan kepada peserta lainnya melalui bagan/peta konsep
Guru menyimpulkan ide/pendapat dari siswa
Guru memberikan kuis untuk mengetahui pemahaman siswa.
Siswa mencermati demonstrasi yang disajikan guru
Siswa memberikan penjelasan kepada temannya melalui bagan /peta
Siswa memeprhatikan kesimpulan guru
Siswa mengerjakan kuis yang diberikan oleh guru
15 menit
40 menit
15 menit
1.
2. Kegiatan Penutup
Bersama siswa secara klasikal membuat kesipulan tentang materi yang telah dipelajari bersama (proses akuntansi dan kegunaan informasi akuntansi)
Guru memberikan tugs individu kepada siswa untuk mengerjakan soal di buku dan dikumpulkan pada pertemuan berikutnya
Bersama guru siswa membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari
Siswa menerima tugas yang diberikan guru
10 menit
I. PENILAIAN
1. Teknik : Tulis
2. Bentuk Instrumen : Essay dan Obyektif test
3. Soal/terlampir
4. Kunci Jawaban/terlampir
5. Pensekoran jawaban/terlampir
6. Rubrik Penilaian/terlampir
Catatan : Ketuntasan KD ini sama dengan 100
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh skor minimal > 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan sebelumnya
Siswa yang telah tuntas diberi pengayaan pada pertemuan beirkutnya
Mengetahui
Kepala ……Guru Mata Pelajaran
___________________ NIP.
NIP. Ponorogo
_________________
2) Dapat diuji
Pengukuran tidak dapat sepenuhnya lepas dari pertimbangan dan pendapat yang subjektif. Hal ini berhubungan dengan keterlibatan manusia dalam proses pengukuran dan penyajian informasi, sehingga proses pengukuran itu tidak lagi berlandasan realitas objektif semata. Dengan demiian untuk meningkatkan manfaatnya informasi keuangan harus dapat diuji kebenarannya oleh para pengukur yang independent dengan menggunakan metode pengukuran yang sama.
3) Dapat dimengerti
Informasi yang disajikan harus dapat dimengerti oleh pemakainya dan dinyatakan dalam bentuk yang disesuikan dengan pengertian para pemakai. Dalam hal ini pihak pemakai informasi juga dihaapkan adanya pengertian atau pengetahuan mengnai aktivitasekonomi perusahaan, proses akuntansi kueangan serta istilah-istilah teknis yang digunakan dalam laporan keuangan.
4) Netral
Artinya laporan keuangan atau informasi keuangan itu diarahkan pada kepentingan umum dan tidak bergantung kepada kebutuhan pihak tertentu
5) Tepat Waktu
Informasi hendaknya dibeirkan sedini mungkin agar dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi.
6) Daya banding
Informasi dalam laporan keuangan akan lebih berguna bila dapat dibandingkan dengan laporan keuangan sbelumnya dari peusahaan yang sama maupun dengan laporan keuangan perusahaan sejenis pada periode yang sama.
7) Lengkap
Informasi keuangan lengikap bila memenuhi enam tujuan kualitatif di atas dan dapat memenuhi standar pengungkapan laporan keuangan. Standar itu menghendaki pengungkapan sleuruh fakta keuangan yang penting dan penyajian fakta secara jelas agar tidak menyesatkan pemakainya.
SOAL UNTUK DISKUSI
1. Bagaimana pengaruh standar akuntansi keuangan 9SAK) terhadap kemajuan suatu perusahaan!. Dapatkah SAK ini mengurangi tingkat korupsi di Negara kita?
2. Apakah tujuan umum dari laporan keuangan di atas dapat tercapai! Sudahkah hal tersebut dirasajkan oleh pihak-pihak yang terkait?
3. Menurut kalian, apakah laporan keuangan yang selama ini dibuat oleh perusahaan sudah mencerminkan kondisi riil dari perusahan tersebut! Jelaskan?
4. Dari berbagai tujuan kualitatif informasi keuangan di atas, criteria manakah yang paling sulit ditemui dalam laporan keuangan suatu perusahaan?
EVALUASI
SOAL TYPE A
KD 5.1. Mendiskripsikan Akuntansi sebagai sistem Informasi
Kelas: XI IPS
PETUNJUK
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!
1. Seorang ahli maematika yang menulis buku dengan sub judul Tractatus di Computies Et Setioris adalah ….
a. Adam Smit d. David Ricardo
b. Lucas Pacioli e. Irving Fisher
c. J.B. Say
2. Suatu cabang akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan secara berkala dan keseluruhan adalah ….
a. akuntansi manajemen d. akutansi pemerintah
b. akuntansi biaya e. akutansi keuangan
c. akunansi pemeriksaan
3. Ketentuan yang mengatur tentang kewajiban peusahaan di Indonesia untuk menyelenggarakan pembukuan adalah ….
a. KUHD Pasal 5 d. KUHD pasal 7 ayat 1
b. KUHD pasal 6 e. KUHD pasal 8
c. KUHD pasal 7
4. Akuntansi sering disebut sebagai bahasa dunia usaha karena ….
a. Istilah yang dipakai bernada bisnis
b. Menyangkut masalah keuangan
c. Hanya dipakai di dalam perusahaan
d. Dipakai hanya oleh pengusaha
e. Sebagai alat informasi perusahaan
5. Bila menggunakan kode decimal kelompok, kode akun piutang usaha (1.1.3) Dari nomor tersebut angka 1 yang kedua mempunyai arti ….
a. Harta d. penyertaan
b. harta lancar e. piutang usaha
c. harta tetap
6. Kegunaan informasi akuntansi bagi calon investor adalah ….
a. untuk mengetahui jumlah utang perusahaan
b. untuk mengetahui perkembangan perusahaan
c. sebagai pertimbangan dalam pemilikan saham
d. sebagai pertimbangan dalam perhitungan pajak
e. sebagai pertimbangan menetapkan rencana perusahaan
7. Konsep dasar akutansi yang menyaakan bahwa keuangan perusahaan harus terpisah dari keuangan pemilik, merupakan konsep ….
a. Kesinambungan d. laporan keuangan
b. harga perolehan e. kesatuan usaha
c. pengukuran dengan uang
8. Dalam akutansi akrual, aktiva, kewajiban, ekuitas, penghasilan dan beban diakui pada saat ….
a. kas diterima d. kejadian
b. setelah kas diterima e. kas dibayar
c. kas dibayar
9. Perusahaan membeli sebuah kendaraan roda empat Rp 45.000.000,00 dengan bea balik nama Rp 4.000.000,00 sehingga perusahaan mencatat harga Rp 44.000.000,00.
Konsep yang digunakan adalah ….
a. Kesinambungan d. laporan keuangan
b. harga perolehan e. kesatuan usaha
c. pengukuran dengan uang
10. Barang-barang yang digunakan untuk kegiatan usaha dan diperkirakan habis dipakai dalam setahun adalah ….
a. persediaan barang d. mesin-mesin
b. peralatan e. computer dan mesin ketik
c. perlengkapan
B. Terjemahkan Istilah Akutansi berikut ke dalam bahasa Indonesia!
1. Auditing Accounting
2. Cost Accouting
3. benefit and Cost
4. Management Accounting
5. Tax Accounting
6. Public Accountant
7. Accrual Basic
8. Matching Concept
9. Current Asset
10. Account Payable
C. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan baik dan benar!
1. Sebutkan danjelaskan kegunaan informasi akunansi bagi pihak intern?
2. Mengapa penyelanggaraan akunansi diwajibkan! Beirkan contoh kasusnya?
3. Apa yang kamu ketahui tentang kode akun! Jelaskan macam-macamnya?
4. Apakah yang dimaksud dengan asas kesatuan usaha! Berikan contohnya!
5. Sebutkan minimal 3 fungsi laporan keuangan!
6. Sebutkan unsur-unsur yang terapat dalam neraca!
KUNCI JAWABAN SOAL TPE A
SOAL A
1. B
2. E
3. B
4. E
5. B
6. C
7. E
8. D
9. B
10. C
SOAL B
1. Akuntansi Pemeriksaan/Audit
2. Akutansi Biaya
3. Manfaat dan Biaya
4. Akutansi Manajemen
5. Akutansi Perpajakan
6. Akutansi Pbulik
7. Asas Dasar Waktu
8. Asas Mempertemukan
9. Aktiva lancar
10. Utang Dagang/Usaha
SOAL TYPE B
KD. 5.1. Mendeskripsikan akuntansi sebagai sistem informasi
Kelas: XI IPS
SOAL A
Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar!
1. Pemakai akuntansi berikut ini yang termasuk pihak intern adalah ….
a. Karyawan d. investor
b. pemilik perusahaan e. manajer
c. kreditur
2. Yang dimaksud dengan sistem berpasangan dalam akuntansi adalah ….
a. Setiap transaksi dicatat dua kali
b. pencatatan dengan menggunakan tembusan
c. pencatatan dengan menggunakan bentuk scontro
d. pencatatan dengan menggunakan dua buku
e. pencatatan transaksi ke dalam dua aspek, yaitu debet dan kredit.
3. Kegunaan informasi akuntansi bagi calon kreditur adalah ….
a. untuk mengetahui besarnya keuntungan perusahaan
b. sebagai pertimbangan dalam menentukan modal
c. untuk mengetahui pembagian laba rugi para pemegang saham
d. untuk mengetahui bearnya modal perusahaan
e. sebagai pertimbangan dalam memberikan fasilitasi kredit
4. Perhatikan pernyataan berikut ini dengan baik!
1) Mudah disesuaikan 4) Dapat diuji
2) Dapat dimengerti 5) Netral
3) Relevan 6) Kosisten
Yang termasuk criteria dari kualitas informasi keuangan adalah ….
a. 1,2 ,3 d. 2, 4, 6
b. 1, 3, 5 e. 2, 3, 5
c. 2, 3, 4
5. Lapoan yang menggambarkan tentang posisi keuangan pada suatu periode berupa harta, utang dan modal pemilik disebut ….
a. laporan laba rugi d. laporan arus kas
b. laporan peurbahan modal e. laporan perubahan posisi keuangan
c. laoran neraca
6. Dapat mempermudah proses pencatatan, pengelompokan, pencarian dan penyimpanan sesuatu akun merupakan ….
a. pengertian kode akun d. laporan arus kas
b. sifat akun e. laporan peubahan posisi keuangan
c. prinsip akun
7. Laporan yang menggambarkan tentang posisi keuangan pada suatu periode beupa harta, utang dan modal pemilik disebut….
a. 10 tahun d. 25 tahun
b. 15 tahun e. 30 tahun
c. 20 tahun
8. Proses pengaitan beban dengan pendapatan yang melibatkan pengakuan penghasilan dan bebas secara bersamaan yang dihasilkan secara langsung dan bersama-sama dari transaksi lain yang sama disebut ….
a. matching concept d. expense with revenue
b. revenue concept e. cost of good concept
c. expense concept
9. Berikut ini adalah komponen harga perolehan, kecuali ….
a. harga pembelian d. beban penjualan
b. harga pengangkutan e. pajak pembayaran.
c. beban pemasangan aktiva
10. Seorang ahli matematika yang menulis buku dengan sub judul Tractatus dengan Computies et Seritoris adalah ….
a. Irving Fisher d. Adam Smith
b. David Ricardo e. J.B. Say
c. Lucas Pacioli
SOAL B
Terjemahkan istilah akuntansi berikut ke dalam bhasa Indonesia
11. Financial Accounting
12. Low Manager
13. Accounting Information System
14. Double Entry System
15. Going Concern Concept
16. Management Accountant
17. Business Entry Concept
18. Long Team Debt
19. Fized Asset
20. Revenue
SOAL C
Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!
1. Sebutkan dan jelaskan kegunaan informasi akuntansi bagi pihak ekstern?
2. Apa yang kamu ketahui tentang asas accrual basic? Jelaskan!
3. Apakah yang dimaksud dengan kelangsungan usaha?
4. Apakah perbedaan antaa perlengkapan dengan peralatan? Berikan contohnya!
5. Jelaskan pengertian kode akun! Sebutkan kegunaannya?
6. Sebutkan unsur-unsur yang terdapat dalam Laporan Rugi Laba!
KUNCI JAWABAN SOAL TYPE B
SOAL A
1. E
2. E
3. E
4. C/E
5. C
6. E
7. A
8. A
9. D
10. C
SOAL B
1. Akuntansi keuangan
2. Manajemen Tingkat Bawah
3. Sistem Informasi Akuntansi
4. Sistem Pembukuan Ganda/Berpasangan
5. Konsep kelangsungan / Kontinuitas Usaha
6. Akuntan Manajemen
7. Konsep Kesatuan Usaha
8. Utang/kewajiban jangka panjang
9. aktiva panjang
10. penerimaan
PENILAIAN KOGNITIF
No Soal Jumlah Soal Skor Tiap Soal Skor Maksimal Perolehan Skor
1 A 10 2 20
2 B 10 2 20
3 C 6 5 30
Jumlah 70
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Ekonomi
Pokok Bahasan : Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Kelas/Semester : XI / 2
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI : 5. Memahami Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
B. KOMPETENSI DASAR : 5.1 Mendiskripsikan Akuntansi sebagai sistem informasi
C. INDIKATOR : 1. Mendifinisikan kegunaan informasi akuntansi bagi masing-masing pemakai
2. Mengidentifikasi macam-macam bidang spesialisasi akutansi
3. Mengidentifikasi etika profesi akuntan
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran ini berakhir siswa mampu:
1. Mendefinisikan kegunaan informasi akutansi bagi masing-masing pemakai
2. Mengidentifikasikan macam-macam bidang spesialisasi akutansi
3. Mengidentifikasikan etika profesi akuntan
E. MATERI PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
A. Beberapa pemakai informasi akuntansi
1. Pihak Intern
2. Pihak Ekstern
- Pemilik / Investor
- Kreditur
- Bdan-badan pemeirntah
- Karyawan
- Perencana ekonomi
- Masyarakat
B. Kegunaan informasi akuntansi bagi penggunaannya.
1. Mengukur tingkat biaya dari berbagai kegiatan perusahaan
2. Untuk menentukan/mengukur efisiensi tiap-tiap bagian, proses atau produksi serta untuk menentukan tingkat keuntungan yang dapat dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan
3. Untuk menilai dan mengukur hasil kerja tiap-tiap individu yang telah diserahi wewenang dan tanggung jawab
4. Untuk menentukan perlu tidaknya digunakan kebijaksanaan atau prosedur yang baru utuk mencapai hasil yang lebih baik.
Disamping kegunaan tersebut ada manfaat akuntansi secara umum
1. Untuk mendapatkan informasi ekonomi yang akurat sehingga pemakai dapat mengambil keputusan dengan tepat.
2. Untuk memberikan pertanggungjawaban manajemen kepada para pemilik perusahaan
3. Untuk mengetahui perkembanganperusahaan dari tahun ke tahun
Secara khusus, manfaat akuntansi sebagai laporan keuangan antara lain:
1. Memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva, kewajiban dan modal.
2. Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai peurbahan dalam aktiva neto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
3. Memberikan informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
4. Memberikan informasi yang penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva, kewajiban, pembiayaan dan investasi
5. Mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan.
Pertemuan 2
A. Bidang-bidang spesialisasi akutansi
1. Akuntansi sector public (public Accounting)
- Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
- Akuntansi perpajakan (Tax Accounting)
2. Akuntansi Manajemen (Managerial Accounting)
- Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
- Akuntansi Anggaran (Budgeting)
- Sistem Informasi Akuntansi (Accounting Information System)
3. Akuntansi Organisasi Nirlaba (Non For Profit Accounting)
Yaitu bidang akuntansi yang secara khusus diterapkan pada oerganisasi-organisasi yang aktivitasnya tidak bertujuan mencari keuntungan.
B. Etika Profesi Akuntan
Standar Profesional Akuntan Publik mengenai kode etik profesionalisme akuntan public yang diterbitkan tanggal 1 Januari 2001 adalah sebagai berikut:
1. Independensi, Integritas dan objektivitas
a. Independensi
Dalam menjalankan profesinya, seorang akuntan public harus selalu mempertahankan sikap mental independent dalam memberikan jasa profesinya.
b. Integritas dan objektifitas
Dalam menjalankan profesinya, seorang akuntan public harus bebas dari material yang diketahuinya atau mengalihkan petimbangannya kepada pihak lain.
2. Standar Umum dan Prinsip Akuntansi
a. Standar Umum
- Kompetensi professional
- Kecermatan dan keseksamaan professional
- Perencanaan dan supervise
- Data relevan yang memadai
b. Kepatuhan terhadap standar
c. Prinsip-prinsip akuntansi
Anggota kantor Akuntan Publik (KAP) tidak diperkenankan
- menyatakan pendapat atau memberi penegasanbahwa laporan keuangan atau data keuangan lain suatu entitas disajikan ssuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau
- menyatakan bahwa ia tidak menemukan perlunya modifikasi material yang harus dilakukan terhadap laporan atau data tersebut agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku (apabila laporan memaut penyimpangan)
3. Tanggung jawab kepada Klien
a. Informasi klien yang rahasia
b. Ongkos (Fee) Profesional
- Besarnya fee berariasi tergantung dari resiko penugasan, kompleksitas jasa yang diberikan, tingkat keahlian dan pertimbangan professional
- Fee kontijen
Yaitu fee yang ditetapkan untuk melaksanakan suatu jasa refesional
4. Tanggung jawab kepada teman sperofesi, harus senantiasa dijaga
5. Tanggung jawab dan praktek lain
a. Tidak diperkenankan melakukan perbuatan dan perkataan mencemarkan profesi
b. Iklan, promosi dan kegiatan pemasaran lainnya, boleh dilakukan dalam rangka mencari klien asal tidak mencemarkan profesi
6. Komisi dan fee referral (rujukan)
Anggota KAAP (Kantor Akuntan Publik) tidak diperkenankan menerima komisi yang dapat mengurangi independensi, fee referral hanya diperkenankan bagi sesame profesi.
7. Anggota hanya boleh berpraktek akuntan public dalam bentuk organisasi yang diijinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlalu dan/atau yang tidak menyesatkan dan merendahkan citra profesi.
F. PENDEKATAN, METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
Pendekatan : Konstruktivis
Metode Pembelajaran : Kooperatif
Model Pembelajaran pertemuan 1 : Brainstorming
Model Pembelajaran pertemuan 2 : STAD
G. MEDIA / SUMBER PEMBELAJARAN
Media : 1. Lembar Kerja Siswa (LKS) KD: 5.1B
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akuntansi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Alam, S.2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis
- Habibi, M & Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA Kelas XI. Bandung: Regina.
- Sukwiati, J. & Sudirman S. 2007. Ekonomi SMA Kelas XI, Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akuntansi dan sumber lain yang relevan.
H. SKENARIO PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
No Kegiatan Gutu Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1
Kegiatan Awal
Guru dan siswa membahas tugas yang diberikan pada pertemuan sbelumnya kemudian dilanjutkan dengan menyampaikan pokok-pokok materi pelajaran.
Siswa mengikuti pembahasan soal dan memperhatikan pokok materi yang disampaikan guru
10 menit
1
2
3
4 Kegiatan Inti
Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4-5 orang
Guru membagikan tugas kepada setiap kelompok untuk didiskusikan
Guru meminta siswa secara bergilir untuk menyampaikan hasil diskusinya. Guru juga memberikan skor nilai pada masing-masing kelompok atas kegiatan Tanya jawab yang dilakukand an mengarahkan untuk memberikan jawaban yang betul.
Guru juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan siswa lain yang kurang jelas dari materi keseluruhan yang sudah dibahas
Siswa membentuk kelompok
Siswa memahami isi hand out dan mendiskusikan dengan kelompoknya
Siswa secara bergilir/diacak dari suatu kelompok diambil 1 orang atas persetujuan kelompoknya untuk menyampaikan hasil jawabanya, kelompok yang lain menanggapi, jika sudah sele4sai dilanjutkan kelompok lainnya
Siswa secara aktif bertanya ataupun menjawab pertanyaan dari materi yang kurang jelas
5 menit
15 menit
40 menit
10 menit
1.
2. Kegiatan Penutup
Guru membnatu siswa secara klasikal membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari bersama
Guru memberikan beberapa pertanyaan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyerap materi yang telah diajarkan.
Siswa dibantu guru meyimpulkan materi yang telah dibahas
Siswa merespon pertanyaan yang diberikan oleh guru
10 menit
Pertemuan 2
No Kegiatan Gutu Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1
2 Kegiatan Awal
Guru menjelaskan tentang kompetensi dasar dan indicator yang harus dicapai
Guru menggali potensi siswa berkaitan dengan materi yang akan disampaikan
Siswa memperhatikan penjelasan guru
Siswa merespon pertanyaahn yang diberikan oleh guru
10 menit
1
2
3 Kegiatan Inti
Kelas dibagi menjadi 4 kelompok besar, guru membagikan handout
Guru memberikan tugas sesuai dengan kelompoknya
Kelompok I membahas pertanyan 1 pada handout.
Kelompok II membahas pertanyaan 2 pada handout.
Kelompok III membahas pertanyaan 3 pada handout.
Kelompok IV membahas pertanyaan 4 pada handout.
Guru meminta setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi
Siswa duduk sesuai dengan kelompoknya
Setiap kelompok mengerjakan sesuai dengan tugasnya
Setiap kelompok secara bergilir mempresentasikan hasil pekerjaanya dalam diskusi kelompok
5 menit
15 menit
40 menit
1.
2. Kegiatan Penutup
Guru membnatu siswa secara klasikal membuat kesimpulan tentang materi yang telah dipelajari bersama
Guru memberikan beberapa pertanyaan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyerap materi yang telah diajarkan.
Siswa dibantu guru meyimpulkan materi yang telah dibahas
Siswa merespon pertanyaan yang diberikan oleh guru
10 menit
I. PENILAIAN
1. Teknik : Tulis
2. Bentuk Instrumen : Essay dan Obyektif test
3. Soal/terlampir
4. Kunci Jawaban/terlampir
5. Pensekoran jawaban/terlampir
6. Rubrik Penilaian/terlampir
Catatan : Ketuntasan KD ini sama dengan 100
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh skor minimal > 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan sebelumnya
Siswa yang telah tuntas diberi pengayaan pada pertemuan beirkutnya
Mengetahui
Kepala ……
___________________
NIP. Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran
_________________
NIP.
HAND OUT KD: 5.1
BIDANG-BIDANG AKUNTANSI
Dengan pesatnya petumbuhan eonomi dan semakin kompleksnya masalah perusahaan yang didorong kemajuan teknologi, bertambahnya peraturan pemerintah terhadapkegiatan perusahaan, maka paa akuntan dituntut untuk mengkhususkan keahliannya dalam bidang akuntansi. Bidang khusus akuntansi itu, apa saja? Baik, mari kita lihat bidang-bidang khusus akuntansi berikut ini:
a. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keuangan disebut juga akuntansi umum (gernal accounting), yaitu akuntansi yang berhubungan dengan pencatatan transaksi peursahaan dan penyusutan laporan keuangan secara berkala yang berpedoman kepada prinsip akuntansi. Laoran keuangan itu bisa digunakan sebagai informasi intern maupun ekstern perusahaan.
b. Akuntansi PEmeriksaan (Auditing Accounting)
Akuntansi pemeriksaan merupakan kegiatan akuntansi yang berhubungan dengan pemeriksaan keuangan atau akuntansi umum. Akuntansi public melakukan pemeriksaan terhadap catatan-catatan yang mendukung laporan keuangan dengan menyatakan kelayakan dan dapat dipercayainya suatu laporan.
c. Akuntansi Manajemen (Management Acounting)
Titik sentral dalam akuntansi manajemen adalah informasi untuk pihak-pihak di dalam perusahaan. Kegunaan akuntansi manajemen antara lain, mengendalikan kegiatan perusahaan, memonitor arus kas, dan menilai alternative dalam pengambilan keputusan. Misalnya dalam hal penetapan harga jual, pembelajaran, metode produksi dan investasi. Bidang akuntansi ini juga mengolah masalah-masalah khusus yang dihadapi para manajer perusahaan dari berbagai jenajang organisasi dengan menggunakan data histories maupun data tafsiran.
d. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Akuntansi biaya adalah bidang akuntansi yang menekankan kegiatan pada penetapan biaya dan control atas biaya. Terutama yang berhubungan dengan biaya produksi suatu barang. Disamping itu salahs atu fungsi utama auntansi biaya adalah pengumpulan dan menganalisa data mengenai biaya, baik yang telah maupun yang akan terjadi untuk digunakan oleh pemimpin perusahaan sebagai alat control atas kegiatan yang telah dilakukan serta alat untuk membuat rencana dimasa mendatang.
e. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Bidang akuntansi perpajakan mencakup penyusunan surat pemberitahuan pajak serta memeprtimbangkan onsekuensi perpajakan dari transaksi usaha yang direncanakan.
f. Akuntansi Anggaran (Budgeting Accounting)
Akuntansi anggaran adalah bidang akunansi yang berhubungan dengan penyusunan rencana kuangan mengenai kegiatan eprusahaan untuk suatu jangk waktu tertentu di masa mendatang serta analisa dan pengontrolannya.
Dengan selesainya pembahasan materi tentang bidang-bidang akuntansi tadi, tentunya telah membuka wawasan anda bahwa perkembangan akuntansi juga sangat dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan pesatnya perkembangan dunia usaha. Dimana secara tidak langsung menuntut sumber daya yang berkualitas dan professional bidang akuntansinya bukan? Kemudian persoalannya sekarang akan timbul lagi pertanyaan baru, yaitu apakah tenaga ahli bidang akuntansi itu termasuk tenaga professional, layaknya seorang yang berprofesi sebagai dokter, pengacara dan notaries? Jawabnya adalah benar! Seseorang yang memiliki keahlian di bidang kauntansi yang berlatar belakang pendidikan minimal Diploma 3 Jurusan Akuntansi. Baiklah sekarang mari kia lanjutkan bahasan terseut dengan profesi akuntansi
Pertanyaan Untuk Diskusi
1. Mengapa bidang-bidang akuntansi terdiri dari beberapa bidang?
2. apa yang terjadi jika bidang akuntansi tersebut tidak ada?
3. Berilah contoh bidang akuntansi yang ada di sekitar lingkunganmu?
4. Dari berbagai bidang akuntansi di atas, manakah bidang yang paling sulit ditemukan?
EVALUASI
KD: 5.1. Mendiskripsikan Akuntansi sebagai Sistem Informasi
PETUNJUK
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat
1. Akuntansi merupakan bahan kajian mengenai suatu sistem untuk mengehasilkan informasi berkenaan dengan:
a. Laporan keuangan
b. Transaksi keuangan
c. Kekayaan perusahaan
d. Semua transaksi perusahaan
e. Jual beli yang dilakukan perusahaan
2. Sumber informasi yang digunakan untuk mempertimbangkan suatu kebikjsanaan di bidang keuangan oleh para pelaku ekonomi swasta, pemerintah ataupun organisasi masyarakat lainnya adalah:
a. hasil poling TV
b. data-data statistic
c. informasi akuntansi
d. informasi dari masyarakat
e. keterangan Department Keuangan
3. Salahs atu fungsi akuntansi yang merupakan prinsip dasar kegiatan akuntansi adalah mengadakan interpretasi atas hasil-hasil transaksi perusahaan melalui:
a. Analisa laporan keuangan
b. Mencatat transaksi-transaksi
c. Menyusun laporan keuangan
d. Meringkas catatan-catatan keuangan
e. Menginformasikan laporan keuangan
4. Tujuan akuntansi keuangan adalah memberikan gambaran mengenai keadaan keuangan perusahaan secara menyeluruh yang meliputi:
a. Seluruh harta, utang dan modal
b. Perolehan laba dan posisi keuangan
c. Harta lancar, harta tetap dan harta tak berwujud
d. Pendapatan dan beban selama satu periode akuntansi
e. Utang jangka pendek, utang jangka panjang dan modal
5. Informasi keuangan yang dbierikan harus memenuhi atau sesuai kebutuhan para penggunanya adalah kualitas yang diisyaratkan untuk sebuah informasi keuangan yang dapat dimanfaatkan dengan baik yaitu ….
a. netral
b. erelevan
c. daya uji
d. tepat waktu
e. dapat dimengeti
6. Agar dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan terseut, maka sebuah infomrasi keuangan diisyaratkan:
a. relevan
b. lengkap
c. tepat waktu
d. daya banding
e. dapat dimengerti
7. Kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendek disebut:
a. securitas
b. likuiditas
c. kapabilitas
d. solvabilitas
e. rentabilitas
8. Pemakai akuntansi manajemen yang utama adalah:
a. pemerintah c.q. Dirjen pajak
b. para megeng saham (investor)
c. Pihak pemberi kredit (kreditor/bank)
d. Pekerja yang terikat dalam serikat pekerja
e. Para pengambil keputusan dalam perusahaan
9. Bidang kegiatan akuntansi yang khusus melakukan pemeriksaan secara bebas atau umum, adalah:
a. Tax Accounting
b. Cost Accounting
c. Auditing Investigation
d. Budgetary Accounting
e. Budgetary Instruction Education
10. Bidang akuntansi yang menguraikan kegiatan keuangan untuk suatu jangka waktu tetentu yang dilengkapi dengan sistem penganalisaan dan pengawasannya adalah:
a. Social accounting
b. Accounting system
c. Auditing investigation
d. Budgetary accounting
e. Budgetary instruction / Education
11. Bidang akutansi yang khsus berhubungan dengan penciptaan suatu prosedur akuntansi dan peralatannya, adalah akuntansi
a. Social accounting
b. Accounting system
c. Auditing investigation
d. Budgetary accounting
e. Budgetary instruction / Education
12. Bidang akuntansi yang kegiaannya diarahkan kepada transaksi-transaksi yang dilakukan oleh badan atau lembaga pemerintah, adalah akuntansi ….
a. Social accounting
b. Accounting system
c. Auditing investigation
d. Budgetary accounting
e. Government Accounting
13. Pendapatan dan beban untuk menentukan laba bersih tidak tergantung pada waktu dimana kas sesungguhnya diterima atau dikeluarkan, adalah pelaksanaan dari asas….
a. Dasar tunai (Cash Basis)
b. Dasar waktu (Acrual Basis)
c. Asas Mempertemukan (Matching Concept)
d. Kontinuitas Usaha (Going Concert/Continuity)
e. Kesatuan Usaha khusus (Separate Entity/Economic Entity)
14. Laporan keuangan merupakan suatu laporan atau kejadian yang telah berlalu. Maka laporan keuangan bersifat.
a. bisnis
b. umum
c. statis
d. histories
e. konservatif
15. Proses penyusunan laporan keuangan tidak luput dari penggunaan taksiran dan berbagai pertimbangan karena akuntansi hanya melaporkan informasi yang bersifat ….
a. material
b. nominal
c. terbatas
d. ekonmi
e. immaterial
16. Salah satu pilihan berikut bukan unsur-unsur yang terdapat pada neraca, yaitu ….
a. revenue
b. current assets
c. intangible assets
d. long term investment
e. fixed assets and equipment
17. Kekayaan perusahan yang dapat dipergunakan untuk menyatakan kas atau bank dan sumber-sumber lain yang dapat segera dicairkan menjadi kas atau bank, disebut ….
a. revenue
b. current assets
c. intangible assets
d. long term investment
e. fixed assets and equipment
18. Penanaman surat dalam surat berharga yang jangka waktunya panjang melebihi satu tahun disebut ….
a. revenue
b. current assets
c. intangible assets
d. long term investment
e. fixed assets and equipment
19. Harta yang mengungkapkan hak hukum dalam waktu panjang, sifatnya tidak berwujud, yang pada akhir periode harus dikurangi dengan amortisari, disebut….
a. revenue
b. current assets
c. intangible assets
d. long term investment
e. fixed assets and equipment
20. Biaya pra-prasi dan biya emisi saham termsuk dalam ….
a. revenue
b. current assets
c. intangible assets
d. long term investment
e. fixed assets and equipment
21. Bonds Payable, yaitu kewajiban perusahaan yang terjadi karena perusahaan ….
a. mengeluarkan saham
b. mengeluarkan obligasi
c. meminjam kepada kreditur tanpa jaminan
d. meminjam kepada bank dengan jaminan harta tetap
e. meminjam kepada kreditur dengan jaminan harta tetap
22. Pemberian kode yang dilakukan dengan tanda yang mudah diingat atau inisial dari satu kata adalah kode akun sistem ….
a. decimal
b. numerial
c. mnemonic
d. kombinasi hurud an angka
e. kombinasi numerial dan decimal
ESSAY:
1. Sebutkan kualitas informasi akunansi
2. Sebutkan profesi dalam bidang kuntansi
3. Sebut dan jelaskan asas-asas dalam akunansi
4. Sebutkan etika akuntansi
KUNCI JAWABAN
1. b
2. c
3. a
4. b
5. b
6. c
7. b
8. e
9. e
10. d
11. b
12. e
13. b
14. d
15. a
16. a
17. b
18. d
19. c
20. b
21. b
22. c
Jawab:
1. Relevan, dapat dimengerti, daya uji, netral, tepat waktu, daya banding dan lengkap.
2. akuntan public, akuntan manajemen, akuntan pemerintah, akuntan pendidik
3. a. Asas dasar waktu (pendapatan dan beban untuk menentukan laba bersih tidak tergantung pada waktu kas dikeluarkan, tetapi dihitung dalam periode ttt)
b. Asas dasar tunai (pendapatan diakui pada saat kas diterima, beban dihitung saat uang dikeluarkan)
c. Asas kesatuan usaha (terpisah dari pemiliknya)
d. Asas kontinuitas usaha (berkesinambungan)
e. Asas mempertemukan (mempertemukan beban dan pendapatan)
f. Asas harga perolehan
4. Etika Akuntansi
a. Independensi, integritas dan obyektivitas
b. Tanggung jawab pada klien
c. Tanggung jawab pada rekan seprofesi dan
d. Tanggung jawab dan praktek lain
PENILAIAN KOGNITIF
Kode Soal Jumlah soal Skor tiap soal Skor maksimal Skor perolehan
A Obyektif 22 2 44
B Essay 4 5 20
Jumlah 59
PENILAIA AFEKTIF
NAMA :
KELAS :
BIDANG STUDI : Ekonomi
1. Keaktifan menjawab pertanyan guru/siswa atau prsentasi (skor 2):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
2. Keaktifan bertanya (skor 3):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
3. Keaktifan menyanggah / menanggapi jawaban teman (skor 4):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
4. Keaktifan Menyimpulkan materi (skor 5):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
Total Perolehan skor (1+2+3+4) = ………
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Ekonomi
Pokok Bahasan : Persamaan Dasar Akuntansi
Kelas/Semester : XI / 2
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI : 5. Memahami Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
B. KOMPETENSI DASAR : 5.2 Menafsirkan persamaan akuntansi
C. INDIKATOR : 1. Menerapkan rumus persamaan akuntansi dan aturan debet/kredit
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran ini berakhir siswa mampu:
1. Menerapkan rumus persamaan dasar akuntansi
2. Menerapkan aturan debet/kredit
E. MATERI PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
Persamaan Dasar Akuntansi
Dengan menggunakan persamaand asar akuntansi dapat diketahui posisi keuangan suatu perusahaan. Prinsip yang berlaku dalam memahami persamaan akuntansi adalah adanya keseimbangan antara komponen aktiva, kewajiban dan modal/ekuitas.
Pertemuan 2
Aturan debet dankredit
Pedoman analisis debet/kredit sbb:
No Kelompok Akun Bertambah Berkurang Saldo Normal
1 Harta Debet Kredit Debet
2 Utang Kredit Debet Kredit
3 Modal Kredit Debet Kredit
4 Beban Debet Kredit Debet
5 Pendapatan Kredit Debet kredit
F. PENDEKATAN, METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
Pendekatan : Konstruktivis
Metode Pembelajaran : Kooperatif
Model Pembelajaran pertemuan 1 : Numbered Heads Together (NHT)
Model Pembelajaran pertemuan 2 : Taling Stick
G. MEDIA / SUMBER PEMBELAJARAN
Media : 1. Lembar Kerja Siswa (LKS) KD: 5.2
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akuntansi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Alam, S.2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis
- Habibi, M & Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA Kelas XI. Bandung: Regina.
- Sukwiati, J. & Sudirman S. 2007. Ekonomi SMA Kelas XI, Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akuntansi dan sumber lain yang relevan.
H. SKENARIO PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
No Kegiatan Gutu Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1
Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan membeirkan apersepsi berupa pertanyaan berkaitan dengan materi yang akan dibahas.
Apakah yang disebut dengan:
a. aktiva/harta
b. kewajiban/utang
c. modal
Diharapkan siswa menjawab
a. Kekayaan yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan usahanya.
b. Pengorbanan ekonmis yang harus dilakukan oleh perusahan pada masa yang akan datang
c. Selisih antara harta dengan utang dan merupakan hak pemilik perusahaan atas sebagian harta perusahaan
10 menit
1
2
3 Kegiatan Inti
Guru secara garis besar memberikan penjelasan materi yang dibahas
Guru meminta siswa untuk membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang, setiap anggota kelompok diberi nomor urut 1 sampai 5
Guru membeirkan tugas pada setiap kelompok untuk mengerjakan LKS yang telah diberikan, anggota kelompok yang bernomor ganjil menganalisis soal ganjil, nomor genap menganalisa soal genap
Siswa mencermati contoh yang disampaikan oleh guru
Siswa membentuk kelompok sesuai petunjuk guru
Setiap anggota berkelompok mengerjakan tugas sesuai dengan bagiannya
5 menit
5 menit
20 menit
4
5 Guru meminta setiap kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya, hasil akhir ditulis plastic transparansi
Guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok secara bergilir mempresentasikan hasil pekerjaannya (3 kelompok @ 15’) kelompok lainnya menanggapi Seluruh anggota kelompok mendiskusikan hasil pekerjaannya untuk menemukan jawaban yang benar, dan ditulis di plastic transparansi
Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya 45 menit
1
2 Kegiatan penutup
Guru membantu siswa menyimpulkan materi yang dibahas, dan memberikan refleksi
Guru guru memberikan tugas dirumah untuk mempelajari materi berikutnya
5 menit
Catatan : Ketuntasan KD ini sama dengan 100
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh skor minimal > 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan sebelumnya
Siswa yang telah tuntas diberi pengayaan pada pertemuan beirkutnya
Mengetahui
Kepala ……
___________________
NIP. Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran
_________________
NIP.
LEMBAR TUGAS SISWA
KD: 5.2
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/I
Pokok Bahasan : Persamaan Dasar Akuntansi
I. PETUNJUK KEGIATAN (Kelompok 1 – 3)
1. Bacalah petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum anda mengerjakan tugas.
2. Guru meminta siswa untuk membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang, setiap anggota kelompok diberi nomor urut 1 sampai 5 (5 menit)
3. Guru memberikan tugas pada setiap kelompok untuk mengerjakan LKS yang telah diberikan, anggota kelompok yang bernomor ganjil menganalisi soal ganjil, nomor genap menganalisa soal genap (5 menit)
4. Setiap kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya, hasil akhir ditulis ditransparansi (20 menit)
5. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaan kelompok, kelompok lainnya menanggapi (45 menit)
II. SOAL
Transaksi berikut diperoleh dari Biro Perjalanan Wisata “CEPAT SELAMAT” yang terjadi selama bulan Juni 2007 sbb:
1. Tgl 1 Tuan slamet menyerahkan uang tunai Rp 20.000.000,00 dan kendaraan senilai Rp 90.000.000,00 sebagai modal awal usahanya.
2. Tgl 2 Dibeli peralatan Rp 5.000.000,00 dibayar tunai sebesar Rp 2.000.000,00 sisanya dibayarkan kemudian.
3. Tgl 4 Dibeli perlengkapan secara kredit dari Toko PAHALA seharga Rp 400.000,00
4. Tgl 6 Dibayar beban sewa untuk satu tahun sebesar Rp 2.400.000,00
5. Tgl 18 Diterima pendapatan jasa dari pelanggan baru sebesar Rp 900.000,00
6. Tgl 10 Dibayar beban rekening listrik dan telepon masing-masing Rp 400.000,00
7. Tgl 12 Telah diselesaikan jasa perjalanan wisata senilai Rp 2.000.000,00 yang telah dibayar 50%
8. Tgl 13 Dibeli BBM seharga Rp 500.000,00
9. Tgl 15 Dibeli peralatan secara kredit Rp 600.000,00
10. Tgl 17 Melunasi utang atas transaksi tanggal 4 Januari kepada Toko PAHALA
11. Tgl 19 Pemilik mengambil uang kas perusahaan untuk keperluan pribadinya Rp 250.000,00
12. Tgl 21 DIterima angsuran piutang sebesar Rp 500.000,00
13. Tgl 25 Dibayar biaya asuransi sebesar Rp 300.000, untuk satu tahun
14. Tgl 29 Diterima pendapatan bunga bank Rp 60.000,-
15. Tgl 30 Perlengkapan yang terpakai selama bulan Januari Rp 75.000.000,-
Diminta
Dari data tersebut diatas buat persamaand asar akuntansinya.
LEMBAR TUGAS SISWA
KD: 5.2
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/I
Pokok Bahasan : Persamaan Dasar Akuntansi
I. PETUNJUK KEGIATAN (Kelompok 4 - 6)
1. Bacalah petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum anda mengerjakan tugas.
2. Guru meminta siswa untuk membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang, setiap anggota kelompok diberi nomor urut 1 sampai 5 (5 menit)
3. Guru memberikan tugas pada setiap kelompok untuk mengerjakan LKS yang telah diberikan, anggota kelompok yang bernomor ganjil menganalisi soal ganjil, nomor genap menganalisa soal genap (5 menit)
4. Setiap kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya, hasil akhir ditulis ditransparansi (20 menit)
5. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaan kelompok, kelompok lainnya menanggapi (45 menit)
II. SOAL
Transaksi berikut ini diperoleh dari “PERDANA SERVICE” selama bulan Juli 2007 sbb:
1. Tgl 1 Pemilik.menyetorkan uang tunai Rp 12.000.000- Peralatan sebesr Rp 5.000.000 dan perlengkapan senilai Rp 700.000,-
2. Tgl 3 Membayar sewa kantor untuk masa 1 tahun sebesar Rp 1.200.000,-.
3. Tgl 6 Membayar beban serba-serbi sebesar Rp 300.000
4. Tgl 9 Menerima pendapatan jasa Rp 1.400.000,-
5. Tgl 10 Membeli peralatan seharga Rp 600.000,- dan perlengkapan Rp 200.000,- dari Toko MURAH yang dibayar tunai Rp 500.000,-
6. Tgl 13 Menerima pinjaman dari BNI Rp 7.000.000 untuk tambahan modal
7. Tgl 14 Menerima pendapatan usaha Rp 1.600.000,- yang diterima tunai Rp 1.000.000,- dari PT ABADI
8. Tgl 16 Melunasi hutang usahakepada Toko MURAH
9. Tgl 20 Menerima piutang dari PT ABADI
10. Tgl 23 Mengangsur pinjaman ke BNI Rp 700.000,-- dan bunganya 35.000,-
11. Tgl 24 Perlengkapan yang terpakai Rp 300.000,-
12. Tgl 26 Membayar beban gaji karyawan Rp 750.000,- dan Beban Telepon Rp 250.000,-
13. Tgl 28 Menerima pendapatan komisi Rp 350.000,-
14. Tgl 29 Membayar beban asurani Rp 230.000,-
15. Tgl 31 Pemilik mengambil uang kas untuk keperluan pribadinya Rp 100.000,-
Dari data tersebut diatas buat persamaand asar akuntansinya.
LEMBAR TUGAS SISWA
KD: 5.2
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/I
Pokok Bahasan : Persamaan Dasar Akuntansi
I. PETUNJUK KEGIATAN (Kelompok 7 - 9)
1. Bacalah petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum anda mengerjakan tugas.
2. Guru meminta siswa untuk membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang, setiap anggota kelompok diberi nomor urut 1 sampai 5 (5 menit)
3. Guru memberikan tugas pada setiap kelompok untuk mengerjakan LKS yang telah diberikan, anggota kelompok yang bernomor ganjil menganalisi soal ganjil, nomor genap menganalisa soal genap (5 menit)
4. Setiap kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya, hasil akhir ditulis ditransparansi (20 menit)
5. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaan kelompok, kelompok lainnya menanggapi (45 menit)
II. SOAL
Transaksi berikut ini diperoleh dari “PERDANA SERVICE” selama bulan Juli 2007 sbb:
16. Tgl 1 Pemilik.menyetorkan uang tunai Rp 12.000.000- Peralatan sebesr Rp 5.000.000 dan perlengkapan senilai Rp 700.000,-
17. Tgl 3 Membayar sewa kantor untuk masa 1 tahun sebesar Rp 1.200.000,-.
18. Tgl 6 Membayar beban serba-serbi sebesar Rp 300.000
19. Tgl 9 Menerima pendapatan jasa Rp 1.400.000,-
20. Tgl 10 Membeli peralatan seharga Rp 600.000,- dan perlengkapan Rp 200.000,- dari Toko MURAH yang dibayar tunai Rp 500.000,-
21. Tgl 13 Menerima pinjaman dari BNI Rp 7.000.000 untuk tambahan modal
22. Tgl 14 Menerima pendapatan usaha Rp 1.600.000,- yang diterima tunai Rp 1.000.000,- dari PT ABADI
23. Tgl 16 Melunasi hutang usahakepada Toko MURAH
24. Tgl 20 Menerima piutang dari PT ABADI
25. Tgl 23 Mengangsur pinjaman ke BNI Rp 700.000,-- dan bunganya 35.000,-
26. Tgl 24 Perlengkapan yang terpakai Rp 300.000,-
27. Tgl 26 Membayar beban gaji karyawan Rp 750.000,- dan Beban Telepon Rp 250.000,-
28. Tgl 28 Menerima pendapatan komisi Rp 350.000,-
29. Tgl 29 Membayar beban asurani Rp 230.000,-
30. Tgl 31 Pemilik mengambil uang kas untuk keperluan pribadinya Rp 100.000,-
Dari data tersebut diatas buat persamaand asar akuntansinya
LEMBAR TUGAS SISWA
KD: 5.2
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/I
Pokok Bahasan : Persamaan Dasar Akuntansi
I. PETUNJUK KEGIATAN (Kelompok 7 - 9)
1. Bacalah petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum anda mengerjakan tugas.
2. Guru meminta siswa untuk membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 orang, setiap anggota kelompok diberi nomor urut 1 sampai 5 (5 menit)
3. Guru memberikan tugas pada setiap kelompok untuk mengerjakan LKS yang telah diberikan, anggota kelompok yang bernomor ganjil menganalisi soal ganjil, nomor genap menganalisa soal genap (5 menit)
4. Setiap kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya, hasil akhir ditulis ditransparansi (20 menit)
5. Siswa mempresentasikan hasil pekerjaan kelompok, kelompok lainnya menanggapi (45 menit)
II. SOAL
Transaksi berikut ini diperoleh dari “TRENDY DESIGN” selama bulan Agustus 2007 sbb:
1. Tgl 1 Diketahui Saldo awal Kas Rp 9.000.000,- Piutang usaha Rp 4.500.000,- utang bank Rp 3.000.000,- dan modal 10.500.000,-
2. Tgl 4 Membeli perlengkapan secara kredit dari CV PERKASA Rp 1.000.000,-
3. Tgl 7 Menerima pendapatan jasa dari UD MELATI Rp 2.100.000
4. Tgl 8 Membayar beban asuransi Rp 300.000,-
5. Tgl 10 Menerima piutang usaha Rp 1.500,00
6. Tgl 11 Membeli peralatan Rp 2.600.000,- dari PT INTAN, yang dibayar tunai Rp 1.800.000,-
7. Tgl 13 Membayar utang bank Rp 2.000.000,-
8. Tgl 14 Pemilik menyetor uangnya Rp 5.000.000,- untuk tambahan modal usaha
9. Tgl 16 Menerima pendapatan jasa dari UD MAKMUR Rp 1.900.000,- yang diterima tunai Rp 700.000
10. Tgl 18 Melunasi utang kepada CV PERKASA
11. Tgl 20 Membayar gaji karyawan, Rp 800.000,- biaya listrik Rp 150.000,-
12. Tgl 23 Pemilik mengambil perlengkapan untuk keperluan pribadi Rp 150.000,-
13. Tgl 25 Perlengkapan yang terpakai Rp 600.000,-
14. Tgl 28 Menerima pelunasan dari UD MAKMUR
15. Tgl 31 Membayar beban lain-lain Rp 75.000
Dari data tersebut diatas buat persamaand asar akuntansinya
EVALUASI
KD: 5.2. Persamaan Dasar Akuntansi
PETUNJUK
A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat
1. Konsep dasar akuntansi yang menyatakan bahwa keuangan perusahaan harus terpisah dari keuangan pemilik adalah:
a. konsel laporan keuangan d. Konsep modal
b. konsep harta e. Konsep kesatuan usaha
c. konsep kewajiban
2. Barang-barang yang digunakan untuk kegiatan usaha dan diperkirakan habis dipakai dalam setahun adalah:
a. Peralatan d. perlengkapan
b. gedung e. kendaraan
c. persediaan barang
3. Pemakaian perlengkapan dalam perusahaan termasuk transaksi:
a. Ekstern d. barang
b. Intern e. keuangan
c. modal
4. Perusahaan PT Kereta Api termasuk
a. usaha jasa d. usaha pabrik
b. usaha dagang e. usaha pertanian
c. usaha ekstraktif
5. Pendapatan hasil penjualan barang dagang usaha dagang termasuk pendapatan:
a. di luar usaha d. usaha
b. langsung e. lain-lain
c. tidak langsung
6. Perusahaan yang kepemilikan modalnya terdiri dari 2 orang atau lebih dinamakan perusahaan
a. Koperasi d. perusahaan perseorangan
b. perseoran terbatas e. Firma
c. persekutuan
7. Perusahaan telah menjalankan usahanya dan melakukan pembelian secara kredit, rumus keseimbangan yang digunakan adalah:
a. H + B = U + M + P d. H = U+M
b. H = U + M + P e. H = M
c. H = U + M - B
8. Pembelian perlengkapan sebesar Rp 2.500.000,0 dibayar tunai sebesar Rp 1.500.000 dan sisanya dibayar kemudian. Analisis transaksinya adalah:
a. harta berupa perlengkapan bertambah dan harta beurpa kas berkurang dalam jumlah yang sama.
b. Harta berupa perlengkapn bertambah dan utang usaha bekurang dalam jumlah yang sama
c. Harta berupa perlengkapan bertambah sebesar Rp 2.500.000,- harta berupa kas berkuang Rp 1.500.000,- dan utang bertambah sebesar Rp 1.000.000,-
d. Harta berupa perlengkapan bertambah sebesar Rp 2.500.000,- modal bertambah sebesar Rp 1.500.000,- dan utang bertambah sebesar Rp 1.000.000,-
e. Harta berupa perlengkapan bertambah Rp 1.000.000,- harta berupa kas berkurang Rp 2.500.000,- utang bertambah Rp 1.000.000,-
9. Penerimaan pendapatan usaha sebesar Rp 10.00.000,- diterima tunai Rp 8.000.000,- dan sisanya diterima kemudian. Analisis transaksinya adalah harta berupa kas bertambah sebesar Rp 8.000.000,- modal bertambah sebesar Rp 10.000.000,- dan
a. modal bertambah Rp 8.000.000,-
b. modal bertambah Rp 2.000.000,-
c. piutang bertambah Rp 2.000.000,-
d. piutang bertambah Rp 8.000.000,-
e. piutang bertambah Rp 10.000.000,-
10. Dalam persamaan akuntansi, jika diperoleh pendapatan usaha dengan tunai akan mempengarhi:
a. Modal d. modal dan piutang
b. modal dan kas e. kas
c. kas dan piutang
11. Pada suatu perusahaan jumlah kekayaan yang dimilikinya sama dengan jumlah ….
a. pendapatan dari pemilik perusahaan
b. hak terhadap kekayannya tersebut
c. kewajiban atas kekayaan tersebut
d. modal dari pemilik perusahaan
e. investasi pemilik perusahaan
12. Transaksi keuangan berikut ini akan berakibat menambah jumlah salah satu harta dan akan mengurangi jumlah harta lainnya adalah:
a. melunasi utang dagang
b. memasang iklan secara kredit
c. membeli perlengkapan kantor secara kredit
d. menerima pembayaran utang dari pelanggan
e. pemilik menyetor uang tunai sebagai modal perusahaan
13. Transaksi berikut ini akan mengurangi jumlah harta dan diikuti dengan pengurangan pada utang adalah:
a. diterima pembayaran pekerjaan bulan lalu
b. membayar sisa utang dagang pada Toko Bintang
c. penyusutan peralatan kantor yang diperhitungkan bulan ini
d. pemilik perusahaan mengambil uang untuk keperluan pribadi
e. menyerahkan faktur untuk pekerjaan servis yang telah selesai
B. Kerjakan soal berikut ini dalam persamaan dasar akuntansi
Berikut ini adalah transaksi yang terjadi pada usaha salon “Beauty” pada bulan Agustus 2008:
1. Anindya pemilik salon menyetorkan modal tambahan sejumlah Rp 8.500.000,-
2. membeli peralatan rias wajah secara tunai Rp 600.000,-
3. menerima pembayaran dari pelanggan atas jasa rias pengantin dan sewa pakaian bulan lalu sebesar Rp 5.500.000,-
4. Membeli peralatan rias pengantin berup pakaian secara kredit Rp 3.500.000
5. membayar gaji karyawan salon Rp 3.000.000
6. Anindya mengambil modal untuk kepentingan pribadinya sebesar Rp 1.000.000,-
7. Menerima pembayaran dari pelanggannya sebesar Rp 4.000.000
8. membayar lunas utang atas pembelian pakaian tunggal 4 yang lalu
9. Telah diselesaikan rias pengantin dan dekorasinya sudah Rp 7.500.000.
10. Membayar biaya telepon Rp 300.000,-
KUNCI JAWABAN
1. c
2. d
3. b
4. a
5. d
6. c
7. d
8. c
9. c
10. b
11. d
12. d
13. b
PENILAIAN KOGNITIF
Kode Soal Jumlah soal Skor tiap soal Skor maksimal Skor perolehan
A Obyektif 13 2 26
B Essay 10 5 50
Jumlah 76
PENILAIA AFEKTIF
NAMA :
KELAS :
BIDANG STUDI : Ekonomi
1. Keaktifan menjawab pertanyan guru/siswa atau prsentasi (skor 2):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
2. Keaktifan bertanya (skor 3):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
3. Keaktifan menyanggah / menanggapi jawaban teman (skor 4):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
4. Keaktifan Menyimpulkan materi (skor 5):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
Total Perolehan skor (1+2+3+4) = ………
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Balong
Mata Pelajaran : Ekonomi
Pokok Bahasan : Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
Kelas/Semester : XI / 2
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI : 5. Memahami Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
B. KOMPETENSI DASAR : 5.3 Mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit
C. INDIKATOR : 1. Menafsirkan definisi perusahaan jasa
2. Menganalisis bukti transaksi keuangan/bukti pencatatan
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran ini berakhir siswa mampu:
1. Mendefinisikan perusahaan jasa
2. menganalisis bukti transaksi keuangan/bukti pencatatan
E. MATERI PEMBELAJARAN
A. Perusahaan jasa
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatan utamanya membeirkan pelayanan kepada masyarakat. Contoh peusahaan yang begerak di bidang jasa telekomunikasi, ransportasi, ekpedisi, akomodasi dll.
Adapun karakteristik perusahaan jasa adalah:
1. Intangibility (tidak berwujud), yaitu sifat jasa tidak dapat dilihat dan diraba.
2. Variability (berubah-ubah), yaitu isfat jasa yang senantiasa beubah karena dipengaruhi oleh elera, waktu tempat dan karakteristik
3. Parishability (tidak ada disimpan) yaitu sifat jasa yang tidak dpat disimpan dan dijual pada waktu lain. Oleh karena itu perusahaan jasa tidak memiliki persediaan jasa.
4. Insparasi dan penjualan jasa, yang merupakan eksatuan antara produksi dan penjualan jasa, karena produksi dan penjualan terjadi pda waktu yang bersamaan.
B. Analisis Bukti Transaksi
1. Faktur
CV Laboratorium Edukasi Nomor : …………
Jl. Bromo 16 Tanggal : ………...
Malang Telp. (0341) 368639
FAKTUR
Kepada …………….
……………………..
……………………..
No Nama barang Banyaknya Harga satuan jumlah
Bagian penjualan,
…………………
2. Kuitansi
Nomor: ………….
Telah terima dari
………………………
Untuk pembayaran
………………………
………………………
Jumlah Rp. ………….
Malang ……………...
……………………… Nomor: ………….
Telah terima dari : ………………………………...
…………………………………………………….
Untuk pembayaran ……………………………….. ……………………………………………………..
Malang ……………
Rp ……………
…………………….
3. Nota Debet
CV Laboratorium Edukasi Nomor : …………
Jl. Bromo 16 Tanggal : ………...
Malang Telp. (0341) 368639
Kepada …………….
……………………..
……………………..
NOTA KREDIT
Kami telah mengkredit akun Saudara berupa ………………………………
………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………
Hormat kami,
……………..
Sedangkan tanda bukti intern berupa:
CV Laboratorium Edukasi Nomor : ……/KM/…
Jl. Bromo 16 Tanggal : ………...
Malang Telp. (0341) 368639
BUKTI KAS MASUK
Dibayarkan kepada : ………………………………………………………
Jumlah : ………………………………………………………
Keterangan : ………………………………………………………
………………………………………………………
Disetujui oleh: dibukukan oleh diterima oleh
……………… ……………… ………………
CV Laboratorium Edukasi Nomor : ……/KK/…
Jl. Bromo 16 Tanggal : ………...
Malang Telp. (0341) 368639
BUKTI KAS KELUAR
Dibayarkan kepada : ………………………………………………………
Jumlah : ………………………………………………………
Keterangan : ………………………………………………………
………………………………………………………
Disetujui oleh: dibukukan oleh diterima oleh
……………… ……………… ………………
F. PENDEKATAN, METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
Pendekatan : Konstruktivis
Model Pembelajaran : Kooperatif
Meodel Pembecalajaran Pertemuan 1 : Brainstorming
Meodel Pembecalajaran Pertemuan 2 : NHT
G. MEDIA /SUMBER PEMBELAJARAN
Media : 1. Lembar Kerja Siswa (LKS) KD: 5.2
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akuntansi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Alam, S.2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis
- Habibi, M & Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA Kelas XI. Bandung: Regina.
- Sukwiati, J. & Sudirman S. 2007. Ekonomi SMA Kelas XI, Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akuntansi dan sumber lain yang relevan.
H. SKENARIO PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
No Kegiatan Gutu Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1
Kegiatan Awal
Guru Membuka pelajaran dengan menggali pengalaman siswa tentang perusahan jasa, dengan beberapa petanyaan diantaranya:
a. Sebutkan contoh perusahaan jasa
b. Apa bdanya antara usaha jasa dan usaha dagang
Diharapkan siswa menjawab
a. Telkom, hotel, biro perjalanan, servis, penjahit, salon dsb.
b. Usaha jasa memberikan pelayanan,s edangkan usaha dagang jual beli barang dagang
10 menit
1
2
3
4. Kegiatan Inti
Guru membagi siswa untuk berpasangan
Guru membagikan wacana /materi, tiap siswa untuk membaca dan membuat ringkasan
Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama beperan sebagai pembicara dan siapyg beperan sebagai pendengar
Guru memberi kuis
Siswa mencari pasangan
Siswa membaca dan membuat ringkasan
Siswa secara berpasangan berganti peran untuk menjadi pembicara dan pendengar. Pembicara memecahkan ringkasannya selengkap mungkin. Dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya, sementara pendengar:
- menyimak/ mengoreksi /menunjukkan ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau.
- Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan dengan materi lainnya.
(Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya)
Siswa mengerjakan kuis yang diberikan guru
5 menit
15 menit
20 menit
10 menit
1
2 Kegiatan Penutup
Guru membantu siswa menyimpulkan materi yang dibahas, dan memberikan refleksi
Guru membeirkan tugas dirumah untuk mempelajari materi berikutnya
Siswa dibantu guru menyimpulkan materi
Siswa menerima tugas dari guru
10 menit
Pertemuan 2
No Kegiatan Gutu Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1
Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan menunjukkan contoh-contoh tanda bukti transaksi, siswa diminta menyebutkan nama bukti yang ditunjukkan
Diharapkan siswa menyebutkan nama bukti transaksi yang ditunjukkan oleh guru
10 menit
1
2
3 Kegiatan Inti
Guru menyiapkan beberapa kartu, terdiri dari kartu soal dan kartu jawaban sesuai dengan topic yang dibahas dan dibeirkan pada setiap siswa, untuk dipikirkan soal/jawabnya
Guru meminta siswa untuk mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal/jawaban), setiap siswa yang dapat mencocokan kartunya sbelum batas waktu diberi poin.
Setelah satu babak, guru mengocok kartu lagi, agar setiap siswa mendapatkan kartu yang berbeda dari sebelumnya.
Siswa menerima satu buah kartu dari guru dan memikirkan soal/jawabanya
Siswa berusaha segera mencocokkan kartu yang dipegangnya untuk mendapatkan jawaban yang benar
Siswa mengikuti babak berikutnya
10 menit
Putaran I (30 menit)
Putaran 2
(30 menit)
1
2 Kegiatan Penutup
Guru memberikan penekanan pada mateir yang belum dikuasai
Siswa memperhatikan dan menanyakan kembali hal-hal yang dirasa belum dikuasai
10 menit
I. PENILAIAN
1. Teknik : Tulis
2. Bentuk Instrumen : Essay dan Obyektif test
3. Soal/terlampir
4. Kunci Jawaban/terlampir
5. Pensekoran jawaban/terlampir
6. Rubrik Penilaian/terlampir
Catatan : Ketuntasan KD ini sama dengan 100
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh skor minimal > 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan sebelumnya
Siswa yang telah tuntas diberi pengayaan pada pertemuan beirkutnya
Mengetahui
Kepala ……
___________________
NIP. Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran
_________________
NIP.
LEMBAR TUGAS SISWA
KD: 5.3.A
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI / 2
Pokok Bahasan : Perusahaan Jasa
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
I. PETUNJUK KEGIATAN
1. Bacalah petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum anda mengerjakan tugas
2. Guru membagi siswa untuk berpasangan
3. Guru membagikan wacana/materi, tiap siswa untuk membaca dan membuat ringkasan
4. Guru dan siswa menetapkan siap yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
5. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya, sementara pendengar
- Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
- Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
6. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar
WACANA
PERUSAHAAN JASA
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak perusahaan yang berada di sekitar kita, baik yang dimiliki oleh perorangan maupun kelompok. Perusahaan tersebut bergerak dalam berbagai biang diantaranya bidang ekstraktif, agrris, industri, perdaangan dan jasa.
Secara umum perusahan jasa dapat digolongkan menjadi beberapa golongan diantaranya sebagai berikut:
1. Perusahaan jasa keuangan seperti bank, asuransi, pegadaian, pembiayan dan lain-lain
2. Perusahaan jasa penginapan seperti hotel, losmen, motel rumah kos dan lain-lain
3. Perusahaan jasa transportasi seperti kereta api, bus, truk, kapal laut, kapal udara dan lain-lain.
4. Perusahaan jasa telekomunikasi sepeti telepon, telex, surat dan lain-lain
5. Perusahaan jasa umum seperti bengkel, servis, penjahit, konsultan dan lain-lain
Perusahaan jasa memiliki cirri-ciri sebagai berikut:
1. Kegiatan utamanya adalah memberi pelayanan jasa kepada pihak lain
2. Tidak mempunyai persediaan barang
3. jasa yang diberikan kepada orang lain berasal dari usaha sendiri
4. Pendapatan utamanya berupa balas jasa yang diterima dari pihak lain
5. Biaya utamanya adalah biaya administrasi
EVALUASI
PETUNJUK PILIHAN GANDA
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat
1. Perusahaan jasa adalah perusahaan yang kegiatan utamanya?
a. melakukan jual beli barang
b. menjual perlengkapan dan peralatan
c. memberikan layanan komunikasi
d. memberikan servise
e. memberikan layanan jasa
2. Dibawah ini termasuk beberapa jenis usaha
1) Hotel
2) Tempat wisata
3) Swalayan
4) Konsultan
5) Maal
Yang termasuk usaha dibidang jasa adalah:
a. 1, 2 dan 3 d. 1, 2 dan 4
b. 2, 3 dan 4 e. 2, 4 dan 5
c. 3, 4 dan 5
3. Sumber pendapatan utama usha jasa berasal dari
a. penjualan aktiva d. penjualan peralatan
b. penjualan perlengkapan e. pendapatan komisi
c. pemberian layanan
4. Bukti pencatatan dari transaksi jual beli yang dilakukan secara kredit adalah:
a. Memo d. nota debet
b. Faktur e. nota kredit
c. kuitansi
5. Bila kita melakukan penjualan sejumlah barang secara kredit maka kita akan membeirkan bukti transaksi:
a. faktur pembelian d. nota kredit
b. faktur penjualan e. kuitansi
c. nota debet
6. Pihak yang mempunyai kewajiban membuat kuitansi adalah
a. pihak penjual d. pihak yang menyerahkan uang
b. pihak pembeli e. penjual barang secara tunai
c. pihak yang menerima uang
7. Barang yang dikirim kembali kepada penjualnyakarena mutu tidak sesuai dengan pesanan, bukti transaksi yang digunakan:
a. nota debet d. memo
b. nota kredit e. faktur
c. kuitansi
8. Bukti pencatatan dari pemakaian perlengkapan, penyusutan adalah:
a. nota debet d. memo
b. nota kredit e. faktur
c. kuitansi
9. Untuk bukti pencatatan dari penerimaan sejumlah uang secara intern, dibuat:
a. Kuitansi d. bukti penerimaan kas
b. nota debet e. bukti pengeluaran kas
c. nota kredit
10. Bukti pencatatan dari pengeluaran sejumlah uang secara intern, disebut:
a. Kuitansi d. bukti penerimaan kas
b. nota debet e. bukti pengeluaran kas
c. nota kredit
KUNCI JAWABAN
1. E
2. D
3. C
4. B
5. B
6. C
7. A
8. D
9. D
10. E
PENILAIAN KOGNITIF
Kode Soal Jumlah soal Skor tiap soal Skor maksimal Skor perolehan
A Obyektif 10 2 20
Jumlah 20
PENILAIA AFEKTIF
NAMA :
KELAS :
BIDANG STUDI : Ekonomi
1. Keaktifan menjawab pertanyan guru/siswa atau prsentasi (skor 2):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
2. Keaktifan bertanya (skor 3):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
3. Keaktifan menyanggah / menanggapi jawaban teman (skor 4):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
4. Keaktifan Menyimpulkan materi (skor 5):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
Total Perolehan skor (1+2+3+4) = ………
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KD 5.3.B
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Ekonomi
Pokok Bahasan : Analisa transaksi (D/K)
Kelas/Semester : XI / 2
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI : 5. Memahami Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
B. KOMPETENSI DASAR : 5.3 Mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debet dan kredit
C. INDIKATOR : Menganalisis bukti transaksi keuangan /bukti pencatatan
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Siswa dapat menganalisa bukti transaksi keuangan (D/K)
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Bukti Transaksi
Macam-macam bukti transaksi keuangan anara lain:
a. transaksi tunai (kwitansi, cek)
b. transaksi kredit (faktur)
c. retur (nota debet / nota kredit)
2. Analisa Transaksi (D/K)
a. Menyetorkan uang pribadi untuk modal usaha
Kas bertambah (D) Modal bertambah (K)
b. Mmbeli peralatan secara tunai
Peralatan bertambah D, kas berkurang
c. Membeli perlengkapan secara kredit
Perlengkapan bertambah (D), utang bertambah (K)
d. Membayar beban
Beban bertambah (D), Kas berkurang (K)
e. Menerima pendapatan usaha
Kas bertambah (D), pendapatan usaha bertambah (K)
f. Membayar utang usaha
Utang berkurang (D), kas berkurang (K)
g. Mengambil uang perusahaan untuk kepentingan pribadi
Prive bertambah (D), kas berkurang (K)
F. METODE/MODEL PEMBELAJARAN
- Metode Pembelajaran : CTL (Contextual Teaching and Learning)
- Metode Pembelajaran : Think Pair and Share (TPS)
G. MEDIA /SUMBER PEMBELAJARAN
Media : 1 lembar kerja siswa (LKS) SD 5.3 B
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akuntansi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Alam, S.2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis
- Habibi, M & Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA Kelas XI. Bandung: Regina.
- Sukwiati, J. & Sudirman S. 2007. Ekonomi SMA Kelas XI, Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akuntansi dan sumber lain yang relevan.
H. SKENARIO PEMBELAJARAN
No Kegiatan Gutu Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1
Kegiatan Awal
Guru memulai pelajaran dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi yang akan disampaikan
Siswa merespon pertanyaan guru
10 menit
1
2
3
4
5 Kegiatan Inti
Guru menyampaikan materi dan kompetensi yang ingin dicapai
Guru membagikan LKS kepada setiap siswa, siswa diminta untuk memikirkan jawabannya.
Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (dalam kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing.
Guru meminta siswa untuk membentuk kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4 orang, bertugas mendiskusikan dari hasil pekerjaannya.
Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya. Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan emnambah materi yang belum diungkapkan pada siswa.
Siswa memperhatikan penjelasan guru
Siswa menerima LKS dari guru
Siswa secara berpasangan saling mengutarakan jawabannya dan membuat baru yang paling tepat
Siswa bergabung dalam kelompok untuk saling membahas hasil pekerjannya
Siswa secara bergilir mengadakan diskusi kelas.
10 menit
10 menit
10 menit
10 menit
40 menit
1 Kegiatan Penutup
Guru membantu siswa menyimpulkan materi
Siswa dibantu guru menyimpulkan materi
5 menit
I. PENILAIAN
1. Teknik : Tulis
2. Bentuk Instrumen : Essay dan Obyektif test
3. Soal/terlampir
4. Kunci Jawaban/terlampir
5. Pensekoran jawaban/terlampir
6. Rubrik Penilaian/terlampir
Catatan : Ketuntasan KD ini sama dengan 100
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh skor minimal > 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan sebelumnya
Siswa yang telah tuntas diberi pengayaan pada pertemuan beirkutnya
Mengetahui
Kepala ……
___________________
NIP. Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran
_________________
NIP.
LEMBAR TUGAS SISWA
KD 5.3.B
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/2
Pokok Bahasan : Analisa Transaksi (D/K)
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
I. PETUNJUK KEGIATAN
1. Bacalah petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum anda mengerjakan tugas
2. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi / permasalahan yang disampaikan guru
3. Siswa memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
4. Berawal dari kegiatan tersebut mengarahkan pembicaraanpada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan pada siswa.
II. SOAL
Buatlah analisis dari transaksi berikut ini:
No Transaksi Bukti transaksi Analisis
1 Menerima setoran uang tunai dari pemilik sebesar Rp 3.000.000,- Kuitansi
2 Membeli peralatan secara tunai Rp 1.000.000,- Nota kontan
3. Membeli peralatan secara kredit Rp 500.000,- Faktur
4. Melunasi utang Rp 300.000,- Kuitansi
5. Menerima pelunasan piutang Rp 400.000,- Kuitansi
6 Membayar beban listrik Rp 100.000 Kuitansi
EVALUASI
Transaksi berikut diperoleh dari Biro Perjalanan Wisata “CEPAT SELAMAT” yang terjadi selama bulan Agustus 2008 sebagai berikut:
Tanggal 1 Tuan Slamet menyerahkan uang tunai Rp 20.000.000,00 dan kendaraan senilai Rp 90.000.000,00 sebagai modal awal usahanya.
Tanggal 2 Dibeli peralatan Rp 5.000.000,00 dibayar tunai sebesar Rp 2.000.000,00 sisanya kemudian.
Tanggal 4 Dibeli perlengkapan secara kredit dari Toko Murah seharga Rp 400.000,00
Tanggal 6 Dibayar beban sewa untuk satu tahun sebesar Rp 2.400.000,00
Tanggal 8 Dibeli BBM sebesar Rp 250.000,00
Tanggal 9 Diterima pendapatan jasa dari pelanggan baru sebesar Rp 2.900.000,00
Tanggal 10 Dibayar beban rekening listrik dan telepon masing-masing Rp 180.000,00 dan Rp 250.000,00
Tanggal 12 Telah diselesaikan jasa perjalanan wisata senilai Rp 2.000.000,00 yang telah dibayar 50%
Tanggal 13 Dibeli BBM seharga Rp 500.000,00
Tanggal 15 Dibayar gaji karyawan Rp 1.500.000,00
Tanggal 17 Melunasi utang atas transaksi tanggal 4 Januari kepada Toko Murah
Tanggal 19 Pemilik mengambil uang kas perusahaan untuk keperluan pribadinya Rp 250.000,00
Tanggal 21 Diterima piutang sebesar Rp 500.000,00
Tanggal 27 Dibayar biaya asuransi sebesar Rp 300.000,00 untuk satu tahun
Tanggal 27 Diterima pendapatan komisi Rp 200.000,00
Tanggal 31 Diterima pendapatan bunga bank Rp 150.000,00
Diminta:
Dari transaksi di atas buatlah analisis transaksinya.
LEMBAR KERJA SISWA
Tanggal Bukti transaksi Analisis Transaksi
KUNCI JAWABAN
Tanggal Bukti transaksi Analisis Transaksi
2008 Agustus 1 Kuitansi Kas bertambah (D) Rp 20.000.000
Kendaraan bertambah (D) Rp 90.000.000
Modal bertambah (D) 110.000.000
2 Kuitansi Faktur Peralatan bertambah (D) Rp 5.000.000,-
Kas berkurang (K) Rp 2.000.000,-
Utang bertambah (K) Rp 3.000.000,-
4 Faktur Perlengkapan bertambah (D) Rp 400.000,-
Utang bertambah (K) Rp 400.000
6 Kuitansi Beban sewa bertambah (D) Rp 2.400.000,-
Kas berkurang (K) Rp 2.400.000,-
8 Kuitansi BBM bertambah (D) Rp 250.000,-
Kas bekruang (K) Rp 250.000,-
9 Kuitansi Kas bertambah (D) Rp 2.900.000,-
Pendp. Jasa bertambah (K) Rp 2.900.000,-
10 Kuitansi Beban listri betambah (D) Rp 180.000,-
Beban Telepon bertambah (D) Rp 200.000,-
Kas berkurang (K) Rp 380.000,-
12 Kuitansi faktur Kas bertambah (D) Rp 1.000.000,-
Piutang bertambah (D) Rp 1.000.000,-
Pendpt. Jasa bertambah (K) Rp 2.000.000
13 Kuitansi BBM bertambah (D) Rp 500.000
Kas berkurang (K) Rp 500.000
15 Kuitansi Beban Gaji betambah (D) Rp 1.500.000
Kas bekruang (K) 1.500.000
17 Kuitansi Utang berkurang (D) Rp 4.000.000
Kas berkurang (K) Rp 400.000
19 Kuitansi Prive bertambah (D) Rp 250.000
Kas berkurang (K) Rp 250.000
21 Kuitansi Kas bertambah (D) Rp 500.000
Piutang berkurang (K) Rp 500.000
25 Kuitansi Beban asuransi bertambah (D) Rp 200.000
Kas berkurang (K) Rp 300.000
27 Kuitansi Kas bertambah (D) Rp 200.000,-
Pendpt. Komisi bertambah (K) Rp 200.000
31 Kuitansi Kas bertambah (D) Rp 150.000,-
Pendpt. Bunga bertambah (K) Rp 150.000,-
PENILAIAN KOGNITIF
No Soal Jumlah Soal Skor Tiap Soal Skor Maksimal Perolehan Skor
1 ESSAY 16 5 90
Jumlah 90
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Kd: 5.4
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI / 2
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI : 5. Memahami Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
B. KOMPETENSI DASAR : 5.4 Mencatat transaksi/dokumen ke dalam jurnal umum
C. INDIKATOR : Menjurnal transaksi kekuangan
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran ini berakhir siswa mampu:
Mencatat transaksi / dokumen ke dalam jurnal umum
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Jurnal
Jurnal adalah buku pertama untuk mencatat transaksi keuangan secara kronologis (menurut urutan tanggal) ke dalam kelompok akun debet dan akun kredit.
2. Fungsi jurnal
a. Fungsi histories
Jurnal merupakan tempat mencatat menurut urutan tanggal terjadinya transaksi dan kejadian.
b. Fungsi mencatat
Jurnal akan mencatat semua transaksi dankejadian di dalam perusahaan
c. Fungsi instruksi
Analisis dalam jurnal akan menhasilkan beberapa debet dan beberapa kredit
d. Fungsi instruksi
Jurnal memerintahkan pencatatan debet dan kredit dalam buku besar sesuai dengan jumlahnya.
e. Fungsi informative
Jurnal memberikan keterangan tentang kejadian perusahaan sehari-hari.
3. Kegunaan Jurnal
Jurnal berguna untuk menjembatani pencatatan transaksi dari buku harian kea kun buku besar, dan mengontrol keseimbangan jumlah debet dan jumlah kredit.
4. Jenis Jurnal
Jurnal terdiri dari jurnal umum dan jurnal khusus (khusus dalam pembahasan ini akan dibahas jurnal umum saja)
Dalam jurnal umum dapat juga dicatat jurnal penyesuaian, jurnal penutup, dan jurnal pembalik.
Dengan akuntansi yang dinamakan sebagai jurnal adalah jurnal umum (pada perusahaan jasa) dan juga jurnal khusus (pada perusahan dagang). Karena pada semester dua kelas XI kita belajar tentang perusahaan jasa, maka pertemuan ini yang akan dibahas adalah jurnal umum. Jurnal umum adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan jasa yang dilakukan secara kronologis dengan menunjukkan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya maisng-masing. Bentuk jurnal umum yang sederhana adalah sebagai berikut:
Perusahaan jasa ………
Jurnal Umum
Bulan ………………
Tanggal Akun/keterangan Ref. Jumlah
Debet Kredit
2008 Feb. 14 Mesin cetak
Utang usaha 122
201 Rp 1.800.000
Rp 1.800.000
Jumlah
Keterangan cara pengisian:
a. Kolom tanggal
Kolom ini digunakan untuk mencatat tanggal, bulan dan tahun dari setiap transaksi
b. Kolom akun / keterangan
Kolom ini diisi dengan nama akun dari setiap transaksi yang didebet maupun dikredit disertai dengan keterangan singkat dari transaksi tersebut.
c. Kolom Referensi (Ref)
Kolom ini diisi dengan nomor kode akun/perkiraan yang didebet maupun kode akun yang dikredit pada saat memindahbukukan dari jurnal ke buku besar.
d. Kolom debet
Kolom ini diisi dengan jumlah yang seharusnya didebet
e. Kolom kredit
Kolom ini diisi dengan jumlah yang seharusnya dikredit
f. Kolom halaman
Setiap halaman jurnal diberi nomor urut yang akan digunakan untuk referensi (acuan) dalam meindahbukukan ke buku besar.
Jurnal yang dibuat hanya untuk satu transaksi saja disebut ayat jurnal. Antara ayat jurnal yang satu dengan ayat jurnal yang lain hendaknya diberi jarak satu baris, sehingga jelas terlihat batas antara jurnal yang satu dengan jurnal lainnya. Kolom nomor rekening tidak diisi pada saat menjurnal. Kolom ini harus diisi dengan nomor rekening setelah jurnal tersebut dicatat dalam rekening-rekening yang bersangkutan di buku besar. Dengan cara demikian maka akan dapat diketahui jurnal-jurnal yang telah dibukukan ke buku besar dan jurnal-jurnal mana yang belum dicatat di buku besar.
F. PENDEKATAN, METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
Model Pembelajaran: CTL (Contextual Teaching and Learning)
Model Pembelajaran : NHT (Numbered Heads Together)
G. MEDIA / SUMBER PEMBELAJARAN
Media : 1. Lembar Kerja Siswa (LKS) KD: 5.4
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akuntansi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Alam, S.2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis
- Habibi, M & Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA Kelas XI. Bandung: Regina.
- Sukwiati, J. & Sudirman S. 2007. Ekonomi SMA Kelas XI, Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akuntansi dan sumber lain yang relevan.
H. SKENARIO PEMBELAJARAN
No Kegiatan Gutu Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1
Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaan dengan menggali pengalaman siswa tentang pentingnya pencatatan transaksi/bukti transaksi ke dalam jurnal, beurpa pertanyaan diantaranya membayar biaya telepon Rp 500.000, bagaimanakah analisa transaksinya?
Diharapkan siswa menjawab: Biaya telepon bertambah (D) Rp 500.000 dan Kas berkurang (K) Rp 500.000
10 menit
1
2
3
4
5
Kegiatan Inti
Guru meminta siswa untuk membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang, setiap anggota kelompok diberi nomor urut 1 sampai 5
Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mengerjakan transaksi keuangan pada perusahaan jasa yang terdapat dalam LKS
Setiap kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya
Setelah selesai diskusi dalam diskusi kelompok, guru memanggil salahs atu nomor siswa, siswa yang nomornya dipanggil melaporkan hasil kerja mereka, kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya
Jika usdah selesai guru memanggil nomor lainnya begitu seterusnya
Siswa membentuk kelompok sesuai dengan petunjuk guru
Sisa menerima lKS dan mengerjakan sesuai tugasnya
Siswa mendiskusikan hasil pekerjaannya dalam kelompok
Siswa yang ditunjuk guru mempresentasikan hasil pekerjaannya dalam diskusi kelas
5 menit
15 menit
10 menit
35 menit
1
2 Kegiatan penutup
Guru membantu siswa menyimpulkan materi yang dibahas, dan memberikan refleksi
Guru memberikan tugas dirumah untuk mempelajari materi berikutnya
Siswa dibantu guru menyimpulkan materi
Siswa memperhatikan tugas yang diberikan oleh guru untuk mempersiapkan materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya
5 menit
I. PENILAIAN
1. Teknik : Tulis
2. Bentuk Instrumen : Essay dan Obyektif test
3. Soal/terlampir
4. Kunci Jawaban/terlampir
5. Pensekoran jawaban/terlampir
6. Rubrik Penilaian/terlampir
Catatan : Ketuntasan KD ini sama dengan 100
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh skor minimal > 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan sebelumnya
Siswa yang telah tuntas diberi pengayaan pada pertemuan beirkutnya
Mengetahui
Kepala ……
___________________
NIP. Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran
_________________
NIP.
LEMBAR TUGAS SISWA
KD: 5.4
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/2
Pokok Bahasan : Jurnal Umum
I. PETUNJUK KEGIATAN
1. Bacalah petunjuk kegiatan dengan seksama sebelum andamengerjakan tugas.
2. Guru membagi kelompok (masing-masing kelompok tediri dari 5 orang setiap anggota kelompok guru memberi nomor urut 1 sampai 5)
3. Setiap kelompok diminta berdiskusi untuk mengerjakan soal dibawah ini untuk mendapatkan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok dapat mengerjakan/mengetahui jawabannya.
4. setelah selesai diskusi dalam diskusi kelompok, Guru akan memanggil salahs atu nomor siswa, siswa yang nomornya dipanggil melaporkan hasil kerja mereka, kemudian ditanggapi oleh kelompok lainnya.
5. Jika sudah selesai guru memanggil nomor lainnya, begitu seterusnya.
II. SOAL
Transaksi berikut diperoleh dari Biro Perjalanan Wisata “CEPAT SELAMAT” yang terjadi selama bulan Agustus 2008 sebagai berikut:
Tgl 1 Tuan Slamet menyerahkan uang Tunai Rp 20.000.000 dan kendaraans enilai Rp 90.000.000 sebagai modal awal usahanya
Tgl 2 Dibeli peralaan Rp 5.000.000 dibayar tunai sebesar Rp 2.000.000 sisanya kemudian.
Tgl 4 Dibeli perlengkapan secara kredit dari Toko Murah seharga Rp 400.000.000
Tgl 6 Dibayar beban sewa untuk satu tahun sebesar RP 2.400.000
Tgl 8 Dibeli BBM sebesar Rp 250.000
Tgl 8 Dibayar beban rekening listrik dan elepon masing-masing Rp 80.000 dan Rp 50.000
Tgl 12 Telah diselesaikan jasa perjalanan wisata senilai Rp 2.000.000 yang telah dibayar 50%.
Tgl 13 Dibeli BBM seharga Rp 500.000
Tgl 15 Dibayar gaji karyawan Rp 600.000
Tgl 17 Melunasi utang atas transaksi tgl 4 Januari kepada Toko Murah
Tgl 19 Pemilik mengambil uang kas perusahaan untuk keperluan peribadinya Rp 250.000
Tgl 21 DIterima piutang sebesar Rp 500.000
Tgl 25 Dibayar biaya asuransi sebesar RP 300.000 untuk satu bulan
Tgl 27 Diterima pendapatan komisi Rp 200.000
Tgl 29 diterima pendapatan bunga bank Rp 60.000
Tgl 30 Ditaksir perlengkapan yang terpakai selama bulan Januari Rp 75.000
Tgl 31 Kendaraan yang dipakai disusutkan 5% petahunnya.
Diminta
Catatlah transaksi di atas ke dalam jurnal umum
LEMBAR KERJA SISWA
Tanggal Bukti transaksi Ref Debet Dredit
KUNCI JAWABAN
Tanggal Bukti transaksi Ref Debet Dredit
2008 Agustus 1 Kas
Kendaraan
Modal Rp 20.000.000
Rp 90.000.000
Rp 110.000.000
2 Peralatan
Kas
Utang usaha Rp 5.000.000
Rp 2.000.000
Rp 3.000.000
4 Perlengkapan
Utang usaha Rp 400.000
Rp 400.000
6 Beban sewa
Kas Rp 2.400.000
Rp 2.400.000
8 BBM
Kas Rp 2.500.000
Rp 250.000
8 Kas
Pendapatan jasa Rp 900.000
Rp 900.000
10 Beban listrik
Beban telepon
Kas Rp 50.000
Rp 80.000
Rp 130.000
12 Kas
Piutang Usaha
Pendapat jasa Rp 1.000.000
Rp 1.000.000
Rp 2.000.000
13 BBM
Kas Rp 500.000
Rp 500.000
15 Beban gaji
Kas Rp 600.000
Rp 600.000
17 Utang usaha
Kas Rp 400.000
RP 400.000
19 Prive
Kas Rp 250.000
Rp 250.000
21 Kas
Piutang usaha Rp 400.000
Rp 400.000
25 Beban asuransi
Kas Rp 300.000
Rp 300.000
27 Kas
Pendp. Komisi Rp 500.000
Rp 500.000
29 Kas
Pendp. Bunga Rp 60.000
Rp 60.000
30 Beban perlengkapan
Perlengkapan Rp 75.000
Rp 75.000
31 B. Peny. Kendaraan
Akm.Peny Kend Rp 375.000
Rp 375.000
PENILAIAN KOGNITIF
No Soal Jumlah Soal Skor Tiap Soal Skor Maksimal Perolehan Skor
1 ESSAY 16 5 90
Jumlah 90
EVALUASI
Transaksi berikut diperoleh dari Servis Elektronik “NIRWANA” yang terjadi selama bulan Juli 2008 sbb:
Tgl 1 Tuan Irwan menyerahkan gedung senilai Rp 80.000.000,00 dan kendaraan senilai Rp 15.000.000,00 sebagai modal awal usahanya
Tgl 5 Dibeli peralatan Rp 5.000.000,00 dibayar tunai sebesar Rp 2.000.000,00 sisanya dibayar kemudian
Tgl 7 Dibeli, perlengkapan salon secara kredit dan Toko Murah seharga Rp 400.000,00
Tgl 10 Dibayar beban iklan untuk satu tahun sebesar Rp 300.000,00 dicatat dengan menggunakan pendekatan laba/rugi
Tgl 12 Diterima pendapatan jasa dari pelanggan baru sebesar Rp 900.000,00
Tgl 15 Dibayar beban rekening listrik dan telepon masing-masing Rp 100.000,00 dan Rp 150.000,00
Tgl 17 Telah diselesaikan jasa servis senilai Rp 2.000.000,00 yang telah dibayar 25%
Tgl 20 Dibayar gaji karyawan Rp 60.000,00
Tgl 23 Melunasi utang atas transaksi tgl 5 Januari kepada Toko Murah
Tgl 25 Pemilik mengambil uang kas perusahaan untuk keperluan pribadinya Rp 75.000,00
Tgl 27 Diterima pelunasan piutang atas penyelesaian jasa servis tanggal 17 Januari 2007 yang lalu
Tgl 29 Dibayar biaya asuransi sebesar Rp 600.000,00 untuk satu tahun dicatat dengan menggunakan pendekatan neraca
Tgl 31 Diterima pendapatan komisi Rp 200.000,-
Diminta
Catatlah transaksi diatas ke dalam jurnal umum
KUNCI JAWABAN
Servis Elektronik “NIRWANA”
Jurnal Umum
Bulan Juli 2008
Tanggal Nama akun Debet Kredit
2008 Juli 1 Kas
Kendaraan
Modal Rp 20.000.000,00
Rp 90.000.000,00
Rp 110.000.000,00
2 Perlatan
Kas
Utang usaha Rp 5.000.000,00
Rp 2.000.000,00
Rp 3.000.000,00
4 Perlengkapan
Utang Usaha Rp 400.000,00
Rp 400.000
6 Beban sewa
Kas Rp 2.400.000
Rp 2.400.000,00
8 BBM
Kas Rp 250.000,00
Rp 250.000,00
8 Kas
Pendapatan Jasa Rp 900.000,00
Rp 900.000,00
10 Beban listrik
Beban telepon
Kas Rp 50.000
Rp 80.000,00
Rp 130.000,00
12 Kas
Piutan usaha
Pendapatan jasa Rp 1.000.000,00
Rp 1.000.000
Rp 2.000.000,00
13 BBM
Kas Rp 500.000,00
Rp 500.000,00
15 Beban gaji
Kas Rp 600.000,00
Rp 500.000,00
17 Utang usaha
Kas Rp 400.000
Rp 400.000,00
19 Prive
Kas Rp 250.000,00
Rp 250.000,00
21 Kas
Piutang Usaha Rp 500.000,00
Rp 500.000,00
27 Beban asuransi
Kas Rp 300.000,00
Rp 300.000,00
31 Kas
Pendp. Komisi Rp 200.000,00
Rp 200.000,00
PENILAIAN KOGNITIF
No Soal Jumlah Soal Skor Tiap Soal Skor Maksimal Perolehan Skor
1 ESSAY 13 5 45
Jumlah 45
PENILAIA AFEKTIF
NAMA :
KELAS :
BIDANG STUDI : Ekonomi
1. Keaktifan menjawab pertanyan guru/siswa atau prsentasi (skor 2):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
2. Keaktifan bertanya (skor 3):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
3. Keaktifan menjawab pertanyan guru/siswa atau prsentasi (skor 4):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
4. Keaktifan bertanya (skor 5):
TEMPAT STIKER TOTAL SKOR
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
………………………………………………………………………
• Bentuk 2 kolom
Nama akun
Tgl Keterangan Ref Jumlah Tgl Keterangan Ref Jumlah
• Bentuk 3 kolom
Nama akun
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit D/K Saldo
• Bentuk 4 Kolom
Nama akun
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Keterangan cara pengisian bentuk akun di atas adalah:
a. Nama akun diisi dengan nama akun, misalnya: Kas, piutang, Modal, Pendapatan dan lain-lain
b. Nomor akun diisi dengan nomor kode yang telah ditetapkan untuk akun tersebut, misalkan akun kas kode 111, akun piutang kode 112, akun Modal kode 311, akun pendapatan kode 411
c. Kolom tanggal diisi dengan bagian paling atas ditulis tahun, dibawahnya nama bulan dan di kolom kecil diisi tanggal terjadinya transaksi. Jika bulannya sama maka nama bulan cukup ditulis satu kali saja.
d. Kolom keterangan diisi dengan keterangan singkat mengenai transaksi tersebut dan penjelasan singkat ini sudah dibuat dalam jurnal.
e. Kolom Ref (Referensi) diisi dengan halaman jurnal dari mana transaksi tersebut dipindahkan
f. Kolom debet dan kredit diisi dengan jumlah transaksi yang tercatat dalam jurnal
4. Pemindah bukuan
Langkah-langkah pemindahbukuan (posting)
a. Pindahkan tanggal yang terdapat dalam jurnal ke kolom tanggal pada akun.
b. Pindahkan keterangan singkat yang terdapat pada kolom jurnal ke dalam keterangan pada akun.
c. Pindahkan halaman jurnal ke dalam kolom ref di akun, dan pindahkan juga nomor kode akun pada kolom ref di jurnal.
d. Pindahkan jurnal debet dari jurnal ke kolom debet akun dan jumlah kredit jurnal ke kredit akun yang bersangkutan.
Contoh sbb:
CV SENTOSA
Jurnal Umum
Bulan Mei 2008
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit
2008 Mei 1 Kas 111 Rp 1.000.000
Piutang usaha 112 Rp 1.000.000,-
F. PENDEKATAN METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
- Metode pembelajaran : Kooperatif
- Model Pembelajaran : Jigsaw (Tim Ahli)
G. MEDIA / SUMBER PEMBELAJARAN
Media : 1. Lembar Kerja Siswa (LKS) KD: 5.5A
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akutansi SMA untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga
- Alam, S. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta. Esis.
- Habibi, M. & Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA Kelas XI. Bandung Regina.
- Sukwiati, J. & Sudirman S. 2007. Ekonomi SMA Kelas XI. Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akutansi dan Sumber lain yang relevan
H. SKENARIO PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
No Kegiatan Gutu Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan memberikan apersepsi dan pertanyaan berkaitan dengan materi yang akan dibahas
Siswa secara berkompetisi menjawab pertanyaan guru
10 menit
1
2
3 Kegiatan Inti
Guru meminta siswa untuk membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 orang anggota (A, B, C dan D)
Guru memberikan tugas yang berbeda pada setiap anggota kelompok dan setiap anggota diminta membaca bagian materi yang ditugaskan
Setiap anggota dalam kelompok yang mempunyai tugas sama berkumpul jadi satu dalam kelompok baru (tim ahli) untuk mendiskusikan tugas mereka.
Siswa membentuk kelompok sesuai petunjuk guru
Siswa menerima tugas dari guru dan memahami isinya
Siswa berkelompok sesuai dengan kelompok ahli untuk mendiskusikan tugasnya
5 menit
5 menit
15 menit
I. PENILAIAN
1. Teknik : Tulis
2. Bentuk Instrumen : Essay dan Obyektif test
3. Soal/terlampir
4. Kunci Jawaban/terlampir
5. Pensekoran jawaban/terlampir
6. Rubrik Penilaian/terlampir
Catatan : Ketuntasan KD ini sama dengan 100
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh skor minimal > 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan sebelumnya
Siswa yang telah tuntas diberi pengayaan pada pertemuan beirkutnya
Mengetahui
Kepala ……
___________________
NIP. Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran
_________________
NIP.
LEMBAR TUGAS SISWA
KD 5.5 A
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas : XII / I
Materi : Buku Besar
I. PETUNJUK
1. Bacalah perintah dan soalnya secara seksama
2. Buatlah kelompok satu kelompok beranggotakan 4 orang (A, B, C dan D)
3. Jika anda anggota A, tugas anda memahami perintah A
Jika anda anggota B, tugas anda memahami perintah B
Jika anda anggota C, tugas anda memahami perintah C dan
Jika anda anggota D, tugas anda memahami perintah D
4. Jika anda sudah paham, setiap kelompok yang memiliki tugas sama berkumpul menjadi satu dalam kelompok ahli, mendiskripsikan untuk mengerjakan tugasnya.
5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli, silahkan kembali ke kelompok asalnya dan mejelaskan ke teman satu timnya secara begantian, sedangkan teman lainnya memperhatikan
6. Jika sudah selesai, kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
Soal II
Dari jurnal umum berikut ini postinglah ke dalam buku besar
PT DUTA KARYA
Jurnal Umum
Bulan April 2008
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit
2008 April 1 Kas Rp 6.700.000
Piutang usaha Rp 6.700.000
5 Peralatan Rp 4.200.000
Kas Rp 2.600.000
Piutang kas Rp 1.600.000
8 Piutang usaha Rp 2.800.000
Pendp. Usaha Rp 2.800.000
10 Beban iklan Rp 200.000
Kas Rp 200.000
14 Perlengkapan Rp 540.000
Utang usaha Rp 540.000
18 Beban sewa Rp 600.000
Beban listrik Rp 150.000
Kas Rp 750.000
22 Utang usaha Rp 325.000
kas Rp 325.000
25 Kas Rp 9.400.000
Piutang usaha Rp 1.000.000
Modal Rp 8.400.000
27 Beban telepon Rp 175.000
Kas Rp 175.000
30 Beban gaji Rp 700.000
kas Rp 700.000,
LEMBAR KERJA SISWA
KAS No. 111
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Piutang Dagang No. 112
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Perlengkapan No. 113
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Peralatan No. 121
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Utang Usaha No. 211
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Modal No. 311
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Pendapatan Usaha No. 411
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Beban Listrik No. 511
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Beban telepon No. 512
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Beban iklan No. 513
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Beban Sewa No. 514
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
EVALUASI
CV PERTIWI
Jurnal Umum
Ulan April 2008
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit
2008 April 1 Kas 111 RP 15.000.000,-
Piutang usaha 311 RP 15.000.000,-
5 Peralatan 112 RP 2.000.000
Kas 111 RP 1.500.000,-
Piutang kas 211 RP 500.000,-
8 Kas 111 Rp 3.400.000,-
Piutang usaha 112 Rp 1.600.000
Pendp. Usaha 411 Rp 5.000.000,-
12 Peralatan 121 Rp 3.000.000
Utang usaha 211 Rp 3.000.000
15 Kas 111 Rp 1.200.000
Pend. Usaha 411 Rp 1.200.000
18 Utang usaha 211 Rp 200.000,-
Kas 111 Rp 150.000 Rp 200.000
20 Beban telepon 511 Rp 150000
Beban listrik 512 Rp 100.000,-
Beban gaji 513 Rp 600.000,-
Kas Rp 850.000
25 Kas 111 Rp 400.000
Piutang usaha 112 Rp 400.000
28 Prive 321 Rp 150.000
Kas 111 Rp 150.000
30 Kas 111 Rp 250.000
Pendpt. Komisi 421 Rp 250.000
Dari data jurnal umum tersebut postinglah kedalam buku besar 4 kolom, dengan nomor akun berikut ini:
111. Kas
112. Piutang Usaha
113. Perlengkapan
121. Peralatan
211. Utang Usaha
311. Modal
321. Prive
411. Pendapat Usaha
421. Pendapatan Komisi
511. Beban Telepon
512. Beban Listrik
513. Beban gaji
KUNCI JAWABAN
Kas No: 111
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
2008 April 1 Investasi JU1 15.000.000 15.000.000
5 Pemb. Prlngkp JU1 1.000.000 14.000.000
8 Pendp. Usaha JU1 3.400.000 17.400.000
15 Pendp. Usaha JU1 1.200.000 18.600.000
18 Memby. Utang JU1 200.000 18.400.000
20 Membyar beban JU1 850.000 17.550.000
25 Pmby. Piutang JU1 400.000 17.950.000
28 Prive JU1 150.000 17.800.000
30 Pendp. Komisi JU1 250.000 18.050.000
Piutang Usaha No: 112
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
2008 April 8 Pend. Usaha JU1 1.600.000 1.600.000
25 Angsuran JU1 400.000 1.200.000
Perlengkapan No: 113
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
2008 April 5 Pembelian JU1 2.000.000 2.000.000
Peralatan No: 121
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
2008 April 12 Pemb. Kredit JU1 3.000.000 3.000.000
Utang Usaha No: 211
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
2008 April 1 Pemb prlengkp JU1 1.000.000 1.000.000
12 Pem. Peralatan JU1 3.000.000 4.000.000
18 Angsr. Perks JU1 200.000 3.800.000
mODAL No: 311
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
2008 April 1 Perkas JU1 15.000.000 15.000.000
Prive No: 321
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
2008 April 28 Perkas JU1 150.000 150.000
Pendapatan Usaha No: 411
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
2008 April 8 Kas & Angs JU1 5.000.000 5.000.000
Pendapatan Komisi No: 421
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
2008 April 30 Perkas JU1 250.000 250.000
Beban Telepon No: 511
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
2008 April 20 Perkas 150.000 150.000
Beban Listrik No: 512
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
2008 April 20 Perkas JU1 100.000 100.000
Beban gaji No: 513
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
2008 April 20 Perkas JU1 600.000 600.000
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KD: 5.5 B
Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Balong
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI / 2
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI : 5. Memahami penyusunan siklus akuntansi Perusahaan jasa
B. KOMPETENSI DASAR : 5.5 Melakukan posting dari jurnal ke buku besar
C. INDIKATOR : 1. Memindah bukukan (posting) dari jurnal ke buku besar
2. Memindah bukukan (posting) dari jurnal koreksi ke buku besar
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran siswa mampu:
1. Siswa dapat memindah bukukan dari jurnal umum ke buku besar
2. Siswa dapat menyusun jurnal koreksi dari kemungkinan kesalahan saat memposting
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Memposting adalah kegiatan memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal umum ke buku besar. Dengan kalimat lain memposting adalah kegiatan memindahkan jumlah dalam komlom debet jurnal umum ke dalam sisi debet rekening dan memindahkan jumlah dalam kolom kredit jurnal umum ke dalam sisi kredit rekening. Buku besar adalah buku yang berfungsi sebagai tempat untuk mencatat perubahan-perubahan pada harta, utang, modal, pendapatan dan beban yang ditimbulkan oleh transaksi yang terjadi dalam perusahaan. Nama rekening yang diposting di buku besar harus sesuai dengan nama rekening yang tertulis di dalam jurnal umum. Buku besar dapat berbentuk lembaran formulir (kartu) dan ada juga yang berupa kumpulan dari formulir/kartu yang sudah dijilid berbentuk buku.
Bentuk buku besar ada 4:
• Bentuk “T”
Debet Nama akun Kredit
• Bentuk 2 kolom
Nama akun Nomor Akun
Tgl Keterangan Ref Jumlah Tgl Keterangan Ref Jumlah
• Bentuk 3 kolom
Nama akun Nomor Akun
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit D/K Saldo
• Bentuk 4 kolom
Nama akun Nomor Akun
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2. Jurnal Koreksi
Kesalahan pembukuan bisa terjadi pada setiap tahapan dalam proses akuntansi. Akan tetapi sebagian besar kesalahan pencatatan ini pada waktu menjurnal dan pda waktu membukukan buku besar. Kesalahan yang sudah mencapai buku besar tidak boleh dikoreksi hanya dengan menghapus atau mencoret dengan bolpoin merah. Satu-satunya cara adalah dengan membuat jurnal koreksi. Jurnal koreksi ini bukan jurnal tersendiri tetapi letaknya ditaruh di jurnal umum di akhir tanggal (paling bawah) sebagai contoh:
April 3 Dibeli Mesin cetak baru secara kredit seharga Rp 1.800.000,-
Jurnal Yang Benar
Mesin Cetak 1.800.000,-
Utang Usaha 1.800.000,-
Kesalahan Akun Jurnal
Mesin cetak 1.800.000,-
Piutang usaha 1.800.000,-
Piutang usaha 1.800.000,-
Utang usaha 1.800.000
Kesalahan Nominal Jumlah Transaksi
Mesin cetak 1.880.000,-
Utang usaha 1.880.000,-
Maka jurnal koreksinya:
Utang usaha 80.000,-
Mesin cetak 80.000,-
(untuk lebih jelasnya lihatlah soal pengayaan dibagian lampiran)
F. PENDEKATAN, METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
Pendekatan : Konstruktivis
Metode Pembelajaran : Cooperative Learning
Metode Pembelajaran : Ceramah dan Numbered Heads Together (NHT)
G. MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN
Media : 1. Lembar Kerja Siswa (LKS) KD: 5.5.B
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akuntansi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Alam, S.2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis
- Habibi, M & Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA Kelas XI. Bandung: Regina.
- Sukwiati, J. & Sudirman S. 2007. Ekonomi SMA Kelas XI, Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akuntansi dan sumber lain yang relevan.
H. SKENARIO PEMBELAJARAN
Pertemuan I
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1 Kegiatan awal
Guru memberikan pertanyaan apersepsi:
a. Apakah yang dimaksud dengan memposting?
b. Bagaimana jika kita melakukan kesalahan dalam menjurnal dan membukukan ke buku besar? Apa yang harus kita lakukan?
c. Bagaimana cara menyusun koreksi dari perusahaan jasa?
Diharapkan siswa menjawab
Memposting: kegiatan memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal umum ke buku besar.
Kita harus membetulkannya dengan cara membuat jurnal koreksi
Jurnal koreksi ini bukan jurnal tersendiri tetapi letaknya ditaruh di jurnal umum di akhir tanggal (paling bawah)
10 menit
1
2
3
4
5 Kegiatan Inti
Guru menjelaskan tentang cara menyusun buku besar dan jurnal koreksi. Penjelasan ini disertai dengan contoh-contoh transaksi akuntansinya
Setelah penjelasan materi tentang buku besar dan jurnal koreksi selesai, guru memberikan waktu bagi siswa yang ingin bertanya tentang materi yang belum jelas
Guru membagikan tugas LKS yaitu menyusun buku besar dan jurnal koreksi.
Guru memberikan waktu bagi siswa untuk mengerjakan tugas LKS
Setelah diperkirakan semua siswa sudah selesai mengerjakan, hasil pekerjaan LKS dikoordinir untuk dikumpulkan
Siswa focus pada penjelasan guru
Apabila dirasa ada yang belum jelas, siswa berhak menanyakannya kepada guru
Siswa membantu membagikan tugas LKS ke siswa lainnya
Siswa berkonsentrasi mengerjakan LKS yang dibagikan
Siswa mengkoordinir siswa yang lain untuk mengumpulkan hasil pekerjaan tugas LKS
30 menit
10 menit
5 menit
20 menit
5 menit
1 Kegiatan Penutup
Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan
Siswa menyimpulkan:
• cara memposting jurnal umum ke buku besar
• cara menyusun jurnal koreksi bila terjadi kesalahan waktu memposting
10 menit
Pertemuan 2
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1 Kegiatan awal
Guru memberikan pertanyaan apersepsi:
a. Apakah yang dimaksud dengan memposting?
b. Apakah yang dimaksud dengan jurnal koreksi?
Diharapkan siswa menjawab
Memposting: kegiatan memindahkan ayat-ayat jurnal yang telah dibuat dalam buku jurnal umum ke buku besar.
Jurnal koreksi: jurnal yang diperlukan untuk mengkoreksi kesalahan yang terjadi saat memposting
10 menit
1
2
3
4
5
6
7
8
9 Kegiatan Inti
Guru meminta siswa untuk membagikan hasil pekerjaan LKS buku besar dan jurnal koreksi kemarin untuk kemudian bersama-sama dikoreksi
Dengan menggunakan OHP guru membimbing siswa dalam melakukan pembahasan tugas LKS
Setelah pembahasan tugas LKS selesai, guru memberikan waktu bagi siswa yang ingin bertanya maupun menyelesaikan koreksinya
Setelah koreksi selesai, siswa mengkoordinir untuk dikumpulkan ke depan.
Untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa guru melakukan model pembelajaran NHT
Guru membagi siswa dalam 5 kelompok heterogen. Setelah itu tiap-tiap siswa diminta menghafal nomor absennya sendiri
Guru mendikte sebuah jurnal umum. Tiap-tip kelompok diwajibkan minimal ada satu orang yang mencatatnya. Tugas siswa adalah menyusun buku besar (tiap transaksi) dan jurnal koreksi (bila ada)
Setelah jurnal umum selesai dibacakan, guru memberikan waktu agar kelima kelompok mengerjakannya
Guru membanggil salahs atu nomor absent siswa untuk menyusun buku besar/jurnal koreksi. Bila siswa bisa menjawab secara benar dan lengkap maka ada dua point afektif yang diperoleh (1 point untuk individu dan 1 point untuk kelompok). Bila jawaban salah maka guru merandom nomor absent lain. Begitu seterusnya sampai sebagian besar siswa dapat giliran.
Siswa membagikan hasil pekerjaan LKS (kepada bukan pemiliknya) untuk dikoreksi
Siswa memperhatikan dan meespon penjelasan guru
Siswa berkonsentrasi dalam mengoreksi
Siswa mengkoordinir untuk mengumpulkan hasil koreksi tugas LKS
Siswa focus pada guru
Siswa membentuk kelompok dan menghafal nomor absennya masing-masing
Siswa mengkondisikan agar suasana kelas tetap tenang
Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggotanya memahami dan dapat mengerjakan
Siswa yang dipanggil segera maju ke depan untuk mengerjakan buku besar dan jurnal koreksi dari transaksi yang ditentukan guru
5 menit
20 menit
10 menit
5 menit
5 menit
10 menit
15 menit
1 Kegiatan Penutup
Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan
Siswa menyimpulkan:
• cara memposting jurnal umum ke buku besar
• tata urutan cara menyusun jurnal
10 menit
I. PENILAIAN
1. Teknik : Tulis
2. Bentuk Instrumen : Essay
3. Soal/terlampir
4. Kunci Jawaban/terlampir
5. Pensekoran jawaban/terlampir
6. Rubrik Penilaian/terlampir
Catatan : Ketuntasan KD ini sama dengan 100
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh skor minimal > 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan sebelumnya
Siswa yang telah tuntas diberi pengayaan pada pertemuan beirkutnya
Mengetahui
Kepala ……
___________________
NIP. Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran
_________________
NIP.
LEMBAR TUGAS SISWA
KD 5.5 b
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas : XI / 2
Materi : Posting
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
I. PETUNJUK
1. Bacalah perintah dan soalnya secara seksama
2. siswa dibagi dalam kelompok,s etiap siswa dalam kelompok mendapat nomor
3. Penugasan diberikan kepada siswa berdasarkan nomornya terhadap tugas yang berangkai.
- Siswa nomor 1 bertugas menganalisa soal
- Siswa nomor 2 bertugas mencatat hasil analisa
- Siswa nomor 3 bertugas melaporkan hasil pekerjaan, atau sebaliknya
4. Siswa empresentasikan hasil kerja kelompoknya, kelompok lain menanggapi
Soal
Dari jurnal umum berikut ini postinglah ke dalam buku besar
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit
Jan 1 Kas Rp 5.000.000,-
Modal Rp 5.000.000
7 Perlengkapan Rp 800.000
Utang usaha Rp 800.000
10 Beban telepon Rp 200.000
Kas Rp 200.000
15 Piutang usaha Rp 750.000
Pendapatan jasa Rp 750.000
17 Utang usaha Rp 300.000
Kas Rp 300.000
20 Peralatan Rp 2.000.000
Kas Rp 600.000
Utang usaha Rp 1.400.000,-
22 Kas Rp 500.000
Piutang usaha Rp 500.000
25 Prive Rp 100.000
Kas Rp 100.000
27 Kas Rp 900.000
Pendapatan jasa Rp 900.000
31 Beban sewa Rp 400.000
kas Rp 400.000
SOAL PENGAYAAN
JURNAL UMUM DAN KORELASI
Pada bulan Januari 2008, Bapak Martono mendirikan sebuah perusahaan jasa sablon ini dekat rumahnya. Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi selama bulan Januari 2008.
Januari 1 Bapak Martono menyetorkan modal berupa uang tunai ke dalam perusahaan yang baru didirikannya sbesar RP 40.000.000,-
2 Dibeli perlengkapan sablon secara kredit seharga Rp 2.000.000,-
3 Dibeli seperangkat peralatan sablon secara tunai seharga Rp 15.000.000,-
4 Dibeli rumah untuk tempat usaha sebesar Rp 150.000.000,-
6 Diterima pembayaran dari konsumen yang telah menggunakan jasa perusahaans sebesar Rp 200.000,-
7 Dibayar cicilan pertama atas pembelian perlengkapan sablon tanggal 2 Januari lalu sebesar Rp 750.000,-
9 Dikirimkan faktur / tagihan kepada CV ANEKA yang telah menggunakan jasa secara kredit sebesar Rp 16.000.000,-
20 Dibayar biaya listrik bulan Januari sebsar Rp 250.000,-
27 Diterima pembayaran dar CV ANEKA yang telah menggunakan jasa tanggal 9 Januari lalu sebesar Rp 10.000.000,-
31 Dibayar biaya gaji pegawai Rp 750.000,- dan biaya telepon Rp 300.000,-
Tugas:
1. Susunlah jurnal umum dari transaksi-transaksi diatas!
2. Buatlah jurnal koreksi dari kesalahan-kesalahan menjurnal di bawah ini.
• Tanggal 3 januari 2008 salah menjurnal:
Perlengkapan sablon 15.000.000,-
Kas 15.000.000,-
• Tanggal 4 januari 2008 salah menjurnal:
Rumah usaha 155.000.000,-
Kas 155.000.000,-
• Tanggal 7 Januari 2008 salah menjurnal
Utang Usaha 700.000,-
Kas 700.000,-
• Tanggal 9 Januari 2008 salah menjurnal:
Utang usaha 16.000.000,-
Pendapatan usaha 16.000.000,-
• Tanggal 27 Januari 2008 salah menjurnal
Kas 10.010.000,-
Piutang usaha 10.010.000,-
JAWABAN SOAL PENGAYAAN
JURNAL UMUM DAN KOREKSI
PERUSAHAAN JASA SABLON “MARTONO”
JURNAL UMUM
Bulan Januari 2008
Tgl Keterangan Ref Jumlah
Debet Kredit
2008 Jan 1 Kas 40.000.000
Modal 40.000.000
2 Perlengkapan sablon 2.000.000
Utang usaha 2.000.000
3 Peralatan salbon 15.000.000
Kas 15.000.000
4 Rumah usaha 150.000
Kas 50.000.000
6 Kas 200.000
Pendapatan usaha 200.000
7 Utang usaha 750.000
Kas 750.000
9 Piutang usaha 16.000.000
Pendapatan usaha 16.000.000
20 Biaya listrik 250.000
Kas 250.000
27 Kas 10.000.000
Piutang usaha 10.000.000
31 Biaya gaji pegawai 750.000
Biaya telepon 300.000
Kas 1.050.000
31 Perlengkapan sablon 13.000.000
Kas 15.000.000
Peralatan sablon 15.000.000
Perlengkapan sablon 15.000.000
(koreksi tgl 3 Jan. 2008)
31 Rumah usaha 155.000.000
Kas 155.000.000
Kas 5.000.000
Rumah usaha 5.000.000
(koreksi tgl 4 Jan. 2008)
31 Utang usaha 700.000
Kas 700.000
Utang usaha 50.000
Kas 50.000
(koreksi tgl 7 Jan. 2008)
31 Utang usaha 16.000.000
Pendapatan usaha 16.000.000
Piutang usaha 16.000.000
Utang usaha 16.000.000
(koreksi tgl 9 Jan. 2008)
31 Kas 10.010.000
Piutang usaha 10.010.000
Piutang usaha 10.000
kas 10.000
(koreksi tgl 27 Jan. 2008)
EVALUASI
PERUSAHAAN JASA SABLON “OKE”
JURNAL UMUM
Bulan Januari 2008 Hal: 1
Tgl Keterangan Ref Jumlah
Debet Kredit
2008 jan 1 Kas
Modal usaha 101
250 Rp 300.000.000
Rp 300.000.000
2 Perlengkapan sablon
Utang usaha 110
201 Rp 2.000.000
Rp 2.000.000
3 Peralatan sablon
Kas 121
101 Rp 15.000.000
Rp 15.000.000
4 Rumah usahga
Kas 122
101 Rp 150.000
Rp 150.000.000
6 Kas
Pendapatan usaha 101
300 Rp 200.000
Rp 200.000
7 Utang usaha
Kas 201
101 Rp 750.000
Rp 750.000
9 Piutang usaha
Pendapatan usaha 103
300 Rp 16.000.000
Rp 16.000.000
20 Biaya listrik
Kas 351
101 Rp 250.000
Rp 250.000
27 Kas
Piutang usaha 101
103 Rp 10.000.000
Rp 10.000.000
Tugas:
Berdasarkan data-data dari jurnal umum di atas susunlah buku besarnya!
Susunlah jurnal koreksi dari kesalahan-kesalahan memposting di bawah ini!
3 Januari 2008 terjadi kesalahan menjurnal:
Perlengkapan Sablon 15.000.000
Kas 15.000.000
4 Januari 2008 terjadi kesalahan menjurnal:
Rumah Usaha 155.000.000
Kas 155.000.000
6 Januari 2008 terjadi kesalahan menjurnal:
Kas 200.000
Piutang usaha 200.000
9 Januari 2008 Terjadi kesalahan menjurnal:
Piutang usaha 1.600.000
Pendapatan usaha 1.600.000
27 Januari 2008 Terjadi kesalahan menjurnal:
Kas 10.000.000
Utang usaha 10.000.000
KUNCI JAWABAN
JURNAL UMUM
PERUSAHAAN JASA SABLON “OKE”
BUKU BESAR
Bulan Januari 2008
Nama Rek: Kas Nomor Rek: 101
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 1 Inventasi awal 1 Rp 300.000.000 Rp 300.000.000
3 Pembelian peralatan sablon 1 Rp 15.000.000 Rp 285.000.000
4 Pembelian rumah usaha 1 Rp 150.000.000 Rp 135.000.000
6 Pendapatan usaha 1 Rp 200.000 Rp 135.200.000
7 Pembayaran utang ke kreditur 1 Rp 750.000 Rp 134.450.000
20 Pembayaran biaya listrik 1 Rp 250.000 Rp 134.200.000
27 Penerimaan piutang usaha 1 Rp 10.000.000 Rp 144.200.000
Nama Rek: Piutang Usaha Nomor Rek: 103
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 9 Telah diterima pelunasan dari tuan Adi 1 Rp 16.000.000 Rp 16.000.000
27 Telah diterima cicilan pertama dari Tuan Thomas 1 Rp 10.000.000 Rp 6.000.000
Nama Rek: Perlengkapan Sablon Nomor Rek: 110
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 2 Pembelian secara kredit 1 Rp 2.000.000 Rp 2.000.000
Nama Rek: Peralatan Sablon Nomor Rek: 121
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 3 Pembelian secara tunai 1 Rp 15.000.000 Rp 15.000.000
Nama Rek: Rumah usaha Nomor Rek: 122
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 3 Pembelian secara tunai 1 Rp 150.000.000 Rp 150.000.00
Nama Rek: Utang usaha Nomor Rek: 201
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 2 Pembelian perlengkapan sablon 1 Rp 2.000.000 Rp 2.000.000
7 Pembayaran cicilan atas pembelian perlengkapan sablon 1 Rp 750.000 Rp 1.250.000
Nama Rek: Modal Usaha Nomor Rek: 250
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 1 Investasi awal 1 Rp 300.000.000 Rp 300.000.000
Nama Rek: Pendapatan Usaha Nomor Rek: 300
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 6 Pendapatan usaha 1 Rp 200.000 Rp 200.000
9 Penerimaan piutang usaha 1 Rp 16.000.000 Rp 16.200.000
Nama Rek: Biaya listrik Nomor Rek: 351
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 20 Membayar tunai 1 Rp 250.000 Rp 250.000
KUNCI JAWABAN
JURNAL KOREKSI
PERUSAHAAN JASA SABLON “OKE”
JURNAL UMUM
Bulan Januari 2008 Hal: 1
Tgl Keterangan Ref Jumlah
Debet Kredit
2008 Jan … … … …. ….
31 Perlengkapan sablon
Kas
Perlatan sablon
Perlengkapan Sablon
(koreksi kesalahan 3:1:2008) 110
101
121
110 15.000.000
15.000.000
15.000.000
15.000.000
31 Rumah usaha
Kas
Kas
Rumah usaha
(koreksi kesalahan 4:1:2008) 122
101
101
122 155.000.000
5.000.000
155.000.000
5.000.000
31 Kas
Piutang usaha
Piutang usaha
Pendapatan usaha
(koreksi kesalahan 6:1:2008) 101
103
103
300 200.000
200.000
200.000
200.000
31 Piutang usaha
Pendapatan usaha
Piutang usaha
Pendapatan usaha
(koreksi kesalahan 9:1:2008) 103
300
103
300 1.600.000
14.400.000
1.600.000
14.400.000
31 Kas
Utang usaha
Utang usaha
Piutang usaha
(koreksi kesalahan 27:1:2008) 101
201
201
103 10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
PENILAIAN KOGNITIF
Nama Siswa : ………………
Kelas/No. Absen : ………………
Mata pelajaran : ………………
Pokok Bahasan : ………………
Kelompok : ………………
A. Skor dalam Memposting
Setiap satu transaksi yang benar dalam memposting ke buku besar diberi skor 2. total skor maksimal dalam memposting adalah 2 x 18 = 36
Contoh:
Skor 2
Nama Rek: Piutang Usaha Nomor Rek: 103
Tgl Keterangan Ref
Debet Kredit
Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 9 Telah diterima pelunasan dari Tuan Adi 1 Rp 16.000.000
Rp 16.000.000
27 Telah diterima cicilan pertama dari Tuan Tomas 1 Rp 10.000.000 Rp 6.000.000
Skor 2
B. Skor dalam membuat jurnal koreksi
Setiap satu jurnal koreksi (satu tanggal transaksi) yang benar dalam diberi skor 4. Total skor maksimal dalam membuat jurnal koreksi adalah 4 x 5 = 20.
Contoh:
Tgl Keterangan Ref Jumlah
Debet Kredit
2008 Jan … … … …. ….
31 Perlengkapan sablon
Kas
Perlatan sablon
Perlengkapan Sablon
(koreksi kesalahan 3:1:2008)
Skor 4 15.000.000
15.000.000
15.000.000
15.000.000
31 Rumah usaha
Kas
Kas
Rumah usaha
(koreksi kesalahan 4:1:2008)
Skor 4 155.000.000
5.000.000
155.000.000
5.000.000
31 Kas
Piutang usaha
Piutang usaha
Pendapatan usaha
(koreksi kesalahan 6:1:2008)
Skor
4 200.000
200.000
200.000
200.000
31 Piutang usaha
Pendapatan usaha
Piutang usaha
Pendapatan usaha
(koreksi kesalahan 9:1:2008)
Skor 4 1.600.000
14.400.000
1.600.000
14.400.000
31 Kas
Utang usaha
Utang usaha
Piutang usaha
(koreksi kesalahan 27:1:2008)
Skor 4 10.000.000
10.000.000
10.000.000
10.000.000
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KD: 5.5.C
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Ekonomi
Pokok Bahasan : Analisa transaksi (D/K)
Kelas/Semester : XI / 2
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI : 5. Memahami Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
B. KOMPETENSI DASAR : 5.6 Membuat Ikhtisar siklus akuntansi perusahaan Jasa
C. INDIKATOR : 1. Pengetian buku besar pembantu
2. Cara menyusun buku besar pembantu
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran siswa mampu:
1. Mendeskripsikan tentang buku besar pembantu/buku tambahan
2. Menyusun buku besar pembantu/buku tambahan
E. MATERI PEMBELAJARAN
Pada bab sbelumnya kita telah menggunakan dua alat pencatat berupa jurnal dan buku besar. Rekening dalam buku besar digunakan untuk mencatat pengaruh segala macam transaksi yang berhubungan dengan rekening yang bersangkutan, misalnya: pada sisi debet rekening piutang usaha dicatat penjualan kredit yang dilakukan kepada semua, debitur dan pada sisi kredit dicatat pelunasan yang diterima dari semua debitur. Saldo rekening piutang usaha menunjukkan jumlah saldo piutang kepada seluruh debitu. Apabila jumlah debitur terlalu banyak, maka rekening piutang usaha tidak dengan segera menunjukkan saldo piutang kepada seluruh debitu. Apabila jumlah debitu terlalu banyak, maka rekening piutang usaha tidak dengan segera menunjukkan saldo piutang kepada masing-masing debitur.
Hal inilah salah satu kelemahan rekening buku besar. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka dalam sistem akuntansi perusahaan perlu membuat alat tambahan yang disebut buku besar pembantu/buku tambahan. Buku ini disediakan untuk rekening-rekening buku besar yang membutuhkan perincian, seperti: piutang usaha, utang usaha dll. Dasar dari disusunnya buku besar pembantu ini adalah perbedaan subjek transaksi. Untuk mengecek ketelitian pencatatan, pada akhir periode tertentu perlu diadakan pencocokan antara saldo rekening di buku esar dengan jumlah saldo masing-masing rekening yang terdapat di buku besar pembantu. Jumlah keduanya harus sama, apabila tidak demikian, berarti telah terjadi kesalahan pencatatan. Untuk lebih jelasnya lihatlah contoh di bawah ini.
Transaksi-transaksi CV BULAN REJEKI (sebuah perusahaan jasa sablon) selama bulan Februari 2008 adalah sebagai berikut:
Feb. 2 Dibeli mesin cetak sablon secara kredit dari CV ANEKA sebesar Rp 3.500.00,-
4 Dikirimkan tagihan kepada CV ILMU KITA yang telah memesan kaos secara kredit sebesar Rp 900.000
9 Membayar angsuran pertama sebesar Rp 1.000.000,- kepada CV ANEKA atas transaksi tanggal 2 Februari 2008
10 Dikirimkan tagihan kepada CV MATAHARI yang telah memesan baliho secaa kredit sebesar Rp 2.100.000,-
15 Dibeli 2 buah mesin jatih secara kredit dari CV ANUGRAH sebesar @ Rp 1.050.000,-
16 Telah dibayar angsuran pertama dari CV ILMU KITA atas transaksi jasa pembuatan kaos secara kredit tanggal 4 Februari 2008 sebesar Rp 250.000,-
17 Membayar angsuran pertama sebesar Rp 210.000,- kepada CV ANUGRAH atas transaksi tanggal 15 Februari 2008
21 Telah dibayar angsuran pertama dari CV MATAHARI atas transaksi jasa pembuatan baliho secara kredit tanggal 10 Februari 2008 sebesar Rp 410.000,-
PERUSAHAAN JASA SABLON “BULAN REJEKI”
JURNAL UMUM
Bulan Februari 2008
Tgl Keterangan Ref Jumlah
Debet Kredit
2008 Jan 2 Mesin cetak sablon
Utang usaha kepada CV ANEKA 120
201 Rp 3.500.000
Rp 3.500.000
4 Piutang usaha kepada CV ILMU KITA
Pendapatan 103
300 Rp 900.000
Rp 900.000
9 Utang usaha kepada CV ANEKA
Kas 201
101 Rp 1.000.000
Rp 1.000.000
10 Piutang usaha kepada CV MATAHARI
Pendapatan 103
300 Rp 2.100.000
2.100.000
15 Mesin jahit
Utang usaha kpd CV ANUGRAH 121
201 Rp 2.100.000
Rp 2.100.000
16 Kas
Piutang usaha kepada CV ILMU KITA 101
103 Rp 250.000
Rp 250.000
17 Utang Usaha kepada CV ANUGRA
Kas 201
101 Rp 210.000
Rp 210.000
21 Kas
Piutang Usaha kpd CV MATAHARI 101
103 Rp 410.000
Rp 410.000
PERUSAHAAN JASA SABLON “BULAN REJEKI”
BUKU BESAR
Bulan Februari 2008
Nama Rek: Utang Usaha Nomor Rek: 201
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 2 Pembelian mesin cetak sablon dari CV ANEKA 1 Rp 3.500.000
9 Pembayaran angsuran pertama kepada CV ANEKA 1 Rp 1.000.000 Rp 2.500.000
15 Pembelian mesin jahit dari CV ANUGRAH 1 Rp 2.100.000 Rp 4.600.000
17 Pembayaran angsuran pertama kepada CV ANUGRAH 1 Rp 210.000 Rp 4.810.000
Nama Rek : Piutang Usaha
Nama Rek: Piutang usaha Nomor Rek: 103
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 4 Telah dikirimkan tagihan kepada CV MATAHARI 1 Rp 900.000 Rp 900.000
10 Telah dikirmkan tagihan kepada CV MATAHARI 1 Rp 2.100.000 Rp 3.000.000
16 Telah diterima angsuran pertama dari CV MATAHARI 1 Rp 250.000 Rp 2.750.000
21 Telah diterima angsuran pertama dari CV MATAHARI 1 Rp 410.000 Rp 2.340.000
PERUSAHAAN JASA SABLON “BULAN REJEKI”
BUKU BESAR PEMBANTU UTANG
Bulan Februari 2008
CV ANEKA CV ANUGRAH
9 Rp 1.000.000 2
Rp 3.500.000 17 Rp 210.000 15 Rp 2.100.000
PERUSAHAAN JASA SABLON “BULAN REJEKI”
BUKU BESAR PEMBANTU PIUTANG
Bulan Februari 2010
CV ANUGRAH CV MATAHARI
4 Rp 900.000 16
Rp 250.000 10 Rp 2.100.000 21 Rp 410.000
F. METODE/MODEL PEMBELAJARAN
- Pendekatan : Konstruktivis
- Metode Pembelajaran : Cooperatif learning
- Metode Pembelajaran : Numbered Heads Together (NHT) dengan modifikasi
G. MEDIA /SUMBER PEMBELAJARAN
Media : 1 lembar kerja siswa (LKS) SD 5.5 C
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akuntansi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Alam, S.2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis
- Habibi, M & Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA Kelas XI. Bandung: Regina.
- Sukwiati, J. & Sudirman S. 2007. Ekonomi SMA Kelas XI, Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akuntansi dan sumber lain yang relevan.
H. SKENARIO PEMBELAJARAN
No Kegiatan Gutu Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1
Kegiatan Awal
Guru memberikan pertanyaan apersepsi:
a. Apakah yang dimaksud dengan buku besar pembantu?
b. Bagaimana caa menyusunnya?
Diharapkan siswa menjawab:
Buku besar pembantu: buku besar yang merupakan turunan dari rekening-rekening buku besar yang memiliki lebih dari satu subjek transaksi 9debitur dan kreditur)
Cara menyususnnya: dengan membuat kolom-kolom buku besar baru setelah buku besar kolom itu nanti adalah milik tiap-tiap debitur/kreditur beserta transaksinya masing-masing.
10 menit
1
2
3
4
5
6 Kegiatan Inti
Guru menjelaskan tentang cara menyusun buku bear pembantu penjelasan ini disertai dengan contoh-contoh transaksi akuntansinya
Setelah penjelasan materi selesai, guru memberikan waktu bagi siswa yang ingin betanya tentang materi yang belum jelas
Guru membagikan tugas LKS yaitu menyusun buku besar pembantu dari beberapa rekening buku besar
Guru memberikan waktu bagi siswa untuk mengerjakan tugas LKS
Setelah diperkirakan semua siswa sudah selesai mengerjakan, hasil pekerjaan LKS ditukarkan dengan teman lainnya untuk selanjutnya dikoreksi bersama
Dengan menggunakan OHP guru membimbing siswa dalam melakukan pembahasan tugas LKS
Siswa focus pada penjelasan guru
Apabila dirasa ada yang belum jelas, siswa berhak menanyakannya kepada guru
Siswa membantu membagikan tugas LKS ke siswa lainnya
Siswa berkonsentrasi mengerjakan LKS yang dibagikan
Siswa menukarkan hasil pekerjaan LKS ke siswa lainnya untuk segera dikoreksi
Siswa memperhatikan dan merespon pembahasan guru
10 menit
10 menit
10 menit
10 menit
10 menit
10 menit
1 Kegiatan Penutup
Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan
Siswa menyimpulkan:
• pengertian buku besar pembantu
• cara menyusun buku besar pembantu dari rekening-rekening di buku besar
10 menit
I. PENILAIAN
1. Teknik : Tulis
2. Bentuk Instrumen : Essay
3. Soal/terlampir
4. Kunci Jawaban/terlampir
5. Pensekoran jawaban/terlampir
6. Rubrik Penilaian/terlampir
Catatan : Ketuntasan KD ini sama dengan 100
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh skor minimal > 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan sebelumnya
Siswa yang telah tuntas diberi pengayaan pada pertemuan beirkutnya
Mengetahui
Kepala ……
___________________
NIP. Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran
_________________
NIP.
LEMBAR TUGAS SISWA
KD: 5.5.C
PETUNJUK:
1. Bacalah transaksi di bawah ini secara teliti
2. Diskusikan dengan temanmu satu kelompok untuk mengerjakan perintah di bawah ini
3. Dari transaksi tersebut buatlah:
a. Jurnal umumnya
b. Buatlah buku besar pembantu utang dan piutang
4. Selesai dikerjakan presentasikan hasilnya dalam discusi kelas
Berikut ini adalah sebagian transaksi yang terjadi pada CV SUMBER JAYA pada bulan Januari 2008:
Tgl 3 Dibeli peralatan dari PT Merpati Rp 4.500.000, dengan syarat 2/10, EOM
6 Dibeli dari CV Garuda perlengkapan servis Rp 2.100.000,- dengan syarat pembayaran 3/10, n/30
8 Dibeli kredit perlengkapan dari PT Nuri Rp 2.700.000,-
9 Telah diselesaikan jasa servis kepada pelanggan TN Rahmat senilai
Rp 1.750.000, berjanji akan dilunasi 2 minggu lagi
10 Dibayarkan kepada PT Merpati 50% atas faktur tanggal 3 Januari
15 Dibeli dari UD Merak peralatan senilai Rp 3.400.000, dengan syarat 3/15, n/45
20 Telah diselesaikan jasa servis kepada Toko Piala Rp 1.200.000, akan dibayar akhir bulan
23 Dibayar angsuran kepada CV Garuda Rp 1.500.000, atas transaksi tanggal 6 Januari 2008
24 Membayar utang kepada PT Nuri 30%-nya
25 Diterima pembayaran dari Tn Rahmat Rp 1.000.000,-
28 Diterima pembayaran dari Toko Piala Rp 700.000,-
LEMBAR KERJA SISWA
Piutang usaha Hal: ….
Tanggal Nama Akun Ref Debet Kredit
Buku Besar: Pembantu Piutang Tn. Rahmat
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
Toko Piala
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
Buku Besar: Pembantu Utang PT Merpati
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
CV Garuda
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
PT NURI
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
UD Merak
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
Rp Rp Rp Rp
EVALUASI
Mulai 1 Mei 2008 CV ADI BHAKTI (sebuah perusahaan jasa sablon dalam skala besar pimpinan Bapak Bhakti) mulati menjalankan usahanya. Adapun transaksi yang terjadi selama bulan Mei 2008 adalah sebagai berikut:
Mei 1 Bapak Bhakti menginvestasikan uang pribadinya untuk menjadi modal perusahaan sebsar Rp 2.700.000
2 Dibeli mesin cetak sablon secara kredit dari CV SEJAHTERA sebesar Rp 1.500.000,-
4 Dikirimkan tagihan kepada CV KITA yang telah memesan baliho secara kredit sebesar Rp 3.700.000
9 Membayar angsuran pertama sebesar Rp 900.000,- kepada CV SEJAHTERA atas transaksi tanggal 2 Februari 2008
10 Dikirimkan tagihan kepada CV LARIS yang telah memesan baliho secara kredit sebesar Rp 4.200.000,-
15 Dibeli 2 buah mesin jahit secara kredit dari CV SURYA sebesar @ Rp 700.000,-
16 Telah dibayar angsuran pertama dari CV KITA atas ransaksi jasa pembuatan kaos secara kredit tanggal 4 Februari 2008 sebesar Rp 700.000,-
17 Membayar angsuran pertama sebesar Rp 300.000,- kepada CV SURYA atas transaksi tanggal 15 Februari 2008
21 Telah dibayar angsuran pertama dari CV LARIS atas transaksi jasa pembuatan baliho secara kredit tanggal 10 Februari 2008 sebesar Rp 1.200.000,-
Dari beberapa transaksi diatas buatlah:
1. Jurnal umum
2. Buku besar utang dan Buku besar piutang
3. Buku besar pembantu utang dan buku besar pembantu piutang
KUNCI JAWABAN
PERUSAHAAN JASA SABLON CV “ADI BHAKTI”
JURNAL UMUM
Bulan Mei 2008
Tgl Keterangan Ref Jumlah
Debet Kredit
2008 Jan 1 Kas
Modal 101
250 Rp 2.700.000
Rp 2.700.000
2 Mesin cetak sablon
Utang usaha kpd CV SEJAHTERA 120
201 Rp 1.500.000
Rp 1.500.000
4 Piutang usaha kpd CV KITA
Pendapatan 103
300 Rp 3.700.000
Rp 3.700.000
9 Utang usaha kpd CV SEJAHTERA
Kas 201
101 Rp 900.000
Rp 900.000
10 Piutang usaha kpd CV LARIS
Pendapatan 103
300 Rp 4.200.000
Rp 4.200.000
15 Mesin jahit
Utang usaha kpd CV SURYA 121
201 Rp 1.400.000
Rp 1.400.000
16 Kas
Piutang Usaha Kpd CV KITA 101
103 Rp 700.000
Rp 700.000
17 Utang Usaha kepada CV SURYA
Kas 201
101 Rp 300.000
Rp 300.000
21 Kas
Piutang Usaha kpd CV LARIS 101
103 Rp 1.200.000
Rp 1.200.000
PERUSAHAAN JASA SABLON “ADI BHAKTI”
BUKU BESAR
Bulan Mei 2008
Nama Rek: Utang Usaha Nomor Rek: 201
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 2 Pembelian mesin cetak sablon dari CV SEJAHTERA 1 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000
9 Pembayaran angsuran pertama kepada CV SEJAHTERA 1 Rp 900.000 Rp 600.000
15 Pembelian mesin jahit dari CV SURYA 1 Rp 1.400.000 Rp 2.000.000
17 Pembayaran angsuran pertama kepada CV SURYA 1 Rp 300.000 Rp 1.700.000
Nama Rek: Piutang Usaha Nomor Rek: 103
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Jumlah
Debet Kredit
2008
Jan 4 Telah dikirimkan tagihan kepada CV 1 Rp 3.700.000 Rp 3.700.000
10 Telah dikirim tagihan kepada CV LARIS 1 Rp 4.200.000 Rp 7.900.000
16 Telah diterima angsuran pertama dari CV 1 Rp 700.000 Rp 7.200.000
21 Telah diterima angsuran pertama dari CV LARIS 1 Rp 1.200.000 Rp 6.000.000
PERUSAHAAN SABLON CV “ADI BHAKTI”
BUKU BESAR PEMBANTU UTANG
Bulan Mei 2008
CV SEJAHTERA CV SURYA
9 RP 900.000 2
Rp 1.500.000 17 Rp 300.000 15 Rp 1.400.000
PERUSAHAAN JASA SABLON CV “ADI BHAKTI”
BUKU BESAR PEMBANTU PIUTANG
Bulan Mei 2008
CV CV LARIS
4 Rp 3.700.000 16
Rp 700.000 10 Rp 1.200.000 21 Rp 4.200.000
PENILAIAN KOGNITIF
Nama Siswa : ………………
Kelas/No. Absen : ………………
Mata pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI / 2
A. Membuat Jurnal Umum
Skor tiap jawaban benar dalam menjurnal (setiap 1 tanggal transaksi) bernilai 2. Total jumlah transaksi adalah 9
Total skor : 2 x 9 = 18
B. Memposting ke Buku Besar Utang dan Piutang
Skor tiap jawaban benar dalam memposting (setiap 1 tanggal transaksi) bernilai 4. Total jumlah transaksi adalah 8.
Total Skor : 4 x 8 = 32
C. Memindah ke Buku Besar Pembantu Utang dan Piutang
Skor tiap jawaban benar dalam memindah 9setiap 1 subjek debitur atau kreditur) bernilai 4. Total Jumlah debeitur adalah 4.
Total skor: 4 x 4 = 16
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KD: 5.6.A
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI / 2
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
A. STANDAR KOMPETENSI : 5. Memahami Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
B. KOMPETENSI DASAR : 5.6 Membuat Ikhtisar siklus akuntansi perusahaan Jasa
C. INDIKATOR : 1. Definisi daftar sisa/daftar saldo
2. Menyusun daftar sisa/daftar saldo
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran siswa mampu:
1. Siswa dapat mendefinisikan daftar sisa/daftar saldo
2. Siswa dapat menyusun daftar sisa/daftar saldo
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Pengertian daftar sisa
Daftar sisa adalah daftar yang berisi ringkasan semua akun beserta sisa/saldo masing-masing akun tersebut, pada satu akhir periode tertentu
Pada akhir periode neraca saldo dibuat untuk meringkas atau mengikhtisarkan pencatatan pencatatan pada buku besar guna mempersiapkan laporan keuangan.
Neraca saldo dapat juga disebut dengan neraca percogbaan (trial balance) karena beberapa penyesuaian masih diperlukan untuk beberapa saldo yang dianggap sementara.
2. Cara membuat neraca sissa/neraca saldo
Neraca sisa/neraca saldo menempatkan masing-masing akun menurut urutan tertentu sesuai dengan urutan yang tercantum dalam kode akun, misalkan pada bagian aktiva, akun-akun disusun berdasarkan kecepatan atau kemudahan akun tersebut untuk dijadikan uang tunai atau dipakai dalam kegiatan usaha. Pada bagian hutang, akun-akun disusun berdasarkan kecepatan akun tersebut bertahan dalam neraca saldo.
Hal yang harus diperhatikan dalam membuat neraca sisa sebagai berikut:
a. Jika akun buku besar yang digunakan adalah bentuk T atau bentuk 2 kolom, maka kita harus mempunyai catatan transaksi debet dan kredit. Kemudian bandingkanlah hasil penjumlahan tersebut, selisih antara jumlah yang lebih besar dari yang kecil disebut saldo. Saldo itulah yang dicantumkan dalam neraca sisa
b. Jika akun buku besar yang dipergunakan adalah bentuk 3 kolom atau 4 kolom, maka jumlah saldo dapat diambil dari kolom saldo akun buku besar pada baris paling akhir (paling bawah)
Contoh daftar sisa/daftar saldo sebagai berikut
PERUSAHAAN JASA LUNDRY “ANGEL”
NERACA SISA
Bulan Januari 2008
Nomor Akun Nama Akun Debet Kredit
111
112
113
114
211
311
312
411
511
512
513 Kas
Piutang pendapatan
Perlengkapan loundry
Mesin laundry
Utang usaha
Modal
Prive
Pendapatan
Beban listrik
Beban sewa ruko
Beban lain-lain Rp 24.400.000,-
Rp 600.000,-
Rp 1.300.000,-
Rp 2.500.000,-
Rp 1.000.000,-
Rp 50.000,-
Rp 300.000,-
Rp 123.000,-
Rp 2.300.000,-
Rp 25.000.000,-
Rp 2.973.000,-
JUMLAH Rp 30.273.000,- Rp 30.273.000,-
Cara pengisiannya sebagai berikut:
a. Tulislah nama perusahaan, daftar saldo dan periode pembukuan pada judul daftar saldo tersebut.
b. Tuliskan nomor dan nama masing-masing akun pada kolom neraca saldo menurut urutannya
c. Pindahkan saldo masing-masing akun buku besar ke kolom debet atau kredit sesuai dengan posisi masing-masing akun tersebut pada buku besar
d. Jumlahkan saldo debet pada kolom debet dan saldo kredit pada kolom kredit.
F. METODE, MODEL DAN SUMBER PEMBELAJARAN
Metode Pembelajaran : Konstruktivisme
Model Pembelajaran : Explicit Inxtruction (Pengajaran langsung)
G. MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN
Media : 1 lembar kerja siswa (LKS) SD 5.5 C
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akuntansi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Alam, S.2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis
- Habibi, M & Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA Kelas XI. Bandung: Regina.
- Sukwiati, J. & Sudirman S. 2007. Ekonomi SMA Kelas XI, Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akuntansi dan sumber lain yang relevan.
H. SKENARIO PEMBELAJARAN
No Kegiatan Gutu Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1
2.
Kegiatan Awal
Guru mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan materi yang akan dibahas diantaranya berupa pertanyaan:
a. Sebutkan akun yang bersaldo normal debet
b. Sebutkan akun yang bersaldo normal kredit.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Diharapkan siswa menjawab:
a. Kas, piutang, perlengkapan, peralatan, persekot, beban dll.
b. Utang, modal, pendapatan
Siswa mendengarkan tujuan pemelajaan yang disampaikan guru
10 menit
1
2
3
4 Kegiatan Inti
Guru memberikan penjelasan singkat entang soal yang akan dikerjakan
Guru membagi kelompok dan memberikan tugas kepada siswa
Guru melakukan pembimbingan pelatihan terhadap materi yang sulit dipahami
Guru memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan
Guru memberi kuis
Siswa mencermati penjelasan yang diberikan guru
Siswa membentuk kelompok dan menerima tugas dari guru
Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru dan menanyakan hal-hal yang dianggap sulit
Siswa melanjutkan latihan berikutnya
Siswa menjawab kuis
10 menit
5 menit
40 menit
10 menit
10 menit
1 Kegiatan Penutup
Guru membantu siswa menyimpulkan materi yang dibahas
Siswa dibantu guru menyimpulkan materi
10 menit
I. PENILAIAN
1. Teknik : Tulis
2. Bentuk Instrumen : Essay
3. Soal/terlampir
4. Kunci Jawaban/terlampir
5. Pensekoran jawaban/terlampir
6. Rubrik Penilaian/terlampir
Catatan : Ketuntasan KD ini sama dengan 100
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh skor minimal > 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan sebelumnya
Siswa yang telah tuntas diberi pengayaan pada pertemuan beirkutnya
Mengetahui
Kepala ……
___________________
NIP. Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran
_________________
NIP.
LEMBAR TUGAS SISWA
KD: 5.6.A
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas / Semester : XI / 2
Pokok Bahasan : Daftar Sisa
Dari buku besar Konsultan BAHAGIA berikut ini buatlah daftar sisanya.
Kas 111
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 1 Investasi JU 1 Rp 10.000.000 RP 10.000.000
3 Pembelian perlt. JU 1 RP 1.000.000 RP 9.000.000
5 Pembelian perlng. JU 1 Rp 1.500.000 Rp 7.500.000
10 Pend. Jasa JU 1 Rp 2.000.000 Rp 9.500.000
14 Beban telepon JU 1 Rp 200.000 Rp 9.300.000
15 Membayar utang JU 1 Rp 800.000 Rp 8.500.000
20 Beban iklan JU 1 Rp 150.000 Rp 8.350.000
20 Beban listrik JU 1 Rp 100.000 Rp 8.250.000
25 Persekot sewa JU 1 Rp 700.000 Rp 7.550.000
27 Pembelian Prlt. JU 1 Rp 600.000 Rp 6.950.000
30 Beban gaji JU 1 750.000 Rp 6.900.000
31 Prive JU 1 Rp 200.000 Rp 6.700.000
Piutang Dagang 112
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 27 Pendapatan jasa JU 1 Rp 1.500.000 Rp 1.500.000
Persekot Sewa 113
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 25 Perkas JU 1 Rp 700.000 Rp 700.000
Perlengkapan 114
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 5 Pembelian tunai Rp 1.500.000 Rp 1.500.000
Peralatan 121
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 3 Pembelian JU 1 Rp 3.000.000 Rp 3.000.000
27 Pembelian JU 1 Rp 600.000 Rp 600.000
Utang Dagang 211
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 3 Pembelian peralatan JU 1 Rp 2.000.000 Rp 2.000.000
15 Angsuran JU 1 Rp 800.000 Rp 1.200.000
Modal 311
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 1 Kas JU 1 Rp 10.000.000 Rp 10.000.000
Prive 312
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 31 Perkas JU 1 Rp 200.000 Rp 200.000
Pendapatan Jasa 411
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 10 Perkas JU 1 Rp 200.000 Rp 2.000.000
27 Piutang pendapatan JU 1 Rp 1.500.000 Rp 3.500.000
Beban Gaji 511
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 30 Perkas JU 1 Rp 750.000 Rp 750.000
Beban iklan 512
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 20 Perkas JU 1 Rp 150.000 Rp 150.000
Beban telepon 513
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 14 Perkas JU 1 Rp 200.000 Rp 200.000
Beban Listrik 514
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 20 Perkas JU 1 Rp 100.000 Rp 100.000
LEMBAR KERJA SISWA
………………………………………
………………………………………
………………………………………
No Akun Nama Akun Debet Kredit
Jumlah
EVALUASI
Berikut ini adalah buku besar yang dibuat oleh CV ANUGERAH selama bulan Juni 2008:
Kas 111
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 1 Investasi JU 1 Rp 90.000.000 Rp 90.000.000
5 Persk sewa JU 1 Rp 2.000.000 Rp 88.000.000
8 Perlengkapan JU 1 Rp 1.000.000 Rp 87.000.000
12 Pendp. Jasa JU 1 Rp 15.000.000 Rp 102.000.000
15 Kendaraan JU 1 Rp 65.000.000 Rp 37.000.000
20 Pemby beban JU 1 Rp 500.000 Rp 36.500.000
22 Pendp. Komisi JU 1 Rp 225.000 Rp 36.725.000
25 Prive JU 1 Rp 200.000 Rp 36.525.000
30 B. gaji & asrns JU 1 Rp 4.050.000 Rp 32.475.000
31 Beban iklan JU 1 Rp 175.000 Rp 32.300.000
Piutang Dagang 112
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 20 PT Adiguna JU 1 Rp 18.000.000 Rp 18.000.000
Persekot iklan 113
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 5 Perkas JU 1 Rp 2.000.000 Rp 2.000.000
Perlengkapan 114
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 8 Pembelian JU 1 Rp 1.700.000 Rp 1.700.000
kendaraan 121
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 15 Pembelian JU 1 Rp 75.000.000 Rp 75.000.000
Peralatan 121
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 16 Pembelian JU 1 Rp 2.400.000 Rp 2.400.000
Utang Dagang 211
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 8 CV Intang JU 1 Rp 700.000 Rp 700.000
15 PT Murah JU 1 Rp 10.000.000 Rp 10.4700.000
16 UD Sekar JU 1 Rp 2.400.000 Rp 13.100.000
Modal 311
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 1 Perkas JU 1 Rp 90.000.000 Rp 90.000.000
Prive 312
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 25 Perkas JU 1 Rp 200.000 Rp 200.000
Pendapatan Usaha 411
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 12 Perkas JU 1 Rp 15.000.00 Rp 15.000.000
20 Tagihan JU 1 Rp 18.000.000 Rp 33.000.000
Pendapatan Komisi 412
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 22 Perkas JU 1 Rp 225.000 Rp 225.000
Beban iklan 511
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 30 Perkas JU 1 Rp 175.000 Rp 175.000
Beban gaji 512
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 30 Perkas JU 1 Rp 3.800.000 Rp 3.800.000
Beban listrik 513
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 20 Perkas JU 1 Rp 200.000 Rp 200.000
Beban telepon 514
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 20 Perkas JU 1 Rp 300.000 Rp 300.000
Beban Asuransi 515
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
2008
Jan 30 Perkas JU 1 Rp 250.000 Rp 250.000
Dari data tersebut buatlah neraca sisanya
KUNCI JAWABAN
CV ANUGRAH
Neraca Sisa
Bulan Juni 2008
No Akun Nama Akun Debet Kredit
111 Kas Rp 32.300.000
112 Piutang usaha Rp 18.000.000
113 Persekot sewa Rp 2.000.000
114 Perlengkapan Rp 1.700.000
121 Kendaraan Rp 75.000.000
122 Peralatan Rp 2.400.000
211 Utang usaha Rp 13.100.000
311 Modal Rp 90.000.000
312 Prive Rp 200.000
411 Pendapatan usaha Rp 33.000.000
412 Pendapatan komisi Rp 225.000
511 Beban iklan Rp 175.000
512 Beban gaji Rp 3.800.000
513 Beban listrik Rp 200.000
514 Beban telepon Rp 300.000
515 Beban asuran Rp 250.000
Jumlah Rp 136.325.000 Rp 136.325.000
PENILAIAN KOGNITIF
No Akun Nama Akun Skor maksimal Perolehan Skor
111 Kas 5
112 Piutang usaha 5
113 Persekot sewa 5
114 Perlengkapan 5
121 Kendaraan 5
122 Peralatan 5
211 Utang usaha 5
311 Modal 5
312 Prive 5
411 Pendapatan usaha 5
412 Pendapatan komisi 5
511 Beban iklan 5
512 Beban gaji 5
513 Beban listrik 5
514 Beban telepon 5
515 Beban asuran 5
Jumlah 80
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KD: 5.6.B
Nama Sekolah : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI / 2
Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
(27 & 28 Maret 2008)
A. STANDAR KOMPETENSI : 5. Memahami Penyusunan Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
B. KOMPETENSI DASAR : 5.6 Membuat Ikhtisar siklus akuntansi perusahaan Jasa
C. INDIKATOR : 1. Pengertian jurnal penyesuaian
2. Cara menyusun jurnal penyesuaian
D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pembelajaran siswa mampu:
1. Siswa dapat mendeskripsikan tentang jurnal penyesuaian
2. Siswa dapat menyusun jurnal penyesuaian
E. MATERI PEMBELAJARAN
1. Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk tujuan mencerminkan keadaan harga, utang, modal, pendapatan dan beban sesungguhnya dari suatu perusahaan di setiap akhir periode akuntansi. Maksudnya agar setiap akun riil khususnya kelompok akun harta dan kelompok akun utang menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Setiap akun nominal (akun pendapatan dan akun beban) menunjukkan pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu periode akuntansi.
2. Cara membuat jurnal penyesuaian
Pada akhir periode akuntansi ada akun-akun yang perlu mendapat penyesuaian, yaitu sebagai berikut:
a. Perlengkapan / bahan habis pakai
Pada tanggal 31 Januari 2007 pada daftar sisa terdapat saldo akun perlengkapan seesar Rp 5.000.000,- tetapi di akhir periode, ternyata nilai persediaan yang ada sebesar Rp 1.000.000,- Dari data di atas, maka pemakaian perlengkapan selama satu periode adalah Rp 5.000.000,- - Rp 4.000.000,- = Rp 1.000.000,-
Maka jurnal penyesuaiannya:
Tgl Keterangan Ref Debet Kredit
2008
Jan 31 Beban perlengkapan
perlengkapan 1 Rp 1.000.000
Rp 1.000.000
b. Peralatan / harta tetap
c.
Cara pengisiannya sebagai berikut:
e. Tulislah nama perusahaan, daftar saldo dan periode pembukuan pada judul daftar saldo tersebut.
f. Tuliskan nomor dan nama masing-masing akun pada kolom neraca saldo menurut urutannya
g. Pindahkan saldo masing-masing akun buku besar ke kolom debet atau kredit sesuai dengan posisi masing-masing akun tersebut pada buku besar
h. Jumlahkan saldo debet pada kolom debet dan saldo kredit pada kolom kredit.
F. METODE, MODEL DAN SUMBER PEMBELAJARAN
Metode Pembelajaran : Konstruktivisme
Model Pembelajaran : Explicit Inxtruction (Pengajaran langsung)
G. MEDIA DAN SUMBER PEMBELAJARAN
Media : 1 lembar kerja siswa (LKS) SD 5.5 C
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akuntansi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Alam, S.2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis
- Habibi, M & Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA Kelas XI. Bandung: Regina.
- Sukwiati, J. & Sudirman S. 2007. Ekonomi SMA Kelas XI, Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akuntansi dan sumber lain yang relevan.
H. SKENARIO PEMBELAJARAN
No Kegiatan Gutu Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1
2.
Kegiatan Awal
Guru mengajukan beberapa pertanyaan berkaitan dengan materi yang akan dibahas diantaranya berupa pertanyaan:
a. Sebutkan akun yang bersaldo normal debet
b. Sebutkan akun yang bersaldo normal kredit.
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
Diharapkan siswa menjawab:
c. Kas, piutang, perlengkapan, peralatan, persekot, beban dll.
d. Utang, modal, pendapatan
Siswa mendengarkan tujuan pemelajaan yang disampaikan guru
10 menit
1
2
3
4 Kegiatan Inti
Guru memberikan penjelasan singkat entang soal yang akan dikerjakan
Guru membagi kelompok dan memberikan tugas kepada siswa
Guru melakukan pembimbingan pelatihan terhadap materi yang sulit dipahami
Guru memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan
Guru memberi kuis
Siswa mencermati penjelasan yang diberikan guru
Siswa membentuk kelompok dan menerima tugas dari guru
Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru dan menanyakan hal-hal yang dianggap sulit
Siswa melanjutkan latihan berikutnya
Siswa menjawab kuis
10 menit
5 menit
40 menit
10 menit
10 menit
1 Kegiatan Penutup
Guru membantu siswa menyimpulkan materi yang dibahas
Siswa dibantu guru menyimpulkan materi
10 menit
I. PENILAIAN
7. Teknik : Tulis
8. Bentuk Instrumen : Essay
9. Soal/terlampir
10. Kunci Jawaban/terlampir
11. Pensekoran jawaban/terlampir
12. Rubrik Penilaian/terlampir
Catatan : Ketuntasan KD ini sama dengan 100
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh skor minimal > 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan sebelumnya
Siswa yang telah tuntas diberi pengayaan pada pertemuan beirkutnya
Mengetahui
Kepala ……
___________________
NIP. Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran
_________________
NIP.
b. Peralatan/Harta Tetap
Pada tanggal 1 Oktober 2007 dibeli mobil seharga Rp 50.000.000,-. Manfaat kendaraan tesebut ditaksir 4 tahun dan nilai residunya Rp 2.000.000,- . dari data diatas dapat dianalisis sebagai berikut:
• Nilai ekonomis selama 4 tahun = Rp 50.000.000 – Rp 2.000.000,- =
Rp 48.000.000
Besar penyusutan setiap tahun Rp 48.000.000 : 4 = Rp 12.000.000,00
• 2007 ( oktober, November, desember )= 3/12 x Rp 12.000.000,- =
Rp 3.000.000
Maka jurnal penyesuaiannya:
Tanggal Akun Buku Besar Ref Debet Kredit
2007 Des 30 Beban penyusutan mobil
Akumulasi penyusutan mobil 1 Rp 3.000.000,-
Rp 3.000.000,-
c. kerugian utang yang gagal ditagih
pada tanggal 21 Desember 2007 dikrtahui Rp 2.000.000,- piutang kepada tuan Gillas (piutang tanggal 2 Desember 2007)gagal ditagih dikarenakan debitur telah meninggal dunia.
Maka jurnal penyesuaiannya sbb:
Tanggal Akun Buku Besar Ref Debet Kredit
2007 Des 31 Kerugian piutang
Cadangan kerugian piutang 1 Rp 2.000.000,-
Rp 2.000.000,-
d. beban yang masih harus dibayar/beban yang dibayar dibelakang Tuan Andrie sebagai pemilik “RAPIH LAUNDRY” menyewa gedung dari PT HAVENAR untuk 1 tahun dimulai tanggal 1 Oktober. Sewa setahun Rp 3.600.000,- pembayaran dilakukan dibelakang. Dari data diatas dapat dianalisa behwaa besarnya beban sewa mulai 1 oktober sampai 31 desember (sudah dinilai mati tuan Andrie ) sebesar
RP 3/12 x Rp 3.600.000,- = Rp 900.000,-
Maka jurnal penyesuaiannya
Tanggal Akun Buku Besar Ref Debet Kredit
2007 Des 31 Beban sewa gedung
Sewa gedung yang masih harus dibayar 1 Rp 900.000,-
Rp 900.000,-
e. Beban yang masih harus dibayar
Tuan Toni sebagai pemilik “ BENGKEL MOTOR CEPAT” menyewa ruko mulai 1 Oktober 2007 Rp 12,000.000,- adapun pembeyaran dilakukan dimuka per 1 Oktober 2007.
Dari data tersebut dapat dianalisa sbb:
• Jika penyesuain sewa dibayar dimuka dianggap sebagai harata, maka besar beban sewa yang sudah menjadi beban sampai akhir periode sebesar : RP 3/12 x Rp 12.000.000,- = Rp 3.000.000,-
Maka jurnal penyesuaiannya :
Tanggal Akun Buku Besar Ref Debet Kredit
2007 Des 31 Sewa ruko
Sewa ruko dibayar dimuka 1 Rp 3.000.000,-
Rp 3.000.000,-
• Jika penyesuain dibayar dimuka Jika dianggap sebagai beban, maka besar yang masih merupakn sewa dibayar dimuka sampai dengan 31 Desember sebesar : RP 9/12 x Rp 12.000.000,- = Rp 9.000.000,-
Maka jurnal penyesuaiannya
Tanggal Akun Buku Besar Ref Debet Kredit
2007 Des 31 Sewa ruko dibayar dimuka
Beban sewa ruko 1 Rp 9.000.000,-
Rp 9.000.000,-
f. pendapatan yang masih harus diterima
• PT CAHAYA menyewakan ruko sebesar Rp 12.000.000,- setahun kepada tuan Tomas sebagai pemili bengkel Motor Cepat Tuntas untuk setahun mulai 1 Oktober 2007, dengan pembayaran dilakukan dibelakang per 1 Oktober 2008,. Dari data tersebut dapat dilakukan analisa bahwa mulai 1 Oktober sampai dengan akhir periode (31 Desember 2007) PT Berdikari sebagai pemilik ruko berhak mendapat sewa sebesar:
RP 3/12 x Rp 12.000.000,- = Rp .000.000,-
Maka jurnal penyesuaiannya
Tanggal Akun Buku Besar Ref Debet Kredit
2007 Des 31 Piutang ruko dibayar dimuka
Pendapatan sewa ruko 1 Rp 3.000.000,-
Rp 3.000.000,-
g. pendapatan yang diterima dimuka
pada tanggal 1 Oktober 2007 ibu Tuti menerima uang sewa rumah untuk 1 tahun(pembayaran dimuka) dari PT Gema Usaha sebesar Rp 12.000.000,- .dari data tersebut dapat dianalisis data sebagai berikut:
• Jika penyesuain pendapatan diterima dimuka dicatat sebagai kewajiban, maka pendapatan sewa rumah ibu Tutik sampai dengan 31 Desember sebesar : 3/12 x Rp 12.000.000,- = Rp 3.000.000,-
Maka jurnal penyesuaiannya
Tanggal Akun Buku Besar Ref Debet Kredit
2007 Des 31 Sewa rumah diterima dimuka
Pendapatan sewa rumah 1 Rp 3.000.000,-
Rp 3.000.000,-
• Jika penyesuain pendapatan diterima dimuka dicatat sebagai pendapatan, maka pendapatan yang belum merupakn pendapatan diterima dimuka dari ibu Tutik sampai dengan 31 Desember sebesar :
• 9/12 x Rp 12.000.000,- = Rp 9.000.000,-
Maka jurnal penyesuaiannya
Tanggal Akun Buku Besar Ref Debet Kredit
2007 Des 31 Pendapatan sewa rumah Sewa rumah diterima dimuka
1 Rp 9.000.000,-
Rp 9.000.000,-
F. PENDEKATAN, METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
- Pendekatan : Kontruktifitas
- Metode pembelajran : kooperatif learning
- Model pembelajaran : pertemuan 1dan 2 : STAN dan jigsaw
Pertemuan 3 : ceramah dan talking stik
G. MEDIA/ SUMBER PEMBELAJARAN
Media : Lembar Jawab Siswa (LKS) KD:5.6.C
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akuntansi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Alam,S. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis.
- Habib, M.& Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Bandung: Regina
- Sukwiati, J.& Sudirman S. 2007. Ekonomi Untuk SMA Kelas XI, Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akuntansi dan sumber lain yang relevan.
H. SEKENARIO PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal
Guru mengajukan pertanyaan apersepsi:
a) Ada yang dimaksut dengan neraca sisa?
b) Apa tujuan dibuatnya jurnal penyesuaian
Siswa menjawab :
a) Neraca sisa daftar yang berisi semua saldo akun buku bear yang dicatat secara sistematis menuntut kode akun buku bear yang dipergunakan oleh suatu perusahaan.
b) Maksudnya agar setiap akun riil kusunya kelompok akun harta dan keompok akun utang menunjukkan jumlah yang sebenarnua pada akhir periode akuntansi. Setiap akun nominal menunjukkan pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu periode akuntansi.
10 menit
1
2
3
4
Kegiatan inti
Guru menjelaskan pengertian neraca sisa dan bagaimana cara menyusunnya. Mpenjelasan ini disertai dengan contoh-contoh transaksi akuntansi yang dipampilkan lewat OHP.
Setelah penjeasan tentag materi neraaca sisa selesai, guru memberikan waktu kepada siswa yang ingin bertanya bagian mana yang belum jelas.
Guru mellanjutkan penjelasan materi tentang jurnal penyesuaian(pengertian dan bagaimana cara menysunnya)
Ketika dirasakan penjelasan materi jurnal penyesuaian selesai, guru sekali lagi memberikan jeda waktu kepada siswa yang ingin bertanya bagian mana yang belum jelas.
Siswa terfokus kepada penjelasn guru
Apabila dirasa ada yang belum jelas, siswa berhak menanyakan kepada guru
Siswa mengkondisikan diriagar tetap konsentrasi pada pelajaran.
Siswa menanyakan hal-hal yang dirasa belum dipahami
15 menit
5 menit
40 menit
10 menit
1
Kegiatan penutup
Guru membimbing siswa menyimpulkan
Siswa menyimpulkan
• Pengertian neraca sisa
• Cara menyusun neraca sisa
• Pengertian jurnal penyesuaian
• Cara menyusun jurnal penyesuaian
10 menit
Pertemuan 2
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal
Guru mengajukan pertanyaan apersepsi:
a. Ada tujuan dibuatnya neraca sisa?
b. Apa tujuan dibuatnya jurnal penyesuaian
Siswa menjawab :
a. Untuk mengetahui berapa jumlah semua saldo akun buku desar yang dipergunakan oleh suatu perusahaan
b. Maksudnya agar setiap akun riil kusunya kelompok akun harta dan keompok akun utang menunjukkan jumlah yang sebenarnua pada akhir periode akuntansi. Setiap akun nominal menunjukkan pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam suatu periode akuntansi.
10 menit
1
2
3
4
5
6
7
Kegiatan inti
Untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa guru melakukan review materi berupa model pembelajaran make a match
Guru menyioapkan beberapa kartu
(satu bagian kertu merupakan kumulan soal dan yang linnnya merupakan jawaaban)
Guru memberikan kartu kepada masing-masing siswa secara random(1 siswa mendapatkan satu buah kartu soal/kartu jawaban saja)
Setelah semua siswa menerima kartu, guru memberika waktu dua menit untuk siswa berfikir
Setelah 2 menit habis, guru menyuruh siswa agar mencari pasangan dan kartu yang dipegangnya. Proses pencaraian pasangan kartu ini diberi waktu 5 menit.
Setiap siswa yang berhasil menemukan pasangan dari kartunya (soal-jawaban) sebelum batas waktu habis dibei poin.
Setelah satu babk selesai kartu (soal dan jawaban )dikocok lagi agar siswa mendapat kartu beda dengan yang sebelumnya. Demikian seterusnya sampai waktu yang dialokasikan habis.
Siswa terfokus kepada penjelasn guru
Siswa mengkondisikan diriagar tetap konsentrasi pada pelajaran.
Siswa membantu guru membagikan kartu soal dan jawaban
Siswa langsung memikirkan jawaban / soal apa yang pas dan cocok dengankartu yang dipegang
Siswa secara individual mencari pasangan yang pas dan cocok dari kartu yang dipegangnya
Siswa yang berhasil menerima poin dari guru
5 menit
5 menit
Sesi 1
30 menit
Sesi 2
30 menit
1
Kegiatan penutup
Guru membimbing siswa menyimpulkan
Siswa menyimpulkan
• Pengertian neraca sisa
• Cara menyusun neraca sisa
• Pengertian jurnal penyesuaian
• Cara menyusun jurnal penyesuaian
10 menit
F. PENILAIAN
a. Teknik : lisan dan tulisan
b. bentuk instrument : essay dan obyektif
c. soal/terlampir
d. kunci jawaban/terlampir
e. kunci jawaban/pensekoran/terlampir
f. Rubrik penilaian
Catatan: ketuntasan KD ini sama dengan 100.
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh sekor minimal lebih dari 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan berikutnya.
Mengetahui,
Kepala SMAN 1 Babadan
Dra. Tutut Erliena, M.Pd Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran,
Ida. Fitriana, S. Pd
NIP 19590609 198903 2 006
NIP 19750915 200012 2 004
PENILAIAN KOGNITIF
NO NAMA AKUN DEKOR KARTU SOAL SEKOR KARTU JAWABAN
BABAK 1 BABAK 2 BABAK 3 ….. BABAK 1 BABAK 2 BABAK 3 …..
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
34.
35.
36.
37.
38.
39.
NB: Setiap kali berhasil menemukan pasangan dari kartunya (Jawaban-soal maupun soal-jawaban) siswa mendapat skor 1
Skor Siswa = ∑ = skor kartu soal + ∑ Skor kartu jawab
KARTU SOAL DAN KARTU JAWABAN
1. PT SURYA KENCANA menyewakan ruko seharga Rp 12.000.000, setahun kepada Tuan Thomas sebagai pemilik “Bengkel Motor Kaya” untuk satu tahun mulai 1 Oktober 2007, dengan pembayaran dilakukan di belakang. Berapa hak pendapatan sewa mulai 1 Oktober sampai dengan akhir periode (31 Desember 2007) PT Surya Kencana sebagai pemilik ruko? Buatlah jurnal penyelesaiannya!
3/12 x Rp 12.000.000 = Rp 3.000.000
Maka jurnal penyesuaiannya:
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Sewa rumah diterima dimuka
Pendapatan sewa rumah 1 Rp 3.000.000
Rp 3.000.000
2. Tuan Adi menyewakan ruko seharga Rp 12.000.000,- setahun kepada PT ABADI sebagai pemilik “Lounry Harum” untuk satu tahun mulai 1 September 2007, dengan pembayaran dilakukan dibelakang. Berapa hak pendapatan sewa mulai 1 September sampai dengan akhir periode (31 Desember 2007) tuan Adi sebagai pemilk ruko? Buatlah jurnal penyesuaiannya!
4/12 x Rp 12.000.000 = Rp 4.000.000
Maka jurnal penyesuainya:
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Sewa rumah diterima dimuka
Pendapatan sewa rumah 1 Rp 4.000.000
Rp 4.000.000
3. Pada tanggal 1 Agustus 2007 dibeli mobil seharga Rp 75.000.000. manfaat kendaraan tersebut ditaksir 6 tahun dan nilai residunya Rp 3.000.000. Berapa besarnya penyusutan sampai de 31 Desember 2007 ? buatlah jurnal penyesuaiannya!
5/12 x Rp 12.000.000,- = Rp 5.000.000
Maka jurnal penyeusainnya
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Beban penyusutan mobil
Akumulasi penyusutan mobil Rp 5.000.000
Rp 5.000.000
4. Pada tanggal 1 Nopember 2007 dibeli motor seharga Rp 13.000.000,-. Manfaat kendaraan tersebut ditaksir 5 tahun dan nilai residunya Rp 1.000.000,- Berapa besarnya penyusutan sampai dengan 31 Desember 2007? Buatlah jurnal penyesuaiannya!
2/12 x Rp 2.400.000 = Rp 400.000
Maka jurnal penyesuaiannya
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Beban penyusutan motor
Akumulasi penyusutan motor Rp 400.00
Rp 400.000
5. Pada tanggal 31 Januari 2007 pada daftar sisa terdapat saldo akun perlengkapan sebesar Rp 3.000.000, tetapi di akhir periode, ternyata nilai persediaan yang ada sebesar Rp 500.000. Dari data di atas, berapa besar pemakaian perlengkapan selama satu periode? Buatlah jurnal penyesuaiannya!
Rp 3.000.000, - Rp 500.000, = Rp 2.500.000
Maka jurnal penyesuaiannya:
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Beban perlengkapan
Perlengkapan Rp 2.500.000
Rp 2.500.000
6. Pada tanggal 31 Januari 2007 pada daftar sisa terdapat saldo akun perlengkapan sebesar Rp 1.250.000, tetapi di akhir periode, ternyata nilai persediaan yang ada sebesar Rp 200.000,- Dari data diatas, berapa besar pemakaian perlengkapan selama satu periode? Buatlah jurnal penyesuaianna!
Rp 1.250.000 – Rp 200.000 = Rp 1.050.000
Maka jurnal penyesuaiannya:
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Beban perlengkapan
Perlengkapan Rp 1.050.000
Rp 1.050.000
7. Pada tanggal 12 Desember 2007 diketahui Rp 1.500.000, piutang kepada Tuan Deny (piutang tanggal 1 Desember 2007) gagal ditagih dikarenakan debitur telah meninggal dunia buatlah jurnal penyesuaiannya!
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Kerugian piutang
Cadangan kerugian piutang Rp 1.500.000
Rp 1.500.000
8. Pada tanggal 21 Desember 2007 diketahui Rp 4.500.000, piutang kepada Ibu Eni (piutang tanggal 7 Desember 2007) gagal ditagih dikarenakan debitu telah meninggal dunia. Buatlah jurnal penyesuaianya!
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Kerugian piutang
Cadangan kerugian piutang Rp 4.500.000
Rp 4.500.000
9. Tuan Andi sebagai pemilik “Bersih Laundry” menyewa kios pada PT Kencana untuk satu tahun mulai dari 1 September 2007. sewa setahun Rp 1.200.000, pembayaran dilakukan di belakang. Besarnya beban sewa mulai 1 September sampai 31 Desember 2007 (sudah dinikmati Tuan Andrie)? Buatlah jurnal penyesuaiannya!
4/12 x Rp 1.200.000 = Rp 400.000
Maka jurnal penyesuaiannya
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Beban sewa kios
Sewa kios yg masih harus
Dibayar Rp 4.000.000
Rp 400.000
10. Ibu Ani sebagai pemilik “Laris Sablon” menyewa ruko dari PT Adigraha untuk satu tahun mulai dari 1 Maret 2007. sewa setahun Rp 2.400.000, pembayaran dilakukan di belakang. Berapa besarnya beban sewa mulai 1 Maret sampai 31 Desember 2007 (sudah dinikmati Ibu Ani)? Buatlah jurnal penyesuaiannya!
10/12 x Rp 2.400.000, = Rp 2.000.000
Maka jurnal penyesuaiannya:
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Beban sewa kios
Sewa kios yg masih harus
Dibayar Rp 2.000.000
Rp 2.000.000
11. Tuan Robert sebagai pemilik “Bengkel Mobil Auto” menyewa ruko mulai 1 Mei 2007 dari PT Bagun Jaya untuk satu tahun sebesar Rp 12.000.000. Adapun pembaarannya dilakukan dimuka per 1 Mei 2007. jika penyesuaian sewa dibayar dimuka dianggap sebagai harta, berapa besar beban sewa sampai dengan 31 Desember 2007? Buatlah jurnal penyesuaiannya!
8/12 x Rp 12.000.000 = Rp 8.000.000
Maka jural penyesuaiannya:
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Beban sewa ruko
Sewa ruko dibayar dimuka Rp 8.000.000
Rp 8.000.000
12. Tuan Sugeng sebagai pemilik “Bengkel Mobil Kreatif” menyewa ruko mulai 1 Juli 2007 dari PT Sri Rejeki untuk satu tahun sebesar Rp 2.400.000. Adapun pembaarannya dilakukan dimuka per 1 Juli 2007. jika penyesuaian sewa dibayar dimuka dianggap sebagai harta, berapa besar beban sewa sampai dengan 31 Desember 2007? Buatlah jurnal penyesuaiannya!
6/12 x Rp 2.400.000 = Rp 1.200.000
Maka jural penyesuaiannya:
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Sewa kios dibayar dimuka
Beban sewa kios Rp 1.200.000
Rp 1.200.000
13. PT Surya Kencanamenyewa Ruko seharga Rp 12.000.000 setahun kepada Tuan Tomas sebagai pemilik “Fotocopy Maestor” untuk satu tahun mulai 1 Agustus 2007, dengan pembayaran dilakukan di belakang per 1 Agustus 2008. berapa hak pendapatan sewa mulai 1 Agustus sampai dengan akhir periode (31 Desember 2007) PT Surya Kencana sebagai Pemilik RUko? Buatlah jurnal penyesuaiannya!
5/12 x Rp 12.000.000 = Rp 5.000.000
Maka jural penyesuaiannya:
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Piutang pendapatan sewa ruko
Pendapatan sewa ruko Rp 5.000.000
Rp 5.000.000
14. PT Adi Suport menyewa Ruko seharga Rp 2.400.000 setahun kepada Tuan Toni sebagai pemilik “Fotocopy Super” untuk satu tahun mulai 1 Mei 2007, dengan pembayaran dilakukan di belakang per 1 Mei 2008. berapa hak pendapatan sewa mulai 1 Agustus sampai dengan akhir periode (31 Desember 2007) PT Adi Suport sebagai Pemilik RUko? Buatlah jurnal penyesuaiannya!
8/12 x Rp 2.400.000 = Rp 1.600.000
Maka jural penyesuaiannya:
Tanggal Keterangan Ref Saldo
Debet Kredit
2007 Des. 31 Piutang pendapatan sewa ruko
Pendapatan sewa ruko Rp 1.600.000
Rp 1.600.000
PILIHAN GANDA:
1. akun- akun yang perlu mendapat penyesuaian pada akhir periode akuntansi adalah akun akun berikut ini, kecuali akun:
a. pendapatan yang masih harus dibayar
b. pendapatan yang sudah diterima
c. beban yang madih harus dibayar
d. beban dibayar dimuka
e. penyusutan harta tetap
2. pada jurnal penyesuaian, perlengkapan akan dikredit sebesar:
a. nilai barang yang siap dipakai dalam satu periode
b. pemakaian dalam satu periode akuntansi
c. pembelian selama satu periode Akuntansi
d. sisa perlengkapan yang belum dipakai
e. nilai barang yang terdapat di grdang
3. jika beban dibayar dimuka dicatat sebagai harta maka pada jurnal penyesuaian yang dikeredit adalah akun:
a. beban
b. beban dibayar dimuka
c. beban yang belum dibayar
d. beban yang masih harus dibayar
e. beban yang sudah harus dibayar
4. jika pendapatan diterima dimuka dicata sebagai pendapatan maka akun yang didebet dijurnal penuessuaian adalah:
a. pendapatan
b. pendapatan dibayar dimuka
c. pendapatan yang akan diterima
d. pendapata yang harus diterima
e. pendapatan yang belum diterima
5. berikut ini akun-akun harta tetap yang perlu dilakukan penyusutan, kecuali:
a. tanah
b. beban dibayar dimuka
c. beban yang saudah dibayar
d. beban yang masih harus diterima
e. beban ayang harus diterima
6. penyusutan harta tetap akan berakhir sampai:
a. Harta tetap itu terjual
b. Batas umur teknisnya
c. Akhir periode akuntansi
d. Bata umur ekonomisnya
e. Harta tetap itu tidak dapat dipakai
7. penyusutan harta tetap pada jurnal penyesuaian akan dikredit akun:
a. beban harta tetap
b. beban penyusutan
c. akumulasi penyusutan
d. penyusutan harta tetap
e. beban yang harus disusutkan
8. pada dasarnya fungsi ayat jurnal penyesuaian adalah untuk……..
a. memenuhi selera pemilik agar akun sesuai dengan kelilingnya
b. memonitor penggunaan biaya agar terdapat efisiensi
c. mengoreksi akun harta, utang dan modal untuk mencerminkan keadaan yang sebenarnya pada ahkir perioede
d. mengoreksi akun pendapatan dan biaya agar mencerminkan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode
e. mengoreksi akun riil dan nominal agar mencerminkan keadaan yang sebenarnya pada akhir periode
9. Dalam neraca saldo per 31 Desember 2005 terdapat akun sewa yang dibayar dimuka Rp 6.000.000,- . keterangan akhir tahun menyebutkan dari jumlah ini Rp 2.000.000,00- telah menjadi biaya ; berdasr informasi tersebut maka saldo akun sewa” sewa dibayar dimuka” pada neraca saldo disesuaikan adalah
a. Rp 8.000.000,-
b. Rp 6.000.000,-
c. RP 4.000.000,-
d. Rp 2.000.000,-
e. Rp 500.000,-
10. jika data neraca saldo dikombinasi dengan daya ayat jurnal penyesuaian, maka hasilnya adalah neraca saldo yang disesuaikan dan selanjutnya akan dipindahkan ke lajur….
a. laporan laba rugi
b. neraca akhir
c. laba rugi dan laporan posisi keuangan
d. neraca dan laporan laba rugi
e. labua rigid an neraca
11. dalam neraca saldo PD inti jaya per 31 Desember 2005 terdapat akun kendaraan bermotor sebesar Rp 16.000.000,-; akun penyusutan kendaraan bermotor Rp 3.000.000,- diantara kendaraan bermotor tersebut ada yang dibeli 1 Agustus 2000 sebesar Rp 6.000.000 ,-. PD inti jaya menyusutkan sebesar 10% pertahun harga beli. Berdasarkan data diatas , berapakah besar akumulasi penyusutan kendaraan bermotor pada lajur kertas kerja?
a. Rp 1.250.000
b. Rp 1.600.000
c. Rp 3.000.000
d. Rp 4.250.000
e. Rp 4.600.000
12 perhatikan table akun dibawah ini:
A B C D
Kas
Sewa dibayar dimuka
Pendapatan dibayar dimuka Beban sewa
Pajak terhutang
Pendapatan yang masih harus diterima Pendapatan jasa
Beban penyusutan
Perlatan iktisar laba rugi beban gaji
pendapatan
prive Andi
Dari table diatas , maka kelompok akun yang perlu dibuat ayat jurnal penutup pada akhir periode adalah kelompok……
a. Adan B
b. B dan C
c. B dan D
d. A dan C
e. C dan D
13 pabila neraca saldo suatu perusahaan tidak seimbang, maka disebabkan oleh sebab-sebab berikut ini, kecuali…..
a. kesalahan dalam menjumlahkan kolom debet dan kredit
b. kesalahan karena tidak mendapatkan akun dan neraca saldonya ke neraca saldo
c. kesalahan mencatat transaksi baik diakun debet dan akun keredit neraca saldo
d. kesalahan memindahkan sakdo akun debet dan akun keredit keneraca saldo
e. kesalahan memosting dari jurnal ke buku besar
14 suatu perusahaan memperkerjakan 10 orang karyawan dengan gaji setiap orang karyawan dengan gaji setiap orang Rp 6.000.000,- per hari. Gaji dibayar setiap sabtu. Tanggal 31 Desember jatuh pada hari sabtu. Dari data diatas maka ayat jurnal penyesuaian yag dibuat adalah……
a. biaya gaji di debet, utang gaji dikredit masing-masing sebesar Rp 240.000,00
b. biaya gaji di debet, utang gaji dikredit masing-masing sebesar Rp 300.000,00
c. biaya gaji di debet, kas dikredit masing-masing sebesar Rp 300.000,00
d. biaya gaji di debet, utang gaji dikredit masing-masing sebesar Rp 360.000,00
e. biaya gaji di debet, biaya gaji dikredit masing-masing sebesar Rp 360.000,00
15 pada tanggal 1 April dibeli perlengkapan sebesar Rp 1.120.000,00 pada tanggal 31 Desember 2005 diketahui bahwa persediaan perlengkapan sebesar Rp 720.000,00 jurnal penyesuaian yang dibuat per 31 Desember adalah…..
a. beban perlengkapan di debet, kas dikredit masing-masing sebesar Rp 1.120.000
b. beban perlengkapan di debet, perlengkapan dikredit masing-masing sebesar Rp 1.120.000
c. beban perlengkapan di debet, kas dikredit masing-masing sebesar Rp 400.000
d. beban perlengkapan di debet, beban perlengkapan di kredit masing-masing sebesar Rp 400.000
e. beban perlengkapan di debet, kas dikredit masing-masing sebesar Rp 400.000
16. pada tanggal 1 Agustus 2005 dibayar dimuka asuransi 2 tahun sebesar Rp 2.400.000,- dan dibukukan pada Biaya Akuntansi( dicatat sebagai biaya), maka ayat jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 desember 2005 adalah…..
a. biaya asuransi didebet, asuransi dibayar dimuka masing-masing sebesar Rp 500.000
b. asuransi dibayar dimuka di debet, biaya asuransi dikredit masing-masing sebesar Rp 500.000
c. asuransi dibayar dumuka di debet, biaya akuntansi dikredit masing-masing sebesar Rp 1.900.000,00-
d. biaya asuransi didebet, asuransi dibayar dimuka dikredit masing-masing sebesar Rp 1.900.000
e. biaya Asuransi di debet, kas dikredit masing-masing sebesar Rp 2.400.000
17. pada tutup buku tanggal 31 Desember 2005 masih terdapat bunga terutang atas pinjaman hipotik selama 4 tahun dengan bunga 15 % per tahun. Jumlah pinjaman hipotik sebesar Rp 5.000.000,00 maka ayat jurnal penyesuaian yang dibuat adalah….
a. biaya bunga didebet, kas dikredit masing-masing Rp 750.000
b. biaya bung di debet, utang bunga di kredit masing-masing sebesar Rp 750.000
c. biaya bung di debet, utang bunga di kredit masing-masing sebesar Rp 500.000
d. biaya di debet, asuransi dibayar dimuka di kredit masing-masing sebesar Rp 250.000,00
e. utang bunga drdebet, biaya bunga dikredit masing-masing sebesar Rp 2.400.000
KUNCI JAWABAN
A. Kunci Jawaban
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
Tanggal Nama Akun ref Debet Kredit
2007
Desember 31 Beban perlengkapan Rp 50.000,-
Perlengkapan Rp 50.000,-
Beban iklan Rp 96.000,-
Persekot iklan Rp 96.000,-
Beban sewa Rp 375.000,-
Persekot sewa Rp 375.000,-
Beban peny. Peralatan Rp 30.000,-
Akum. Peny. Peralatan Rp 30.000,-
Piutang pendapatan Rp 150.000,-
Pend. Jasa Rp1 50.000,-
Pendapat. Lain – lain Rp 20.000,-
Utang pend . lain Rp 20.000,-
Beba gaji Rp 300.000,-
Utang gaji Rp 300.000,-
PENILAIAN KOGNITIF
Jenis Soal Jumlah Sekor Tiap Spal Sekor Maksimal Perolehan Sekor
Pilihan Ganda 17 2 34
Essay 7 5 35
Jumlah 69
Jumlah perolehan
Nilai = ------------------------ X 100
Sekor maksimal
f. LEMBAR KERJA SISWA
KD: 5.6.B
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas / Semester : XI / 1
Pokok Bahasan : Jurnal Penyesuaian
I. PETUNJUK KEGIATAN
1. Guru membantu siswa membentuk kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4 orang secara heterogen.
2. Guru menyajikan pelajaran
3. Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggotannya. Anggota yang tau menjelaskan kepada anggota lainnya, begitu seterusnya, sampai seluruh anggota kelompok mengerti.
4. Guru memberikan kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa, pada saat mejawab kuis tidak boleh saling membantu.
II. SOAL-SOAL
Biro Konsultan “SUKSES” mempunyai neraca sisa per 31 Desember 2006 sebagai berikut:
BIRO KONSULTAN “SUKSES”
Neraca Sisa Per 31 Desember 2007
No Nama Akun Debet Kredit
101
102
103
104
105
121
122
201
301
302
401
404
501
502 Kas
Piutang usaha
Perlengkapan
Persekot iklan
Persekot sewa
Peralatan
Akm. Peny perlatan
Utang usaha
Modal ahmad
Prive ahmat
Pendapatan jasa
Pendapatan lain-lain
Beban gaji
Beban asuransi Rp 1.200.000
Rp 800.000
Rp 120.000
Rp 240.000
Rp 900.000
Rp 300.000
Rp 125.000
Rp 245.000
Rp 150.000
Rp 75.000
Rp 350.000
Rp 1.725.000
Rp 1.760.000
Rp 170.000
Jumlah Rp 4.080.000 Rp 4.080.000
Data penyesuaian per 31 Desember 2007 sebagai berikut:
1. Perlengkapan yang tersisa Rp 70.000
2. Iklan dibayar untuk 10 kali penerbitan, telah terbit 4 kali
3. Sewa dibayar tanggal 1 Agustus 2007 untuk masa 1 tahun
4. Peralatan disustkan 10% per tahun
5. Pendapatan jasa yang masih harus diterima Rp 150.000
6. Pendapatan lain-lain yang diterima dimuka Rp 20.000
7. Beban gaji yang masih harus dibayar Rp 300.000
III. Pilihan Ganda
1. Akun-akun yang perlu mendapat penyesuaian pada akhir periode akuntansi adalah akun-akun berikut ini, kecuali akun:
a. pendapatan yang masih harus diterima
b. pendapatan yang sudah diterima
2.
IV.
Rencana pelaksanaan pembelajaran
KD:5.6.C
NAMA SEKOLAH : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/2
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
G. STANDAR KOMPETNSI : 5. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa.
H. KOMPETENSI DASAR : 5.6. Membuat iktisar siklus akuntansi perusahaan jasa
I. INDIKATOR : 1. pengartian kertas kerja
2. Cara menyusun kertas kerja
J. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pelajaran berakhir siswa mapu :
1. mendiakripsikan tentang kertas kerja
2. Menyusun kertas kerja
K. MATERI PELAJAJARAN
1. Kertas kerja adalah( work seet ) atau sering disebut juga neraca lajur merupakan alat Bantu untuk menyusun laporan keuangan pada akhir periode. Hal ini karena pada kertas kerja disajikan cara –cara yang dapat diperlukan untuk menyusun laporan keuangan. Beberapa bentuk kertas kerja adalah sebagai berikut:
a. benruk 6 kolom
BENGKEL MOTOR AJI JAYA
KERTAS KERJA
31 DESEMBER 2007
No Akun Nam Akun Daftar sisa Laba Rugi Neraca
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
b. bentuk 8 kolom
BENGKEL MOTOR AJI JAYA
KERTAS KERJA
31 DESEMBER 2007
No Akun NamaAkun Daftar sisa penyesuain Laba Rugi Neraca
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
c. bentuk 10 kolom
BENGKEL MOTOR AJI JAYA
KERTAS KERJA
31 DESEMBER 2007
No Akun Nama Akun Daftar sisa penyesuain Daftar sisa disesuaikan Laba Rugi Neraca
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
d. bentuk 12 kolom
BENGKEL MOTOR AJI JAYA
KERTAS KERJA
31 DESEMBER 2007
No Akun Nama Akun Daftar sisa penyesuain Daftar sisa disesuaikan Laba Rugi Modal Neraca
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit debet kredit Debet Kredit
2. cara menyusuyn kertas kerja adalah sebagai berikut:
a. isilah kolom daftar sisa dengan data yang berasal dari daftar sisa yang telah disediakan ( dari saldo-saldo akun buku besar ).
b. Kolom penyesuaian diisi dengan data-data yang berasal dari jurnal penyesuaian. Apabila terdapat nama akun yang belum ada didaftar sisa maka nama akun tersebut dicantumkan dibawahnya.
c. Pada tahap ini kita terlebih dahulu mengopnpensasikan ( menggabungkan antara dafrtar sisa dengan penyesuaian). Hasil dari kompensasi atau penggabungan tersebut kita tuliskanpada kolom daftar sisa disesuaikan.
()lihat contoh dibawah ini)
BENGKEL MOTOR AJI JAYA
KERTAS KERJA
31 DESEMBER 2007
No Akun Nama Akun Daftar sisa penyesuain Daftar sisa disesuaikan Laba Rugi Neraca
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
10
10
10
10
5
3
12
4
15
6
2
7
d. memindahkan jumlah-jumlah yahng tercatat dalam daftar sisa setelah disesuaikan. Akun harta, utang danj modal dipindahkan ke kolom neraca. Sedang akun pendapatan dan beban dipindahkan kekolom laba/rugi( sesuai dengann kolom debat dan kredeit dafat sisa disesuaikan)
e. menjumlahkan angka-angka pada kolom laba rugi dan kolom neraca memasukkan laba bersih atau rugi bersih kedalam satu kolom sebagai pengimbang, baik kekolom laba rugia taaupun kolom neraca. Perhtikan ketektuan berikut:
• Jika jumlah debet lebih kecil daripada kredit, sehingga selisihnya ditulis dikolom debet berarti laba bersih.
• Jika jumlah debet lebih besar daripada kredit, sehingga selisihnya ditulis dikolom kredet berarti rugi bersih.
BENGKEL MOTOR AJI JAYA
KERTAS KERJA
31 DESEMBER 2007
No Akun Nama Akun Daftar sisa penyesuain Daftar sisa disesuaikan Laba Rugi Neraca
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit
H
B
Prive
U
P
H
B
Prive
U
P
B
Laba
P
Rugi
H
Prive
Rugi
U
Laba
L. PENDEKATAN, METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
1. Pendekatan : Kontruktifitas
2. Metode pembelajran : kooperatif learning
3. Model pembelajaran : pertemuan 1dan 2 : STAN dan jigsaw
Pertemuan 3 : ceramah dan talking stik
M. MEDIA/ SUMBER PEMBELAJARAN
Media : Lembar Jawab Siswa (LKS) KD:5.6.C
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akuntansi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Alam,S. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis.
- Habib, M.& Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Bandung: Regina
- Sukwiati, J.& Sudirman S. 2007. Ekonomi Untuk SMA Kelas XI, Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akuntansi dan sumber lain yang relevan.
N. SEKENARIO PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal
Guru mengajukan pertanyaan pada siswa :
c. Ada berapa macam bentuk kertas kerja, sebut dan jelaskan
d. Coba silakkan bentuk kolom kertas kerja
Siswa menjawab :
e. Ada 4 bentuk, yaitu 6 kolom, 8 kolom, 10 kolom dan 12 kolom.
f. Diharapkan ada siuswa yang maju membuat kolom kertas kerja. 5 menit
1
2
3
4
Kegiatan inti
Guru menyajikan materi tentang membuat kertas kerja/work sheet.
Guru membantu siswa membuat kelompok yang berangotakn 4 orang secara heterogen.
Guru memberikan tugas kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggotanya.
Anggota kelompok yang membahas.
Anggota kelomok kembali kekelompok asal untuk menjelaskan hasilnya keoada anggota lainnya, begitu seterusnya sampai seluruh anggota kelompk mengerti.
Siswa memperhatikan materi yang disajikan guru.
Siswa dibantu guru membentuk kelompok.
Setiap kelompok mengerjakan tugasnya
Kelompok ahli berkumpul untuk mengerjakan soal yang sama, hasilnya disajukan kekelompok asal. 25 menit
5 menit
20 menit
25 menit
1
Kegiatan penutup
Guru membewri evaluasi dan membantu siswa menyimpulkan materi
Siswa dibantu guru menyimpulkan materi tentang laporan laba/rugi.
10 menit
Pertemuan 2
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal
Guru mengecek tugas yang telah diberikan pada pertemuan sebelumnya
Siswa menunjukkan hasil pekerjaan kelompok yang telah dikerjakan bersama. 10 menit
1
2
3
Kegiatan inti
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresebtasikan hasil pekerjaan menyusun kertas kerja/work sheet.
Guru memberiakn kesempatan untuk Tanya jawab dalam pemantapan materi
Guru memberikan evaluasi berupa kuis
Siswa secara bergiliran mempresentasikan hasil pengerjaan kelompoknya, kelompok lainnya menanggapi.
Siswa yang kurang jelas mengajukan pertanmyaan kepada guru
Siswa menjawab kuis yang diberikan guru
40 menit
10 menit
10 menit
1
2
Kegiatan penutup
Guru membantu siswa menyimpulkan materi
Guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikejakan dirumah
Siswa dibantu guru menyimpulkan materi
Siswa menerima tugas dari guru
10 menit
Pertemuan 3
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal
Guru mengajukan pertanyaan pada apersepsi:
a) Apa tujuan dari dibuatnya kertas kerja?
b) Ada berapa macam format kertas kerja?
Siswa menjawab :
Kerta kerja/neraca lajur dibuat sebagai alat Bantu untuk penyusuna laporan keuangan pada akhir periode
Ada 4 macam format yaitu 6 kolom, 8 kolom, 10 kolom dan 12 kolom. 5 menit
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Kegiatan inti
Guru mengulang sedikit materi kertas kerja yang telah diajarkan sebelumnya.
Guru memberikan kesempatan siswa untuk bertanya
Setelah dirasa siswa paham, guru mempersilakan untuk menutup bukuya.
Guru membuat table kertas kerja 10 kolom dipapn tulis
Guru memberikan tongkat kecil dan memberikan kepada siswa
Guru menghidupkan musik dari Hp
Setelah musik terdengar siswa diharuskan menggilirkan tongkat kecil tersebut kepada temannya
Setelah musik berhwenti guru klangsung menghentikan pengiliran tongkat
Siswa yang memegang tongka kecil terakhir diharuskan mengambil satu lembar pertanyaan dan diharuskan untuk mengerjakannya pada papan tulis( pada table kertas kerja yang tellah dibuat guru )
Guru memberikan penguatan atas jawaban yang diberikan
Deminian seterusnya sampai sebagaian siswa mendapat bagian untuk menjawan setiap pertanyaan guru
Siswa memperhatikan materi yang disajikan guru.
Apabila dirasa ada yang belum jelas, siswa berhak menanyakan kepada guru.
Secara serentak siswa menutup semua bukunya( catatan maupun buku pegangan)
Siswa mengkondisikan kelas agar tetap tenang
Siswa focus pada instruksi yang diberika guru
Siswa focus pada guru
Seiring dengan musik yang mulai terdengar siswa menggilirkan tongkat kecil ke siswa lainnya
Siswa yang terpilih diharapkan mulai menyiapkan diri untuk maju ke depan dan menjawab pertanyaan
Siswa yang terpilih menjawab pertanyaan dengan benar dan jelas
Sisa memperhatika penguatan guru 15 menit
5 menit
45 menit
1
Kegiatan penutup
Guru membimbing siswa untuk menyimpulkan
Siswa dibantu guru menyimpulkan materi tentang laporan laba/rugi.
10 menit
O. PENILAIAN
g. Teknik
h. Bentuk instrument
i. soal/terlampir
j. kunci jawaban/terlampir
k. kunci jawaban/pensekoran/terlampir
l. Rubrik penilaian
Catatan: ketuntasan KD ini sama dengan 100.
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh sekor minimal lebih dari 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan berikutnya.
Mengetahui,
Kepala SMAN 1 Balong
Drs. H. Budi Susanto Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran,
Drs. Moh Taufan Hadi
NIP. 131 474 433 NIP. 131 694 616
LEMBAR TUGAS SISWA
KD:5.6.C
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/2
Pokok bahasan : kertas kerja/work sheet
I. PETUNJUK KEGIATAN
1. Bacalah soal dibawah ini dengan seksama.
2. setiap satu anggota kelomok mempunyai tugas membahas satu soal.
3. anggota kelompok yang membahas soal sama, berkumpul menjadi satu tim ahli untuk mendiskusikan jawabannya(20 menit )
4. jika telah selesai anggota kelompok kembali ke kelompok asal dan menjelaskan kepada teman lainnya dalam satu kelompok, demikian terus secara bergantia, hingga semua anggota kelompok mengetahui semua jawabannya (25 menit )
5. setiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasilnya.
II. SOAL
Daftar saldo “ salon CANTIK MENAWAN ”per 30 desember 2007 sbb:
No. Akun Nama akun Debet Kredit
111
112
113
114
121
122
211
311
312
411
511
512
Kas
Piutang usaha
Perlengkapan salon
Sewa toko dibayar dimuka
Peralatan salon
Akum. Penyusutan peralatan
Salon
Utang usaha
Modal usaha
Prive
Pendapatan usaha
Beban asuransi
Beban gaji pegawai
Rp
5.000.000
2.700.000
1.800.000
4.200.000
4.500.000
-
-
-
1.500.000
-
600.000
2.900.000
Rp
-
-
-
-
-
900.000
1.900.000
11.000.000
-
9.500.000
-
-
JUMLAH 23.300.000 23.300.000
Data penyesuan per 30 Desember 2007 sbb:
a. persediaan perlengkapan sampai 31 Desember 2007 sebesae Rp 800.000,-
b. sewa toko dibayar tanggal 1 April 2007 untuk 1 tahun ke depan
c. beban gaji bulan desember yang belum dibayar sebesar Rp 300.000,-
d. beban iklan yang masih harus dibayar sebesar Rp 200.000,-
Nama akun yang perlu dibuka sbb:
513 beban penyusutan perlengkapan salon
514 beban penyusutan peralatan salon
515 beban sewa toko
115 persekot asuransi
212 utang gaji
516 beban iklan
213 utang beban iklan
LEMBAR PERTANYAAN TALKING STIK
(Saldo-Saldo Akun Buku Besar)
LEMBAR PERTANYAAN TALKING STIK
(Saldo-Saldo Akun Buku Besar)
ANALISA AYAT-AYAT PENYESUAIAN
Penyusutan perlengkapan salon Rp 1.800.000 – Rp 800.000 = Rp 1.000.000
Beban prnyusutan perlengakapan salon Rp 1.000.000
Akum penyusutan perlengkapan salon Rp 1.000.000
Beban sewa toko yang menjadi tanggungan :
9/12 x Rp 4.200.000 = Rp 3.150.000
Beban sewa toko
Sewa toko yang dibayar dimuka Rp 3.150.000
Beban gaji RP 300.000
Beban gaji yangt belum dibayar RP 300.000
Utang gaji RP 300.000
Besarnya penyusutan peralatan salon:
10% x Rp 4.500.000 = Rp 450.000
Besarnya penyusutan peralatan salon Rp450.000
Akum penyusutan perlengkapan salon Rp 450.000
Beban iklan yang masih harus dibayar Rp 200.000
Beban iklan Rp 200.000
Utang beban iklan Rp 200.000
Beban asuransi seluruhnya Rp 400.000
Asuransi yang dibayar di muka RP 200.000
beban asuransi Rp 200.000
“ SALON CANTIK MENAWAN ”
KERTAS KERJA
31 Desember 2007
No Akun Nama Akun Daftar sisa penyesuain Daftar sisa disesuaikan Laba Rugi Neraca
Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit Debet Kredit debet kredit
101
103
110
356
120
357
201
250
251
300
351
352
353
354
355
358
359
360
Kas
utang usaha
perlengkapan salon
persekot sewa
peralatan salon
akum. Peny.alat sln
utang usaha
mosal usaha
prive
pendapatan usaha
beban asuransi
beban gaji
jumlah
B. penyusutan p.sln
Beban sewa toko
Beban peny. Peralatan salon
Persekot ausransi
Utang gaji
Beban iklan
Jumlah
Laba usaha 5.100.000
2.700.000
1.800.000
4.200.000
4.500.000
-
-
-
1.500.000
-
600.000
2.900.000
23.300.000
-
-
-
-
-
9.000.000
1.900.000
11.000.000
-
9.500.000
-
-
23.300.000 -
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
300.000
-
-
1.000.000
3.150.000
450.000
400.000
-
200.000
5.500.000 -
-
1.000.000
3.150.000
-
-
-
-
-
-
400.000
-
-
-
-
-
-
-
300.000
-
200.000
5.500.000 5.100.000
2.700.000
8.000.000
1.050.000
4.500.000
-
-
-
1.500.000
-
200.000
3.200.000
-
-
1.000.000
3.150.000
450.000
400.000
-
200.000
-
24.250.000 -
-
-
-
-
1.350.000
1.900.000
11.000.000
-
9.500.000
-
-
-
-
-
-
-
-
300.000
-
200.000
24.250.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
200.000
3200.000
-
-
1.000.000
3.150.000
450.000
400.000
-
200.000
-
8.600.000
1.200.000 -
-
-
-
-
-
-
-
-
9.500.000
-
-
-
-
-
-
-
-
300.000
-
-
9.800.000 5.100.000
2.700.000
800.000
1.050.000
4.500.000
-
-
-
1.500.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
15.650.000 -
-
-
-
-
1.350.000
1.900.000
11.000.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
200.000
14.450.000
1.200.000
9.800.000 9.800.000 15.650.000 15.650.000
EVALUASI
Daftar Saldo Yang Dimiliki Laundri Cemerlang, Per 31 Desember 2007 Sbb:
No Akun Nama Akun Debet Kredeit
111
112
113
114
115
121
211
311
312
411
412
511
512
Kas
Bank
Piutang usaha
Persekot asuransi
Perlengkapan
Gedung
Utang usaha
Modal Tn Saleh
Preive Tn Saleh
Pendapatan usaha
Pendapatan bunga
Beban
gaji Rp 6.800.000
Rp 9.000.000
Rp 1.500.000
Rp 1.600.000
Rp 2.100.000
Rp 50.000.000
Rp 400.000
Rp 1.700.000
Rp 350.000
Rp 3.800.000
Rp 60.000.000
Rp 9.500.000
Rp 150.000
Rp 73.450.000 Rp 73.450.000
Data penyesuain sbb:
JUIRNAL UMUM
LAUNDRY CEMERLANG
No Akun Nama Akun Debet Kredeit
2007 Des 31
Beban Asuransi
Persekot Asuransi
Beban Perlebgkapan
Perlengkapan
Beban Peny. Gedung
Akum P. Gedung
Piutang Usaha
Pendapatan Usaha
Beban Gaji
Utang Gaji
Rp 400.000
Rp 600.000
Rp 2.000.000
Rp 500.000
Rp 800.000
Rp 400.000
Rp 400.000
Rp 2.000.000
Rp 500.000
Rp 800.000
Diminta: dari data diatas buat5lah kertas kerjanya
PENILAIAN KOGNITIF
POKOK BAHASAN KERTAS KERJA
NO Penilaian Dikolom Jumlah Akun Sekor Perakun Sekor Maksimal Perolehan Sekor
1 Penyesuaian 20 1 20
2 Neraca saldo disesuaikan 20 1 20
3 Laba/rigi 20 1 20
4 Neraca 20 1 20
Total sekor maksimal 80
JUMLAH PEROLEHAN SEKOR
NILAI = X 100
TOTAL SEKOR
NAMA SEKOLAH : SMA NEGERI 1 BABADAN
Mata Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/2
Alokasi Waktu : 4 x 45 menit
III. STANDAR KOMPETNSI : 5. Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa.
IV. KOMPETENSI DASAR : menyusun laporan keuangan perusahaan jasa.
V. INDIKATOR : 1. Menyusun laporan laba/rugi
2. Menyusun laporan perubahan ekuitas
3. Menyusun laporan neraca
4. Menyusun laporan arua kas
VI. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah pelajaran berakhir siswa mapu :
1. Menyusun laporan laba/rugi
2. Menyusun laporan perubahan ekuitas
3. Menyusun laporan neraca
4. Menyusun laporan arua kas
VII. MATERI PELAJAJARAN
m. laporan Laba/Rugi ( income statmen )
Adalah laopran yang mengiktisarkan pendapatan dan beban suatu perusahaan selama periode tertentu.
Cara menyusun laporan laba/rugi
Ada dua cara yang digunakan, yaitu :
a. Cara Tunggal ( Single Step )
pada sistem ini semua pendaatan dijumlahkan dari atas kebawah menjadi satu kelompok kemudian dikurangi dengan jumalh seluruh beban dalam periode tertentu.
b. Cara lengkap ( Multiple Step )
Pada sistem ini kelompok pendapatan dipisahkan menjadi dua kelomok yaiu kelompok pendapatan operasional dan non operasional.
Demikian juga kelmpok beban, juga dikelompokkan menjadi dua kelompok beban operasional dan non operasional. Laba/rugi dihitung dengan cara mencari selisih jumlah pendapatan dan beban. Jika jumlah pendapatan lebih besar daipada beban disebut laba, namu jika jumlah lebih besar daripda pendapatan maka disebut rugi.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menyusun laporan keuangan ini:
a. Pada baris pertama dituliskan nama perusahaan ( CV SENTOSA )
b. Bari kedua disebut laporan Laba/Rugi
c. Baris ketira ditulis periode laporan yang disajikan (Per 30 Desember 2007)
d. Menyajikan pendapatan pada bagian atas dan bawah
n. laporan perubahan ekuitas ( Statement Of Owner’s Equiti )
Tata cara penyusunan sebagi berikut :
f. pada baris pertama ditulis nama perusahaan ( PT MAHAKARYA )
g. pada baris kedua ditulis laporan perusahaan Ekuitas
h. baris ketiga menuiskan periode laporan ( per 31 juli 2008 )
i. menyajikan modal awal ditambah dengan tambahan investasi dan laba bersih ( jika perusahaan memperoleh keuntungan )
j. jika perusahaan menderita kerugian maka cara menyajikan kerugian modal awal ditambah denagan investasi, dikurangi rugi.
k. Mengurangkan denga prive pemilik
l. Hasi akhir perhitungan ini merupakan modal akhir perusahaan.
o. Laporan Neraca
Adalah suatu laporan yagn berisi susunan harta, kewajiban dan modal suatu perusaan pada suatu periode tertentu. Daftar susunan ini merugikan tentang kekayaan perusahaan dan sumber pembelanjaan.
Cara penyusunan tahap awal sama dengan laporan sebelumnya yaitu,
Mencantumkan nama perusahaan, jenis laporan dan periode laporan. Hal lain yang perlu diperhatikan:
f. Harta disusun menurut lukuidasinya
g. Kewajin\ban disusun menurut urutan jatuh temponya
h. Modal disusun menurut urutan sifat kekekalannya.
p. Laporan Arus Kas
Adalah suatu laporan keuangan yang menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas suatu perusahaan dalam periode tertentu selama satu periode. Arus kas diklasifikasikan menjadi 3 kelompok yaitu :
i. penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari kegiata investasi
ii. pembelanjaan dan
iii. kegiayan usaha
VIII. METODE DAN MODEL PEMBELAJARAN
1. Metode pembelajran : kooperatif
2. Model pembelajaran : jigsaw ( model tim ahli )
IX. MEDIA/ SUMBER PEMBELAJARAN
Media : Lembar Jawab Siswa (LKS) KD:5.7.
Sumber : - Firdaus, Y. 2005. Akuntansi SMA Untuk Kelas XI. Jakarta: Erlangga.
- Alam,S. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Esis.
- Habib, M.& Widodo, A. 2007. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Jakarta: Piranti Darma Kalokatama.
- Moeslihat R. 2005. Akuntansi Untuk SMA dan MA Kelas XI. Bandung: Regina
- Sukwiati, J.& Sudirman S. 2007. Ekonomi Untuk SMA Kelas XI, Yogyakarta: Yudistira.
- Buku Akuntansi dan sumber lain yang relevan.
X. SEKENARIO PEMBELAJARAN
Pertemuan 1
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1 Kegiatan Awal
Guru membuka pelajaran dengan memberi apersersi dan pertanyaan berkaitan dengan materi yang akan dubahas .
Siswa menjawab pertanyaan guru 10 menit
1
2
3
4
5 Kegiatan inti
Guru meminta siswa untuk membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4 orang anggota ( A, B, C, D ).
Guru memberikan tugas yang berbeda pada setiap anggota kelompok, dan setiap anggota diminta membaca bagian materi yang ditugaskan.
Setiap anggota dalam kelompok yang mempunyai tugas sama berkumpul jadi satu dalam kelompok baru ( tim ahli ) untuk mendiskusikan tugas mereka.
Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli, guru minta siswa untuk kembali kekelompok asalnya dan menjelaskan ketemen satu timnya secara bergantian, sedangkan teman lainnya memperhatikan.
Tiap kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
Siswa membuat kelompok sesuai dengan petunjuk guru.
Siswa memehami setiap soal yang menjadi tugasnya
Setiap siswa dalam kelompok ahli mendiskusikan tugasnya
Siswa kembali kekelomok asal untuk memberikan penjelasan kepada temannya
Mempresentasikan hasil pekerjaannya ( laporan laba/rugi ) 5 menit
5 menit
15 menit
15 menit
30 menit ( 2 klp )
1
2 Kegiatan penutup
Guru dan siswa menyimpulkan materi tentang laporan laba rugi
Guru mengingatkan siswa kelompok yang belum tampil untuk menyiapkan pada pertemuan berikutnya
Siswa dibantu guru menyimpulkan materi tentang laporan laba/rugi.
10 menit
Pertemuan 2
No Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi Waktu
1.
2. Kegiatan awal
Guru mengecek kegiatan siswa yang telah diberikan sebelumnya
Guru menanyakan, akun apa saja yang masuk dalam laporan laba/rugi
Siswa menunjukkan pekerjaannya.
Duharapkan siswa menjawab:
“ pendapatan dan beban ”
10 menit
1.
2. Kegiatan inti
Guru meminta siswa secara bergilir mempreentasikan tentang penyusunan :
- laporan ekuitas
- laporan neraca dan
- laporan arus kas
Guru memberikan tugas
Siswa presentasi dan kelompok lain menanggapi sesuai dengan laporan yang dipresentasikan
Siswa menjawab kuis
60 menit
( 4 kelompok )
10 menit
1. Kegiatan penutup
Guru dan siwa menyimpulkan materi tentang laporan keuangan.
Siswa dibantu guru menyimpulkan materi.
10 menit
XI. PENILAIAN
q. Teknik
r. Bentuk instrument
s. soal/terlampir
t. kunci jawaban/terlampir
u. kunci jawaban/pensekoran/terlampir
v. Rubrik penilaian
Catatan: ketuntasan KD ini sama dengan 100.
Siswa dinyatakan tuntas bila memperoleh sekor minimal lebih dari 75
Siswa yang belum tuntas dilayani remidi pada pertemuan berikutnya.
Mengetahui,
Kepala SMAN 1 Balong
Drs. H. Budi Susanto Ponorogo,
Guru Mata Pelajaran,
Drs. Moh Taufan Hadi
NIP. 131 474 433 NIP. 131 694 616
LEMBAR KERJA SISWA
Kd: 5.7.
Materi Pelajaran : Ekonomi
Kelas/Semester : XI/2
Materi : Laporan Keuangan
I. PETUNJUK
1. bacalah soal dan perintahnya dengan seksama
2. buatlah kelompok, satu kelompok beranggotakan 4 orang ( A, B,C dan D ).
3. Jika anda anggota A, tugas anda memahami perintah A
Jika anda anggota B, tugas anda memahami perintah B
Jika anda anggota C, tugas anda memahami perintah C
Jika anda anggota D, tugas anda memahami perintah D
4. Jika anda sudah paham, setiap kelompok yang memiliki tugas sama berkumpul menjadi satu kelompok ahli, mendiskusikan untuk mengerjakan tugasnya.
5. Setelah diskusi selesai sebagai tim ahli, silahkan kembali kekelompok asalnya dan menjelakan ke teman satu timnya secara bergantian, sedangkan teman lainnay mempehatikan.
6. Jika sudah selesai, kelompok diberi kesempatan untuk mempresentasikan hasil diskusinya.
II. SOAL
“ SERVIS ELEKTRONIK PUSPITA ”
Persamaan Akuntansi
Per 31 Desember 2006
Tgl HARTA UTANG DAN MODAL
Kas Piutang Perlengk Peralatan kantor Akum peny. Peral Utang usaha Modal KET
1 10.000.000 - - 2.000.000 - - 12.000.000 Modal awal
3 (1.000.000) - - - - - (1.000.000) Beban sewa
5 (600.000) - 1.100.000 - - 500.000 Perlengkapan
7 (500.000) - - - - (500.000) - Memby. Utang
9 - - - 750.000 - 750.000 - Peralatan
11 1.500.000 - - - - - 1.500.000 Pend. Jasa
12 (125.000) - - - - - (125.000) Beban listrik
14 400.000 - - - - - 400.000 Penr. Komisi
15 - 3.000.000 - - - - 3.000.000 Pendp. Jasa
17 (500.000) - - - - - (500.000) Beban gaji
20 2.000.000 (2.000.000) - - - - - Terima piutang
22 (600.000) - - - - (600.000) - Membayar utang
25 3.500.000 - - - - 3.500.000 Pend. Jasa
27 (750.000) - - - - (750.000) Prive
28 (250.000) - - - - (250.000) Beban telepon
30 - - (300.000) - (300.000) b. perlengkapan
31 - - - - (27.500) b. peny.peral
13.075.000 1.000.000 800.000 2.750.000 (27.500) 150.000 17.447.500
Dari persamaan akuntansi diatas, buatlah laporan keuangan dari :
A. Laporan Laba/Rugi
B. Laporan perubahan modal
C. Neraca
D. Laporan arus kas
LEMBAR KERJA SISWA
LAPORAN LABA RUGI
“ SERVIS ELEKTRONIK PUSPITA ”
Per 30 Desember 2006
Pendapatan :
Beban usaha:
Jumlah pekerjaan ada 11 poin @ sekor 3, total sekor 3 x 11 = 33
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
“ SERVIS ELEKTRONIK PUSPITA ”
Per 30 Desember 2006
Modal Awal
Modal Akhir
Jumlah pekerjaan ada 5 poin @ sekor 3, total sekor 3 x 5 = 15
NERACA
“ SERVIS ELEKTRONIK PUSPITA ”
Per 30 Desember 2006
Aktiva Pasiva
Harta Lancar:
Total Aktiva Total Pasiva
Jumlah pekerjaan ada 9 poin @ sekor 3, total sekor 3 x 9 = 27
LAPORAN ARUS KAS
“ SERVIS ELEKTRONIK PUSPITA ”
Per 30 Desember 2006
Kegiatan operasi
Jumlah penerimaan
Jumlah pembayaran
Jumlah kas dari kegiatan operasi
Kegiatan investasi
Pembelian perlengkapan
Jumlah kas dari kegiatan investasi
Kegiatan pendapatan
Modal awal
Prive
Jumlah kas dari kegiatan pendapatan
Saldo kas akhir periode
Jumlah pekerjaan ada 8 poin @ sekor 3, total sekor 3 x 8 = 24
Kunci Jawaban
LAPORAN LABA RUGI
“ SERVIS ELEKTRONIK PUSPITA ”
Per 30 Desember 2006
Pendapatan :
Pendapatan Jasa Rp1.500.000+Rp 3.500.000
+ Rp 3.000.000 Rp 8.000.000
Pendapatan komisi Rp 400.000
Jumlah pendapatan Rp 8.400.000
Beban usaha:
Beban sewa Rp 1.000.000
Beban listrik Rp 125.000
Beban gaji Rp 500.000
Beban telefon Rp 250.000
Beban perlengkapan Rp 300.000
Beban penyusutan peralatan Rp 27.500
Jumlah beban usaha Rp( 2.202.500)
Laba bersih usaha Rp 6.197.500
Jumlah pekerjaan ada 11 poin @ sekor 3, total sekor 3 x 11 = 33
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
“ SERVIS ELEKTRONIK PUSPITA ”
Per 30 Desember 2006
Modal Awal Rp 12.000.000
Laba usaha Rp 6.197.500
Prive (Rp 750.000)
Penambahan modal Rp 5.447.500
Modal Akhir Rp 17.447.500
Jumlah pekerjaan ada 5 poin @ sekor 3, total sekor 3 x 5 = 15
NERACA
“ SERVIS ELEKTRONIK PUSPITA ”
Per 30 Desember 2006
Aktiva Pasiva
Harta Lancar: Utang usaha Rp 150.000
Kas
Piutang usaha
Perlengkapan
Harta tetap Modal Rp 17.447.500
Peralatan
Akum.peny.peralatan
Total Aktiva Total Pasiva Rp 17.597.500
Jumlah pekerjaan ada 9 poin @ sekor 3, total sekor 3 x 9 = 27
LAPORAN ARUS KAS
“ SERVIS ELEKTRONIK PUSPITA ”
Per 30 Desember 2006
Kegiatan operasi
Jumlah penerimaan Rp 7.100.000,-
Jumlah pembayaran Rp 2.675.000,-
Jumlah kas dari kegiatan operasi Rp 4.425.000,-
Kegiatan investasi
Pembelian perlengkapan (Rp 600.000,-)
Jumlah kas dari kegiatan investasi Rp 3.825.000
Kegiatan pendapatan
Modal awal Rp 10.000.000
Prive (Rp 750.000,-)
Jumlah kas dari kegiatan pendapatan Rp 9.250.000,-
Saldo kas akhir periode Rp 13.075.000,-
Jumlah pekerjaan ada 8 poin @ sekor 3, total sekor 3 x 8 = 24
PENILAIAN KOGNITIF
( KD 5.7 )
Mata Pelajaran : EKONOMI
Kelas/semester : XI/1
Pokok bahasan :Laporan Keuangan
Kelompok :…………….
No Aspek penilaian Jumlah pekerjaan Sekor tiap pekerjaan Sekor maksimal Sekor yang diperoleh
1 Laporan laba/rugi
11 3 33
2 Laporan perubahan ekuitas
5 3 15
3 Laporan Neraca
9 3 27
4 Laporan Arus Kas
8 3 24
Total Sekor
99
Nilai = sekor yang diperoleh: skor maksimal x 100
EVALUASI
Pokok Bahasan: Laporan Keuangan
PILIHAN GANDA
1. Dibawa ini termasuk jenis laporan keuangan,kecuali:
a. Laporan nerca
b. Laporan laba/rugi
c. Laporan prive
d. Laporan arus kas
e. Perubahan modal
2. Salah satu perinsip laporan keuangan adalah tidak boleh bergantung pada kebutuhan dan kemauan pihak tertentu, hal ini dinamakan:
a. Daya banding d. Netral
b. Relevan e. Daya Uji
c. Lengkap
3. Untuk mengukur kamajuan atau perkembangan perusahaan dalam satu periode akuntansi tertentu, adalah tujuan dibuatnya:
a. Cash fllow
b. Cash account
c. Balance sheet
d. Capital statement
e. Profit and loss statment
4. keputusan investor mengenai besar atau kecilnya modal yang ditanamkan dalam suatu perusahaan sanggat tergantung pada penilaiannya terhadap……
a. kemampuan manager perusahaan
b. laporan keuangan
c. jenis barang yang diperoduksi
d. besar kecilnya perusahaan
e. pendapatan komisi
5. Dibawah ini yang termasuk komponen menambah jumlah pendapatan, kecuali:
a. penjualan aktiva diluar usaha
b. terima bunga bank
c. membayar beban siswa
d. menerima deviden
e. pendapatan komisi
6. Pendapatan usaha adalah pendapatan yang diperoleh dari…..
a. hasil usaha pokok
b. penjualan berbagai barang sisa
c. kegiatan diluar usaha pokok perusahaan
d. penambahan modal oleh pemilik perusahaan
e. penjualan aktiva diluar barang-barang dagangan
7. Pengambilan pribadi ( prive ) akan mempengaruhi:
a. harta
b. utang
c. modal
d. harta dan modal
e. harta dan uang
8. berkurangnya modal pada seluruh perusahaan perseorangan kemungkinan sebagai akibat adanya :
a. pengeluaran beban
b. penambahan barang
c. pengurangan harta
d. penambahan utang
e. pengurangan beban
9. jika laporan keuangan pada akhir periode jumlah modal akhirnya menurun, kemungkinan perusahaan mengalami:
a. penambahan laba
b. penurunan harga
c. kerugian
d. pengurangan harga
e. penambahan utang
10. penambahan modal Rp 15.000.000,- dan pengambilan prive Rp 3.000.000,- maka…
a. modal bertambah Rp 18.000.000,-
b. modal berkurang Rp 18.000.000,-
c. modal bertambah Rp 12.000.000,- dan berkurang Rp3.000.000
d. modal berkurang Rp 12.000.000,-
e. modal bertambah Rp 15.000.000,-dan berkurang Rp 3.000.000
11. akun berikut ini akan tampak pada neraca sebelah debet, yaitu :
a. deviden
b. utang wesel
c. modal saham
d. bunga dibayar dimuka
e. akumulasi penyusutan peralatan
12. apabila utang perusahaan bertambah Rp 5.000.000,- dan harta berkurang Rp 2.000.000,- maka modal perusahaan pada periode tersebut akan…….
a. betambah Rp5.000.000,-
b. berkurang Rp 2.000.000,-
c. bertambah Rp 7.000.000,-
d. berkurang Rp 7.000.000,-
e. bertambah Rp3.000.000,-
13. pandapatan usaha sebesar Rp 2.6000.000,- prive sebesar Rp 600.000,- dan beban usaha sebesar Rp 600.000,- maka besarnya laba :
a. Rp 600.000
b. Rp .1000.000
c. Rp1.400.000
d. Rp2. 600.000
e. Rp 4.200.000
14. laba usaha sebesar Rp 2.000.000,-;beban gaji Rp 900.000,- beban perengkapan Rp 1.300.000,-; beban listrik sebesar Rp 200.000,-;beban lain-lain Rp80.000,- maka jumlah pendapatan sebesar:
a. Rp 900.000,- d. Rp 1.480.000,-
b. Rp1. 200.000,- e. Rp3.480.000,-
c. Rp 1.980.000,-
15. laba usaha sebesar Rp 3.000.000,- pendqapatan usaha Rp 6.000.000,- dan pendapatan sewa Rp 400.000,- dan pendapatan bunga Rp200.000,- jumlah bean sewa:
a. Rp 3.000.000
b. Rp 3.600.000
c. Rp 6.000.000
d. Rp 6.400.000
e. Rp 6.600.000
16. modal awal Rp12.000.000,- pengambilan pribadi Rp 500.000,- laba Rp 3.000.000,- moal akhirnua sebesar:…..
a. Rp 9.000.000 d. Rp 14.000.000
b. Rp 14.000.000 e. Rp 14.500.000
c. Rp 14.500.000
17. pendapatan usaha Rp 4.000.000,- jumlah beban Rp 1.500.000 pengambilan pribadi Rp 500.000 modal akhir Rp10.000.000 besar modalnya
a. Rp5.500.000 d. Rp 8.500.000
b. Rp 6.000.000 e. Rp 9.500.000
c. Rp 8.000.000
18. harta perusahaan terdiri dari kas Rp 1.200.000 wesel tagih Rp 800.000 piutang usaha Rp1.600.000 utang bank Rp 1.200.000 besar modalnya
a. Rp 2.400.000 d. Rp 4.600.000
b. Rp 3.600.000 e. Rp 6.600.000
c. Rp 4.200.000
19. modal usaha sebesar Rp 8.000.000 kas Rp 1.000.000 wesel tagih Rp 1.200.000 piutang usaha Rp 1.800.000 prlengkapan Rp 600.000 peralatan kantor Rp 2.000.000 peralatan relasi Rp 4.000.000 maka besar utang usaha:….
a. Rp 2.000.000 d. Rp 4.600.000
b. Rp 2.600.000 e. Rp 6.600.000
c. Rp 4.000.000
20. modal usaha Rp 10.000.000 utang usaha Rp 2.000.000 utang bank Rp 1.000.000 kas Rp 800.000 perlengkapan Rp 900.000 peralatan salon Rp 2,500.000 besar nilai gedung adalah…..
a. Rp 2.600.000
b. Rp 3.500.000
c. Rp 6.800.000
d. Rp 8.800.000
e. Rp 13.000.000
KUNCI JAWABAN
1. C 11. D
2. D 12. D
3. E 13. C
4. B 14. E
5. C 15. B
6. A 16. C
7. D 17. C
8. A 18. A
9. C 19. B
10. E 20. D
ANINDYA TRENDY DESIGN
A. Informasi Umum
Pada tanggal 1 Januari 2008 anindya mendiruikan perusahaan yang bergeraj dibidang jasa desaign interior bernama “ ANINDYA TRENDI DESIGN “perusahaan ini akan melakukan menyusun laporan keuangan setiap akhir bulan.
B. Nomor Dan Nama Akun Yang Telah Disediakan
Aktiva
111 Kas
112 Piutang usaha
113 Piutang pendapatan jasa
114 Piutang pendapatan komisi
115 Persekot sewa
116 Persekot iklan
117 Perlengkapan
118 Peralatan
119 Akumulasi penyusutan peralatan kantor
Pasiva
211 Hutang usaha
212 Hutang bank
213 Hutang pendapatan
311 Modal Anindya
312 Prive Anindya
Pendapatan
411 Pendapatan jasa
412 Pendapatan komisi
Beban
511 Beban gaji
512 Beban sewa
513 Beban iklan
514 Beban perlengkapan
515 Beban penyusutan peralatan
516 Beban listrik
517 Beban telepon
518 Beban bunga
C. Data Transaksi
Transaksi yamg terjadi selama bulan Januari 2008 selama masa pendirian adalah sebagai berikut :
1 Januari Anindya menyetorkan uang tunai sebesar Rp 25.000. 000,-
Untuk modal awal usahanya.
2 Januari membayar sewa kantor untuk kegiatan usahanya sebesar Rp 4. 800. 000,-
3 Januari dibe;I peralatan dari pt maha karya Rp 6.000.000,- secara kredit dengan syarat pembayaran 2/10.,n/30
5 Januari membeli perlengkapan sebesar Rp 3.500.000,- secara tunai
6 Januari meminjam uang dari bank sebesar Rp 15.000,-
8 Januari membayar beban iklan sebesar Rp 6.000.000,-
10 Januari menerima pendapatan jasa desaign dari CV PUSPITA sebear
Rp 5.000.000,-
12 Januari anindya membeli komputer Rp 3.000.000,- untuk saudaranya dengan mengambil uang perusahaan.
14 januari membayar sebagian utang atas transaksi tanggal 3 januari sebesar Rp 2.000.000,-
17 Januari telah diselesaikan pekerjaan untuk Nn Celen, tetapi belum diterima senilai Rp 3.000.000,-
19 Januari membayar beban Listrik Rp 5000.000,- dan beban telepon Rp 300.000,-
20 Januari membayar beban asuransi Rp 300.000,-
22 Januari membeli peralatan dari took Murah secara kredit Rp 2.000.000,- dibayar tunai 75% dengan syarat pembayaran 3/10, n/30
25 Januari membayar sisa pinjam kepada PT MAHA KARYA 50%
30 Januari membayar gaji karyawan Rp 1.700.000,-
D. Data Penyesuain
Pada tanggal 30 Januari 2008 terdapat data penyesuaian sebagai berikut:
a. Sewa dibayar untuk satu tahun.
b. Perlemgkapan yang telah dipakai Rp 2.500.000,-
c. Peralatan disusutkan 10% per tahun
d. Iklan yang telah dibayarkan untuk 10 kali penerbitan, salama bulan Januari telah diterbitkan 2 kali
e. Beban asuransi dibayar untuk 6 bulan
f. Bunga bank 15% per tahun
g. Gaji pegawai diterima dimuka sebesar Rp200.000,-
h. Pendapatan komisi yang masih harus diterima Rp 300.000,-
E. Perintah
Dari data tersebut diatas dimnta :
1. Masukkan kedalam bukit transaksi
2. Catatlah kedalam jurnal umum ( general journal )
3. Buatlah buku besarnya ( general ledger )
4. Buku pembesar pembantu
5. Buatlah neraca saldonya ( trial balance )
6. Buatlah jurnal penyesuaian ( adjumsen journal )
7. Buatlah neraca saldonya ( work sheet )
8. Buatlah laporan keuangan
a. Laporan laba/rugi
b. Laporan perubahan modal
c. Laporan neraca akhir
9. Buatlah jurnal penutupnya
10. Posting jurnal penutup ke buku besar
11. Daftar saldo setelah penutupan
12. Jurnal pembalik
ANINDYA TRENDY DESIGN
JURNAL UMUM
JANUARI 2008
Hal :
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
ANINDYA TRENDY DESIGN
JURNAL UMUM
JANUARI 2008
Hal :
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
BUKU BESAR UTAMA
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama Akun…………. No…………
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
BUKU BESAR PEMBANTU PIUTANG
Nama :
Alamat :
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama :
Alamat :
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama :
Alamat :
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
BUKU BESAR PEMBANTU PIUTANG
Nama :
Alamat :
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama :
Alamat :
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
Nama :
Alamat :
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit Saldo
Debet Kredit
ANINDYA TRENDY DESIGN
NERACA SALDO
Per 31 Januari 2008
No Akun Nama Akun Debet Kredit
ANINDYA TRENDY DESIGN
JURNAL PENYESUAIAN
Per 31 Januari 2008
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
ANINDYA TRENDY DESIGN
NERACA LAJUR PER 31 JANUARI 2008
No Akun NAMA AKUN SALDO JURNAL PENYESUAIAN NS DISESUAIKAN LABA/RUGI NERACA
D K D K D K D K D K
ANINDYA TRENDY DESIGN
LAPORAN LABA/RUGI
Per 31 Januari 2008
ANINDYA TRENDY DESIGN
LAPORAN PERUBAHAN MODAL
Per 31 Januari 2008
ANINDYA TRENDY DESIGN
NERACA AKHIR
Per 31 Januari 2008
ANINDYA TRENDY DESIGN
JURNAL PENUTUP
Per 31 Januari 2008
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
ANINDYA TRENDY DESIGN
NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
Per 31 Januari 2008
No Akun Nama Akun Debet Kredit
ANINDYA TRENDY DESIGN
NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
Per 31 Januari 2008
No Akun Nama Akun Debet Kredit
ANINDYA TRENDY DESIGN
JURNAL PEMBALIK
1 Februari 2008
Tanggal Keterangan Ref Debet Kredit
Senin, 04 Maret 2013
investasi
INVESTASI
Nomor Porsi:1300674255 Nama Jamaah:AMIRUL MUSTOFA,S.SOS Nama Ayah:SURYO MULYONO Tanggal Pendaftaran:12-10-2012 Tanggal Pelunasan:- Estimasi Tahun Berangkat:1445 H Provinsi:JAWA TIMUR Urutan ke:379839 Porsi Provinsi:34165 Kabupaten:KAB. PONOROGO Urutan ke:379839 Porsi Kabupaten:33935 Nomor SSPH:133 Nama Bank:BRIS
Nomor Porsi:1300674257 Nama Jamaah:IDA FITRIANA,SPD Nama Ayah:FAUZAN ANSORI Tanggal Pendaftaran:12-10-2012 Tanggal Pelunasan:- Estimasi Tahun Berangkat:1445 H Provinsi:JAWA TIMUR Urutan ke:379841 Porsi Provinsi:34165 Kabupaten:KAB. PONOROGO Urutan ke:379841 Porsi Kabupaten:33935 Nomor SSPH:134 Nama Bank:BRIS
INVESTASI
1. Pengertian
Secara harafiah, investasi adalah penyimpanan uang dengan tujuan memperoleh return yang diharapkan lebih besar dibanding bunga deposito untuk memenuhi tujuan yang ingin dicapai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dan sesuai dengan kemampuan akan modal. Atau dapat diartikan juga sebagai suatu pengorbanan dalam bentuk penundaan pengeluaran sekarang untuk memperoleh keuntungan (return) yang lebih baik di masa datang.
Dengan kata lain yang lebih simple/sederhana, investasi adalah cara seseorang untuk mengelola uangnya baik itu dengan dibelikan property, ditabung atau ditanam ke dalam suatu usaha dengan tujuan mendapat keuntungan setelah masa/periode yang ditentukan sebelumnya.
2. Bentuk-bentuk investasi
Dalam kehidupan sehari-hari ada beberapa bentuk investasi yang kita ketahui, di antaranya yaitu :
a. Investasi property
Investasi property ini dapat berupa penanaman sejumlah uang dalam bentuk property, hal yang paling lazim biasa dilakukan adalah dalam bentuk emas, rumah ataupun tanah.
b. Investasi ekuitas
Investasi ekuitas ini umumnya berhubungan dengan pembelian dan menyimpan saham stok pada suatu pasar modal oleh individu dan dana dalam mengantisipasi pendapatan dari deviden dan keuntungan modal sebagaimana nilai saham meningkat. Hal tersebut juga kadang kadang berkaitan dengan akuisisi saham (kepemilikan) dengan turut serta dalam suatu perusahaan swasta (tidak tercatat di bursa) atau perusahaan baru ( suatu perusahaan sedang dibuat atau baru dibuat). Ketika investasi dilakukan pada perusahaan yang baru, hal itu disebut sebagai investasi modal ventura dan pada umumnya dimengerti mempunyai risiko lebih besar dari pada investasi situasi-situasi dimana saham tercatat di bursa dilakukan.
3. Resiko Investasi
Biasanya, ada 3 resiko yang paling ditakutkan orang ketika mereka akan melakukan investasi, yaitu :
a. Turunnya Nilai Investasi
Risiko yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi umumnya adalah "Apakah uang saya akan hilang?" Kebanyakan orang mungkin menjawab "tidak" kalau ditanya seperti itu. Karena tidak ada orang yang mau kehilangan uangnya. Akan tetapi, setiap investasi pasti ada resikonya. Perbedaannya hanya pada ukurannya. Ada produk investasi yang risikonya cukup besar, ada yang sedang, ada yang kecil.
Sekarang jika Anda berinvestasi, kita harus mempertimbangkan seberapa besar penurunan nilai yang bersedia Anda tanggung bila Anda mengalami kerugian? 10 persen? 20 persen? 50 persen? Atau 100 persen? Berapapun besar kerugian yang bersedia Anda tanggung, ingatlah bahwa itu adalah bagian dari berinvestasi. Jangan pernah mengharapkan Anda akan terus-menerus untung. Yang disebut dengan kerugian, sesekali memang harus kita alami. Karena dengan adanya kerugian, itu adalah pengalaman yang membuat kita jadi lebih banyak belajar dalam berinvestasi.
b. Sulitnya Produk Investasi itu Dijual
Resiko kedua yang paling ditakuti orang ketika berinvestasi adalah apakah produk investasi yang dibelinya itu mudah untuk dijual/diuangkan kembali. Beberapa orang mungkin senang berinvestasi ke dalam emas karena emas dianggap mudah dijual kembali. Akan tetapi, ada juga orang yang berinvestasi ke dalam mata uang dolar Amerika, dan dolar tersebut cepat-cepat dimasukkannya ke bank. Ini karena bila dolar itu disimpan di lemari, maka kondisi fisik dari kertas uangnya mungkin akan menurun, dan itu kadang-kadang akan menyulitkan bila suatu saat dolar itu hendak dijual kembali. Maklum, beberapa bank seringkali tidak mau menerima atau membeli mata uang asing Anda bila kondisi uang secara fisik robek, rusak atau kumal.
Contoh lain dari produk investasi yang tidak selalu mudah untuk dijual kembali adalah barang-barang koleksi. Barang-barang koleksi umumnya tidak mudah dijual kembali karena pasar pembeli barang-barang ini sangat spesifik. Lukisan misalnya. Karena pasarnya yang spesifik, yaitu mereka yang hobi akan lukisan juga, tidak selalu mudah menjual lukisan. Tapi, sekali terjual, bisa saja harganya sangat tinggi dan memberikan untung yang lumayan bagi orang yang menjualnya.
Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, sebaiknya ketahui lebih dulu seberapa mudahnya produk investasi Anda bisa dijual kembali. Jangan sampai Anda berinvestasi tapi tidak bisa menjualnya, karena barangnya memang sulit dijual.
c. Hasil Investasi yang Diberikan Tidak Sebesar Kenaikan Harga Barang dan Jasa
Bayangkan jika Anda berinvestasi di deposito yang memberikan bunga 10 persen setahun, sedangkan dalam setahun harga barang dan jasa malah naik 15 persen? Hal ini seringkali terjadi, bukan karena terlalu tingginya kenaikan harga barang dan jasa, tetapi karena produk yang dipilih itu sendiri belum tentu sesuai.
Mungkin beberapa dari Anda menginginkan produk investasi yang aman dan konservatif. Tetapi, konsekuensinya adalah bahwa Hasil Investasi yang didapat mungkin saja tidak bisa menyamai kenaikan harga barang dan jasa. Kalau itu terus Anda alami dari tahun ke tahun, maka Anda akan bangkrut.
Apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi risiko ini? Jangan menutup diri terhadap informasi. Pelajari produk-produk investasi lain yang mungkin belum Anda ketahui, dan setelah itu cobalah masuk ke situ dengan mempertimbangkan segala konsekuensinya. Lama-kelamaan, Anda pasti bisa mengatasi tingginya kenaikan harga barang dan jasa dengan berinvestasi pada produk yang memang berpotensi untuk bisa memberikan hasil yang lebih tinggi dibanding kenaikan harga barang.
4. Cara Mengurangi Resiko Investasi
Untuk mengurangi resiko, cara termudah adalah berinvestasi di berbagai sarana investasi. Cara ini disebut dengan membuat portofolio investasi. Tujuan dari cara ini adalah mengurangi kerugian investasi yang mungkin timbul dari suatu sarana investasi dengan menutupnya menggunakan keuntungan yang diperoleh dari sarana investasi yang lain. Misalnya berinvestasi pada reksa dana dan pada tabungan. Jika keduanya memberikan keuntungan maka investor tidak akan menderita kerugian. Tetapi bagaimana jika salah satunya mengalami kerugian, misalnya nilai reksa dana turun atau bank dilikuidasi? Dengan adanya portofolio ini maka diharapkan kerugian salah satu investasi dapat dikurangi oleh keuntungan dari investasi lain. Kalau dua-duanya rugi, berarti itu cobaan jika investor menggunakan investasi secara syariah dan mungkin peringatan atau bahkan azab jika investasi tersebut tidak sesuai syariah.
Jadi inti mengurangi resiko investasi adalah portofolio : "jangan meletakkan banyak telur dalam satu keranjang" karena jika terjatuh, maka telur akan lebih banyak yang pecah dibandingkan jika ditaruh pada beberapa keranjang jika keranjang yang lain tidak jatuh.
5. Produk Investasi
Secara umum, produk investasi dikelompokkan berdasarkan hasilnya menjadi 2 golongan yaitu :
• Produk Investasi Pendapatan Tetap (fixed income investment), yaitu produk investasi yang sudah pasti memberikan pendapatan (biasanya disebut bunga), dan uang yang Anda diinvestasikan tidak akan berkurang nilainya. Contoh : Deposito dan Tabungan di Bank.
• Produk Investasi Pertumbuhan (growth income investment), yaitu produk investasi yang tidak memberikan hasil pasti berupa bunga, tetapi hanya memberikan hasil apabila dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. Contoh : saham, emas, rumah, barang-barang koleksi, mata uang asing. Risiko produk seperti ini adalah uang yang Anda investasikan bisa berkurang nilanya apabila produk investasi itu dijual dengan harga yang lebih rendah dibanding dengan harga ketika Anda membelinya.
6. Proses Keputusan Investasi
Proses Keputusan Investasi merupakan keputusan yang berkesinambungan (on going process) dengan tahap-tahap sbb:
• Penentuan Tujuan berinvestasi
Dalam penentuan tujuan berinvestasi ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu jangka waktu investasi (pendek/panjang), berapa target return yang mau dicapai.
• Penentuan Kebijakan Investasi
Investor harus mengerti karakter risiko (risk profile) masing- masing apakah seorang yang mau mengambil risiko atau menghindari risiko, berapa banyak dana yang akan diinvestasikan, fleksibilitas investor dalam waktu untuk memantau investasi, pengetahuan akan pasar modal.
• Pemilihan strategi portofolio dan asset
Setelah mengetahui hal-hal pada point 1 dan 2 di atas maka kita dapat membentuk suatu portofolio yang diharapkan efisien dan optimal.
• Pengukuran dan evaluasi kinerja portofolio
Mengukur kinerja portofolio yang telah dibentuk, apakah sudah sesuai dengan tujuan. Alat untuk mengukur kinerja portofolio ada 3 yang cukup populer yaitu Sharpe’s measures, Treynor’s measures dan Jensen measures.
7. Komoditas
Komoditas berkaitan dengan saham perusahaan-perusahaan yang memproduksi bahan-bahan mentah seperti minyak bumi, emas, perak dan logam-logam dasar, seperti almunium, tembaga dan seng.
Beberapa Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Melakukan Investasi
Posted On Tue, 15-Jan-2008
1. Mengenali diri sendiri
Berapa banyak uang yang akan anda perlukan di masa depan? (perencanaan masa depan).
Jika anda tidak tahu tujuan financial anda sendiri, anda akan terus merasa kekurangan karena anda tidak tahu seberapa banyak yang sebenarnya menurut anda cukup.
Jadi, pertama-tama anda perlu menentukan berapa banyak yang anda butuhkan untuk membayar semua pengeluaran dalam hidup anda, dan untuk dapat pensiun dalam keadaan yang relatif layak dan nyaman.
Seberapa besar tingkat risiko yang dapat anda terima?
Setiap reksa dana memiliki tingkat risiko yang berbeda yang telah dijelaskan pada topik sebelumnya.
Tapi saat anda melihat risiko, mungkin anda merasa anda adalah seorang yang konservatif yang hanya bisa menerima risiko yang kecil. Sebenarnya anda mungkin bisa saja menerima risiko yang lebih besar dari yang anda kira, hanya saja anda perlu mengetahui bahaya yang menyertai risiko tersebut dan mempelajari strategi untuk melindungi diri.
Berapa lama anda mau menunggu sebelum anda dapat mengambil profit? (jangka waktu)
Seperti telah dibahas pada topik sebelumnya mengenai jangka waktu anda dalam berinvestasi, disini terdapat aturan bahwa semakin lama jangka waktu investasi anda, maka semakin besar pula peluang investasi anda untuk menghasilkan profit. Jika dipaksa untuk memperoleh dalam waktu singkat, maka kemungkinan besar anda akan gagal. Hal ini dikarenakan pasar tidak dapat diprediksikan.
2. Mengenali komitmen anda
Penganggaran keuangan.
Membuat anggaran keuangan adalah cara yang paling realistik untuk memastikan bahwa pengeluaran uang tersebut telah sesuai seperti yang direncanakan.
Konsisten dan konsekuen
Dalam penganggaran keuangan bagian yang tersulit adalah konsisten dalam penerapannya. Jangan pernah mencari masalah dengan berpikir bahwa pengeluaran bulan ini akan dapat ditutupi dengan mengurangi pengeluaran bulan depan. Karena pada kenyataannya jarang sekali kita dapat melakukan hal itu.
Lalu bagaimana agar kita konsisten? Cara paling efisien adalah dengan menetapkan tujuan yang dapat memotivasi agar kita konsisten sehingga tujuan bisa tercapai.
3. Menetapkan Tujuan
Setiap perjalanan punya tujuan dan mungkin ada lebih dari satu tujuan ingin anda capai. Tetapi karena berbagai kendala beberapa tujuan harus dipilih untuk diutamakan.
Setelah memilih tujuan mana dulu yang ingin dicapai, maka anda perlu memperhitungkan jumlah uang untuk mencapai tujuan tersebut, sehingga anda tahu berapa banyak uang yang anda butuhkan.
4. Disiplin
Disiplin bukan hal yang mudah dilakukan, tetapi coba anda pikir banyak orang yang disiplin terkadang karena satu dan lain hal tidak dapat memenuhi tujuannya, dan akan lebih banyak orang yang tidak disiplin yang tidak dapat memenuhi tujuannya.
Mengenal Pasar Modal
Posted On Wed, 30-Jan-2008
PASAR MODAL (CAPITAL MARKET)
1. Pengertian
Kebutuhan dunia usaha terhadap permodalan, setiap saat cenderung menunjukkan jumlah yang semakin bertambah. Terjadinya pertambahan permintaan permodalan ini ditunjukkan dengan semakin meningkat kebutuhan untuk aktivitas produksi. Oleh karena itu untuk memudahkan masyarakat dan para produsen untuk mendapatkan permodalan maka pemerintah bersama-sama lembaga-lembaga ekonomi menyelenggarakan kegiatan pasar modal.
Pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif maupun instrumen lainnya. Pasar modal merupakan sarana pendanaan bagi perusahaan maupun institusi lain (misalnya pemerintah), dan sebagai sarana bagi kegiatan berinvestasi. Dengan demikian, pasar modal memfasilitasi berbagai sarana dan prasarana kegiatan jual beli dan kegiatan terkait lainnya.
2. Perbedaan dengan Pasar Uang
Perbedaan antara pasar modal dengan pasar uang adalah jangka waktunya. Dalam pasar uang, diperdagangkan surat berharga berjangka waktu pendek, sedangkan dalam pasar modal, diperdagangkan surat berharga berjangka waktu panjang.
3. Fungsi Pasar Modal
Pasar modal memiliki peran penting dalam perekonomian suatu Negara karena pasar modal mempunyai 2 fungsi, yaitu :
a. Fungsi ekonomi.
Pasar modal menyediakan fasilitas atau wahana yang mempertemukan dua kepentingan yaitu pihak investor dan pihak yang memerlukan dana.
b. Fungsi keuangan.
Pasar modal memberikan kemungkinan dan kesempatan memperoleh imbalan (return) bagi pemilik dana, sesuai dengan karakteristik investasi yang dipilih.
Jadi diharapkan dengan adanya pasar modal aktivitas perekonomian menjadi meningkat karena pasar modal merupakan alternative pendanaan bagi perusahaan-perusahaan untuk dapat meningkatkan pendapatan perusahaan yang pada akhirnya memberikan kemakmuran bagi masyarakat yang lebih luas.
Sedangkan fungsi pasar modal di Indonesia meliputi :
1. sebagai sarana badan usaha untuk mendapatkan tambahan modal;
2. sebagai sarana pemerataan pendapatan;
3. memperbesar produksi dengan modal yang didapat sehingga produktivitas meningkat;
4. menampung tenaga kerja; dan
5. memperbesar pemasukan pajak bagi pemerintah.
4. Manfaat Pasar Modal
Secara umum, manfaat dari keberadaan pasar modal adalah :
a. Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi dana secara optimal.
b. Memberikan wahana investasi yang beragam bagi investor sehingga memungkinkan untuk melakukan diversifikasi.
c. Menyediakan leading indicator bagi perkembangan perekonomian suatu Negara. Maksudnya jika pasar modal berkembang maka diharapkan perekonomian juga akan berkembang.
d. Penyebaran kepemilikan perusahaan sampai pada lapisan masyarakat menengah
e. Penyebaran kepemilikan, keterbukaan dan profesionalisme menciptakan iklim berusaha yang sehat serta mendorong pemanfaatan manajemen profesional.
5. Tujuan Dibentuknya Pasar Modal
Pada tahun 1977, pemerintah mengaktifkan kembali beroperasinya pasar modal dengan tujuan untuk lebih memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Pengaktifan kembali tersebut dilandaskan oleh adanya kebutuhan dana pembangunan yang semakin meningkat.
Melalui pasar modal, dunia usaha akan dapat memperoleh sebagian atau seluruh pembiayaan jangka panjang yang diperlukan. Selain itu, pengaktifan ini juga dimaksudkan untuk meratakan hasil-hasil pembangunan melalui kepemilikan saham-saham perusahaan serta penyediaan lapangan kerja dan pemerataan kesempatan usaha.
6. Peran Strategis Pasar Modal
Pasar modal memiliki peranan penting dalam kegiatan ekonomi. Di banyak negara, terutama di negara-negara yang menganut sistem ekonomi pasar, pasar modal telah menjadi salah satu sumber kemajuan ekonomi, sebab pasar modal dapat menjadi sumber dana alternatif bagi perusahaan-perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini merupakan salah satu agen produksi yang secara nasional akan membentuk Gross Domestic Product (GDP). Perkembangan pasar modal akan menunjang kegiatan peningkatan GDP. Dengan kata lain, berkembangnya pasar modal akan mendorong pula kemjuan ekonomi suatu negara.
Mengenal Pasar Uang
Posted On Wed, 30-Jan-2008
PASAR UANG (MONEY MARKET)
1. Pengertian Pasar Uang
Sesuai dengan namanya, pasar uang adalah keseluruhan permintaan dan penawaran dana-dana atau surat-surat berharga yang mempunyai jangka waktu satu tahun atau kurang dari satu tahun dan dapat disalurkan melalui lembaga-lembaga perbankan. Pasar uang sering juga disebut pasar kredit jangka pendek.
2. Perbedaan dengan Pasar Modal
Perbedaan antara pasar modal dengan pasar uang adalah jangka waktunya. Dalam pasar uang, diperdagangkan surat berharga berjangka waktu pendek, sedangkan dalam pasar modal, diperdagangkan surat berharga berjangka waktu panjang.
3. Fungsi Pasar Uang
Kebutuhan akan adanya pasar uang dilatar belakangi adanya kebutuhan pengusaha untuk mendapatkan sejumlah dana dalam jangka pendek atau sifatnya harus segera dipenuhi. Dengan demikian pasar uang memiliki fungsi sebagai berikut :
• Mempermudah masyarakat memperoleh dana-dana jangka pendek untuk membiayai modal kerja atau keperluan jangka pendek lainnya;
• Memberikan kesempatan masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan dengan membeli Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU); dan menunjang program pemerataan pendapatan bagi masyarakat.
4. Macam-macam transaksi yang terdapat di Pasar Uang
• Pasar Uang antar Bank, adalah transaksi untuk menyerahkan sejumlah kelebihan dana dari suatu Bank kepada Bank yang lain, di mana Bank yang menerima dana sedang kalah kliring. Kalah kliring artinya sebuah Bank yang kekurangan dana untuk membayar kepada nasabahnya.
• Sertifikat Bank Indonesia (SBI) adalah sejenis surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia selaku Bank Sentral dan ditujukan untuk dibeli oleh Bank Umum dengan nilai nominal yang sangat besar.
Tujuan bank Indonesia mengeluarkan SBI untuk mengurangi peredaran uang di dalam masyarakat.
• Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Umum dan dibeli oleh Bank Indonesia dengan nilai nominal yang cukup besar.
Tujuannya untuk meningkatkan likuiditas Bank Umum dan menekan laju inflasi. Likuiditas adalah kemampuan Bank untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.
• Sertifikat Deposito, adalah semacam surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank dalam nilai nominal tertentu sebagai surat atas unjuk.
• Pasar Valuta Asing, yaitu tempat seseorang dapat membeli atau menjual sejenis mata uang asing atau menukar dengan mata uang rupiah. Pasar Valuta Asing sering disebut Bursa Valuta Asing.
Lembaga yang mengkhususkan kegiatannya dalam pertukaran uang asing disebut Money Changer.
5. Peserta Pasar Uang
Lembaga-lembaga yang ikut dalam pasar uang adalah :
1) Bank-bank
2) Perusahaan-perusahan Umum
3) Perusahaan Asuransi
4) Yayasan
5) Lembaga Keuangan lainnya: Koperasi dan Rumah Gadai.
Instrumen Pasar Modal
Posted On Wed, 30-Jan-2008
INSTRUMEN PASAR MODAL
Pasar Modal di Indonesia memiliki beberapa instrumen yang diperjualbelikan. Instrumen-instrumen tersebut dapat digolongkan dalam tiga kelompok besar, yaitu instrumen yang tergolong ke dalam ekuitas, obligasi, dan derivatif.
1. Ekuitas
Instrumen yang akan menambah ekuitas pemilik modal, yaitu saham. Memiliki instrumen jenis ini berarti investor menjadi pemilik perusahaan tersebut sebesar modal yang ditanamkan. Instrumen yang paling dikenal dari pasar jenis ini adalah saham. Ada dua jenis saham yang jamak dipasarkan, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).
2. Obligasi
Obligasi berbeda dengan ekuitas yang telah diterangkan sebelumnya. Perusahaan sering memanfaatkan pasar ini untuk mencari pinjaman langsung dari investor dengan menerbitkan suratfixed income securities). utang yaitu berupa dokumen yang menyatakan kesediaannya membayar sejumlah uang tertentu di masa depan. Selain akan membayar uang sejumlah pokok pinjaman yang dipinjamkan investor, perusahaan juga harus membayar bunga pinjaman atau kupon bunga secara berkala. Oleh karena investor akan menerima pembayaran bunga setiap periode dalam jumlah tetap, maka semua efek utang yang diterbitkan perusahaan disebut efek berpendapatan tetap.
3. Derivatif
Derivatif merupakan bentuk turunan dari sekuritas utama yang ada, dalam hal ini saham. Derivatif yang banyak dikenal di Indonesia barulah warrant dan right
1. Warrant
Merupakan hak untuk membeli sebuah saham pada harga yang telah ditetapkan pada waktu yang telah ditetapkan pula. Misalkan Warrant I- PT. XYZ, jatuh tempo pada November 2002, dengan exercise price Rp 1000. Artinya jika anda memiliki Warrant I-PT.XYZ, maka anda berhak untuk membeli satu saham biasa Indah Kiat pada bulan November 2002 pada harga Rp 1000.
Warrant biasanya dikeluarkan oleh perusahaan sebagai 'pemanis' buat investor ketika mereka mengeluarkan saham.
2. Right.
Mirip dengan warrant, right juga merupakan hak untuk membeli saham pada harga tertentu pada waktu yang telah ditetapkan. Right diberikan pada pemegang saham lama yang berhak untuk mendapatkan tambahan saham baru yang dikeluarkan perusahaan pada second offering. Beda dengan warrant masa perdagangan right sangat singkat, berkisar antara 1-2 minggu saja.
Contoh :
PT. XYZ mengeluarkan saham baru lewat mekanisme Right Issue atau disebut juga second offering untuk mengembangkan usahanya. Setiap pemilik 9 saham lama berhak mendapat 2 saham baru dengan harga exercise Rp 950. Hak untuk membeli saham baru inilah yang dinamakan Right. Jika pemegang saham lama tidak mau membeli tambahan saham baru tadi, ia bisa menjual sebagian atau semua Right yang ia miliki di pasar pada periode diperdagangkan Jika memang mau menambah kepemilikannya, maka ia bisa mendapatkan saham baru PT. XYZ pada harga Rp 950.
Harga warrant dan right yang wajar adalah harga pasar saham dikurangi harga exercise. Jika harga pasar warrant atau right lebih besar dari harga wajarnya, berarti ada premium yang dibayarkan.
Instrumen Pasar Uang
Posted On Wed, 30-Jan-2008
Sekuritas pasar uang terdiri dari sekuritas jangka pendek. Di Indonesia transaksi sekuritas pasar uang dilakukan over the counter dimana broker mempertemukan antara penjual dan pembeli sekuritas. Di beberapa negara seperti AS instrumen pasar uang sudah dijual di dalam bursa dimana penentuan nilai pasarnya ditentukan oleh peringkat yang dikeluarkan lembaga-lembaga seperti: Moody’s dan Standard and Poor’s.
Instumen pasar uang adalah sebagai berikut :
a. Bank Acceptance/ Wesel Tagih
Bank Accetance adalah surat berharga yang timbul karena suatu pihak memiliki tagihan kepada pihak lain. Oleh karena pihak yang memiliki uang tersebut memerlukan dana dalam waktu singkat maka tagihan tersebut dapat dijual dengan mendapatkan jaminan pembayaran dari bank. Biasanya terdapat pada transaksi ekspor/impor yang dilakukan dengan sarana letter of credit (L/C). Pihak penjual (eksportir) di luar negeri atau atas bank pembeli di luar negeri atau atas bank pembeli di luar negeri (opening bank) menurut syarat L/C; pada draft tercantum jumlah uang dan tanggal pembayaran. Bank penarik draft sebagai bank penerima fasilitas sedangkan bank yang mengaksep draft (accepting bank) sebagai bank pemberi fasilitas bank pemberi fasilitas Bank Acceptance. Jangka waktu Bank acceptance berkirsar antara 1 sampai 6 bulan. Bunga sekuritas didapatkan dengan sistem diskonto dimana bunganya dibayarkan dimuka berupa diskon terhadap nilai nominalnya .
b. Sertifikat Deposito (CD)
Sertifikat deposito adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank. Sebagaimana Bank Acceptance, bunga sekuritas didapatkan dengan menggunakan diskonto. CD bias diperdagangkan sebelum jatuh tempo untuk mendapatkan nilai tunainya.
c. Commercial Paper (CP)
Commercial Paper adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan swasta/BUMN. CP adalah surat janji untuk membayar kembali jumlah hutang yang diterima pada suatu tanggal tertentu. Bunga CP juga didapatkan dengan menggunakan diskonto Berbeda dengan Bank Acceptance atauipun Sertifikat Deposito, pelunasan CP tidak dijamin oleh bank maupun suatu hak kebendaan (Unsecured Promisory Notes).
d. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Sertifikat Bank Indonesia adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. SBI diterbitkan oleh BI lebih ditujukan sebagai alat kebijakan moneter dimana tingkat suku bunganya ditentukan berdasarkan lelang yang dilakukan di Bank Indonesia. Jangka waktu SBI adalah 1,3,6 bulan dan 1 tahun.
e. Treasury Bills
Saat ini pemerintah Indonesia belum mengeluarkan Tresasury Bills, namun direncanakan dalam jangka waktu yang dekat pemerintah akan mengeluarkan Treasury Bills. Pemerintah AS mengeluarkan Treasury Bills dalam janka waktu 91 atau 182 hari(ditawarkan mingguan) atau 52 hari (ditawarkan bulanan). Investor membeli T-bills dengan diskon dan jika instrumen itu dipegang sampai jatuh tempo, hasilnya (yield) sama dengan perbedaan antara harga diskon dengan harga nominal.
f. Repurchase Agreement dan Reverse Repo
Repo adalah suatu perjanjian antara penjual & pembeli atas efek-efek dimana penjual berjanji untuk membeli kembali efek-efek yang dimaksud pada harga yang disepakati bersama dan pada jangka waktu yang telah ditentukan.
Reverse repo adalah merupakan kebalikan daripada Repurchase Agreement yaitu membeli kembali efek-efek dan investor berjanji untuk membeli efek-efek dan investor berjanji untuk membeli efek-efek yang dimaksud pada harga yang telah disepakati pada jangka waktu yang telah ditentukan.
Sasaran dari transaksi repo adalah instansi yang memiliki excess dana antara lain: Bank Pemerintah & Bank Swasta, Lembaga keuangan Bukan Bank (Asuransi dan Dana Pensiun) serta perusahaan lain yang memiliki dana berlebih.
Lembaga Pemeringkat Efek
Posted On Fri, 15-Aug-2008
Ada 2 lembaga yang mempunyai reputasi internasional yaitu :
1. Standard's & Poor's
2. Moody's
Penilaian ditentukan melalui kode tertentu, sesuai dengan tradisi yang dimiliki masing-masing lembaga. Di Indonesia, lembaga rating demikian ditangani oleh PT Pefindo (Peringkat Efek Indonesia).
Interpretasi standard rating menurut Standard's & Poor dan Moody's
Standard's & Poor's Moody's Interpretasi
AAA Aaa Kualitas tinggi - resiko min
AA Aa Kualitas tinggi - resiko rendah
A A Kualitas menengah tinggi - resiko tinggi
BBB Baa Kualitas menengah - resiko menengah
BB Ba Kualitas menengah rendah - agak spekulatif
B B Kualitas rendah - spekulatif
CCC Caa Kualitas sangat rendah - spekulatif
CC Ca Tingkat spekulasi tinggi, mendekati gagal
C - Tidak membayar bunga
- C Kualitas sangat rendah
DDD DD, D Gagal
Interpretasi standard rating menurut Pefindo
idAAA Memiliki kapasitas superior dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya.
idAA Hanya berbeda tipis dengan idAAA, tingkat idAA berarti memiliki kapasitas yang sangat kuat dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya.
idA Memiliki kapasitas kuat dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya, namun lebih sensitif terhadap efek yang pasif dan perubahan situasi dan kondisi ekonomi.
idBBB Memiliki kapasitas cukup atau memadai dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. Namun, kondisi ekonomi yang merugikan atau perubahan situasi dan kondisi lingkungan akan memperlemah kapasaitas obligor.
idBB Memiliki kapasitas agak lemah dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. Obligor menghadapi ketidakpastian secara terus menerus untuk melawan kondisi bisnis, keuangan dan ekonomi yang memubat kapasitas obligor menjadi tidak memadai.
idB Memiliki kapasitas yang lemah dalam long-term financial commitments dibandingkan dengan obligor lainnya. Melawan kondisi bisnis, keuangan dan ekonomi akan merusak kapasitas obligor.
idCCC Kondisi obligor ini rentan dan bergantung pada kondisi bisnis dan keuangan yang membantu untuk mencapai financial commitments.
idSD Gagal, namun masih ada kemungkinan mencapai financial commitments
idD Gagal
Rating idAA sampai idB dapat dimodifikasi dengan menambahkan tanda (+) atau (-) untuk menunjukkan seberapa kekuatan sesuai dengan kategori rating.
Mengenal Derivatif
Posted On Wed, 30-Jan-2008
Derivatif
Pengertian Derivatif
Dalam dunia keuangan (finance), derivatif adalah sebuah kontrak bilateral atau perjanjian penukaran pembayaran yang nilainya diturunkan atau berasal dari produk yang menjadi "acuan pokok" atau juga disebut " produk turunan" (underlying product); daripada memperdagangkan atau menukarkan secara fisik suatu aset, pelaku pasar membuat suatu perjanjian untuk saling mempertukarkan uang, aset atau suatu nilai disuatu masa yang akan datang dengan mengacu pada aset yang menjadi acuan pokok.
Derivatif digunakan oleh manajemen investasi/ manajemen portofolio, perusahaan dan lembaga keuangan serta investor perorangan untuk mengelola posisi yang mereka miliki terhadap resiko dari pergerakan harga saham dan komoditas, suku bunga, nilai tukar valuta asing "tanpa" mempengaruhi posisi fisik produk yang menjadi acuannya (underlying).
Efek derivatif merupakan Efek turunan dari Efek â€Å“utamaâ€� baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Efek turunan dapat berarti turunan langsung dari Efek â€Å“utamaâ€� maupun turunan selanjutnya. Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying assets.
Dalam pengertian yang lebih khusus, derivatif merupakan kontrak finansial antara 2 (dua) atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual assets/commodities yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang merupakan kesepakatan bersama antara pihak penjual dan pihak pembeli. Adapun nilai di masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat dipengaruhi oleh instrumen induknya yang ada di spot market.
Instrumen Derivatif
Ada banyak sekali instrumen finansial yang dapat dikategorikan dalam kelompok derivatif namun opsi / kontrak berjangka dan swap adalah yang umum dikenal.
• Opsi
Opsi adalah kontrak dimana salah satu pihak menyetujui untuk membayar sejumlah imbalan kepada pihak yang lainnya untuk suatu "hak" (tetapi bukan kewajiban) untuk membeli sesuatu atau menjual sesuatu kepada pihak yang lainnya; misalnya saja ada seseorang yang khawatir bahwa harga dari stok XXX akan turun sebelum ia sempat menjualnya, maka ia membayar imbalan kepada seseorang lainnya (ini disebut "penjual" opsi jual /put option) yang menyetujui untuk membeli stok daripadanya dengan harga yang ditentukan didepan (strike price). Pembeli menggunakan opsi ini untuk mengelola resiko turunnya nilai jual dari stok XXX yang dimilikinya, dilain sisi si pembeli opsi mungkin saja menggunakan transaksi opsi tersebut untuk memperoleh imbalan jasa dan mungkin telah memiliki suatu gambaran bahwa nilai jual XXX tersebut tidak akan turun.
Sebagai lawan dari opsi jual adalah opsi beli atau biasa disebut call option dimana pada opsi beli ini memberikan opsi kepada pembeli opsi hak untuk membeli aset acuan (underlying asset) pada suatu tanggal yang disepakati dengan harga yang telah ditetapkan atau yang dikenal dengan istilah option strike
• Swap
Swap adalah istilah asing yang maknanya adalah "pertukaran" namun di Indonesia istilah juga digunakan secara umum
Perjanjian swap adalah transaksi pertukaran dua valuta melalui pembelian atau penjualan tunai (spot) dengan penjualan/pembelian kembali secara berjangka yang dilakukan secara simultan dengan bank yang sama dan pada tingkat premi atau diskon dan kurs yang dibuat dan disepakati pada tanggal transaksi dilakukan.
Selain yang disebut di atas, instrumen derivatif lainnya adalah :
1. Kontrak Opsi Saham (KOS)
OPTION adalah kontrak resmi yang memberikan Hak (tanpa adanya kewajiban) untuk membeli atau menjual sebuah asset pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Option pertama kali secara resmi diperdagangkan melalui Chicago Board Exchange (CBOE) pada tahun 1973
KOS (Kontrak Opsi Saham) adalah Efek yang memuat hak beli (call option) atau hak jual (put option) atas Underlying Stock (saham perusahaan tercatat, yang menjadi dasar perdagangan seri KOS) dalam jumlah dan Strike Price (harga yang ditetapkan oleh Bursa untuk setiap seri KOS sebagai acuan dalam Exercise) tertentu, serta berlaku dalam periode tertentu.
Call Option memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang opsi (taker) untuk membeli sejumlah tertentu dari sebuah instrumen yang menjadi dasar kontrak tersebut. Sebaliknya, Put Option memberikan hak (bukan kewajiban) kepada pemegang opsi (taker) untuk menjual sejumlah tertentu dari sebuah instrumen yang menjadi dasar kontrak tersebut.
Opsi tipe Amerika memberikan kesempatan kepada pemegang opsi (taker) untuk meng-exercise haknya setiap saat hingga waktu jatuh tempo. Sedangkan Opsi Eropa hanya memberikan kesempatan kepada taker untuk meng-exercise haknya pada saat waktu jatuh tempo.
Adapun karakteristik opsi saham yang diperdagangkan di BEI adalah sebagai berikut :
Tipe KOS Call Option Dan Put Option
Satuan Perdagangan 1 Kontrak = 10.000 opsi saham
Masa Berlaku 1,2 dan 3 bulan
Pelaksanaan Hak (exercise) Metode Amerika (Setiap saat dalam jam tertentu di hari bursa, selama masa berlaku KOS)
Penyelesaian Pelaksanaan Hak Secara tunai pada T+ 1, dengan pedoman:
call option = WMA - strike price
put option = strike price - WMA
Margin Awal Rp 3.000.000,- per kontrak
WMA (weighted moving average) adalah rata-rata tertimbang dari saham acuan opsi selama 30 menit dan akan muncul setelah 15 menit berikutnya
Strike Price adalah harga tebus (exercise price) untuk setiap seri KOS yang ditetapkan 7 seri untuk call option dan 7 seri untuk put option berdasarkan closing price saham acuan opsi saham
Automatic exercise diberlakukan apabila:
110% dari strike call option, jika WMA price
90% dari strike price put option, jika WMA
Jam Perdagangan KOS Senin - Kamis : Sesi 1: 09.30 - 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 - 16.00 WIB
Jumat : Sesi 1: 09.30 - 11.30 WIB
Sesi 2: 14.00 - 16.00 WIB
Jam Pelaksanaan Hak Senin - Kamis : 10.01 - 12.15 dan 13.45 - 16.15 WIB
Jumat : 10.01 - 11.45 dan 14.15 - 16.15 WIB
Premium diperdagangkan secara lelang berkelanjutan
(continuous auction market)
2. KONTRAK BERJANGKA INDEKS (LQ 45 FUTURES)
Kontrak Berjangka atau Futures adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlying (dapat berupa indeks, saham, obligasi, dll) di masa mendatang. Kontrak indeks merupakan kontrak berjangka yang menggunakan underlying berupa indeks saham.
LQ Futures menggunakan underlying indeks LQ45, LQ45 telah dikenal sebagai benchmark saham-saham di Pasar Modal Indonesia. Di tengah perkembangan yang cepat di pasar modal Indonesia, indeks LQ45 dapat menjadi alat yang cukup efektif dalam rangka melakukan tracking secara keseluruhan dari pasar saham di Indonesia.
Spesifikasi Kontrak LQ Futures:
Underlying LQ45
Multiplier Rp. 500.000 per point indeks
Bulan Kontrak 2 kontrak Bulan terdekat (spot month dan 2nd Month) dan
1 kontrak Bulan Kuartal terdekat (Bulan Kuartal adalah Juni dan Desember)
Jam Trading Hari Senin s/d Kamis : Sesi 1: 09.15 - 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 - 16. 15 WIB
Hari Jumat : Sesi 1: 09. 15 - 11.30 WIB
Sesi 2: 14.00 - 16. 15 WIB
Last Trading Day Setiap Hari Bursa terakhir setiap bulan kontrak
Margin Awal IDR 3.000.000/ kontrak
3. Mini LQ Futures
Mini LQ Futures adalah kontrak yang menggunakan underlying yang sama dengan LQ Futures yaitu indeks LQ45, hanya saja Mini LQ Futures memiliki multiplier yang lebih kecil (Rp 100 ribu / poin indeks atau 1/5 dari LQ Futures) sehingga nilai transaksi, kebutuhan marjin awal, dan fee transaksinya juga lebih kecil.
Produk Mini LQ Futures ditujukan bagi investor pemula dan investor retail yang ingin melakukan transaksi LQ dengan persyaratan yang lebih kecil. Dengan demikian Mini LQ dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran investor retail yang baru akan mulai melakukan transaksi di indeks LQ
Spesifikasi Kontrak LQ Futures:
Underlying : LQ45
Multiplier : Rp. 100.000 per poin indeks
Bulan Kontrak : 2 kontrak Bulan terdekat (spot month dan 2nd Month) dan 1 kontrak Bulan Kuartal terdekat (Bulan Kuartal adalah Jun dan Des)
Jam Perdagangan : Hari Senin s/d Kamis : Sesi 1: 09.15 - 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 - 16. 15 WIB
Hari Jumat : Sesi 1: 09. 15 - 11.30 WIB
Sesi 2: 14.00 - 16. 15 WIB
Last Trading Day : Setiap Hari Bursa terakhir setiap bulan kontrak
Margin Awal : 4% dari nilai kontrak
4. LQ45 Futures Periodik
Kontrak yang diterbitkan pada Hari Bursa tertentu dan jatuh tempo dalam periode Hari Bursa tertentu. Tedapat beberapa tipe kontrak, yaitu :
1. Periodik 2 Mingguan Kontrak periodik 2 Mingguan, yakni kontrak yang jatuh tempo pada Hari Bursa terakhir minggu kedua sejak penerbitan kontrak.
2. Periodik Mingguan (5 Hari Bursa) Kontrak Periodik Mingguan (5 Hari Bursa), yakni kontrak yang jatuh tempo pada Hari Bursa kelima sejak penerbitan kontrak.
3. Periodik Harian (2 Hari Bursa) Kontrak periodik Harian (2 Hari Bursa), yakni kontrak yang jatuh tempo pada Hari Bursa kedua sejak penerbitan kontrak.
Spesifikasi Kontrak LQ 45 Futures Periodik:
Underlying : Indeks LQ45
Multiplier : Rp.500.000,-
Tipe KBIE
Tipe KBIE Kode KBIE
a. Kontrak Periodik 2 Mingguan : LQ2WYYMDD
b. Kontrak Periodik Mingguan (5 Hari Bursa) : LQ25DYYMDD
c. Kontrak Periodik Harian (2 Hari Bursa) : LQ2DYYMDD
Jam Perdagangan : Senin-Kamis : sesi I : 09.15-12.00 WIB
sesi II : 13.30-16.15 WIB
Jum'at : sesi I : 09.15-11.30 WIB
sesi II : 14.00-16.15 WIB
Fraksi Harga 0,05 poin indeks
5. Japan (JP) Futures
Produk ini memberikan peluang kepada investor untuk melakukan investasi secara global sekaligus memperluas rangkaian dan jangkauan produk derivatif BEI ke produk yang menjadi benchmark dunia. Dengan JP Futures memungkinkan investor menarik manfaat dari pergerakan pasar jepang sebagai pasar saham paling aktif setelah pasar AS.
Spesifikasi Kontrak JP Futures:
Underlying : Dow Jones Japan Titan 100
Multiplier : Rp 50.000 per poin indeks
Bulan Kontrak : 3 kontrak Bulan Kuartal terdekat (Bulan Kuartal adalah Mar, Jun, Sep dan Des)
Jam Trading : Hari Senin s/d Kamis : Sesi 1: 09.15 - 12.00 WIB
Sesi 2: 13.30 - 16.15 WIB
Hari Jumat : Sesi 1: 09.15 - 11.30 WIB
Sesi 2: 14.00 - 16.15 WIB
Last Trading Day : Hari Kamis kedua setiap Bulan Kontrak
Margin Awal : 4% dari nilai kontrak
Jenis kontrak derivatif
Terdapat dua jenis kontrak derivatif yang dikenali dari cara perdagangannya di pasar yaitu :
• Derivatif yang ditransasikan diluar bursa
Atau dikenal juga dengan istilah "(Over-the-counter (OTC) derivatives) adalah merupakan suatu kontrak bilateral ( melibatkan dua pihak) yang dilakukan diluar bursa ataupun tanpa menggunakan pialang (transaksi langsung antara para pihak). Beberapa produk seperti swap, kontrak serah nilai tukar, dan opsi eksotik (exotic option) yaitu suatu derivatif yang menggunakan fitur sehingga menjadi lebih rumit daripada derivatif yang umum diperdagangkan, misalnya opsi vanili) seringkali diperdagangkan tanpa melalui bursa (OTC). Pasar transaksi derivatif tanpa melalui bursa (OTC) ini sangat besar sekali.
• Derivatif yang diperdagangkan di bursa
Atau disebut juga Exchange-traded derivatives adalah merupakan instrumen derivatif yang diperdagangkan pada bursa perdagangan khusus derivatif (bursa berjangka) ataupun bursa lainnya. Bursa derivatif menjalankan perannya sebagai perantara atas transaksi terkait dan memungut marjin awal (initial margin) dari kedua belah pihak yang Pelaku Pasar Modal
Posted On Fri, 15-Aug-2008
Pelaku Pasar Modal
1. Instansi Pemerintah yang Terkait dengan Bursa Efek
a. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
Mengeluarkan izin Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri(PMDN). Badan ini akan menentukan komposisi dan jumlah dana investasi, besarnya modal dasar, batas waktu penyetoran modal dan komposisi pemegang saham.
b. Departemen Teknis
Menangani perubahan-perubahan yang beroperasi di Indonesia yang dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu :
1) Kelompok PMA
2) Kelompok PMDN
3) Kelompok BRO (Bedriifs Reglementering Ordonatie)
c. Departemen Kehakiman
2. Lembaga Swasta Terkait
a. Akuntan Publik
Peran akuntan publik adalah memeriksa laporan keuangan dan memberikan pendapat atas laporan keuangan tersebut.
b. Notaris
Jasa notaris diperlukan dalam hal :
• Membuat berita acar RUPS dan menyusun keputusan RUPS
• Meneliti keabsahan hal-hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan RUPS
• Keabsahan dari para pemegang saham atau kuasanya dalam menghadiri RUPS
• Menjaga dipenuhinya ketentuan quorum yang dipersyaratkan dalam anggaran dasar
Meneliti perubahan anggaran dasar
c. Konsultasi Hukum
d. Penilai (Appraisal)
Memberikan jasa dalam menentukan nilai wajar aktiva perusahaan
e. Konsultan Efek (Investment Advisor)
3. Pelaku Pasar Modal
a. Emiten
b. Investor
c. Underwriter
d. Guarantor
e. Trustee
f. Pialang / Broker
g. Securities Company
h. Investment Company
i. BAE
j. BAPEPAM
melakukan transaksi sebagai jaminan.
Perkembangan Pasar Modal di Indonesia
Posted On Mon, 28-Jul-2008
1. Struktur Pasar Modal di Indonesia
2. Corporate Governance
Corporate Governance diperlukan untuk melindungi para pemegang saham yang telah memberikan uangnyakepada manajer perusahaan untuk mengambil keuntungan dari kondisi dimana telah terjadinya pemisahan antara pemilik perusahaan dengan yang mengelola perusahaan. Hal ini terjadi untuk perusahaan yang Go Public dan disebut dengan Agency Problem.para pemegang saham akan memilih Board of Director's untuk menampung aspirasinya, akan tetapi manajer dapat mempengaruhi proses ini untuk kepentingan pribadinya.
Pengenalan Saham
Posted On Wed, 30-Jan-2008
SAHAM
1. Pengertian
Pengertian saham secara umum dan sederhana adalah surat berharga yang dapat dibeli atau dijual oleh perorangan atau lembaga di pasar tempat surat tersebut diperjualbelikan.
Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.
Saham juga dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
2. Bursa Saham
Bursa saham adalah tempat dimana perusahaan dapat menawarkan sahamnya untuk dijual. Mereka melakukan hal ini melalui penawaran perdana (IPO).
Setelah penawaran perdana, ribuan atau jutaan investor yang telah membeli saham tersebut dapat kembali ke bursa saham untuk menjual sahamnya kepada investor yang lain, sehingga dimulailah perdagangan saham. Bursa saham hanyalah semacam tempat penampungan untuk perdagangan ini.
3. Menentukan Harga Saham
Harga saham setiap perusahaan tidaklah sama, harganya akan berbeda-beda. Apa yang menyebabkan perbedaan itu? Semua itu ditentukan oleh pendapat perusahaan.
Misalnya ada sebuah perusahaan yang menghasilkan profit sebesar 10 juta setiap tahunnya. Harga berapa kira-kira yang mungkin cocok untuk menjual perusahaan itu? Katakanlah ditawarkan dengan harga 100 juta. Apakah ada yang akan mau membelinya?
Pembeli potensial akan menilai situasi ini dengan pertanyaan âہ“Berapa profit yang akan saya peroleh jika saya menginvestasikannya ke tempat lain?. Jika ada wahana lain yang dapat menghasilkan lebih besar maka ia tidak akan membeli perusahaan tersebut. Mungkin perusahaan itu harus mengurangi harganya.
Faktor lain yang perlu dipertimbangkan adalah potensi pertumbuhan keuntungan. Perusahaan tadi mungkin hanya dapat menghasilkan 10 juta tahun ini, tapi tahun depan berpeluang mendapatkan 20 juta. Untuk tingkat keuntungan 10% dan potensi pertumbuhannya, mungkin perusahaan tersebut bisa dijual dengan harga 150 juta.
Inilah yang menjadi alasan banyak saham yang mengalami kenaikan yang sangat pesat walaupun sekarang mereka tidak lagi banyak menghasilkan keuntungan.
4. Apa yang Menyebabkan Gejolak Harga Saham?
Faktor-faktor yang menyebabkan gejolak harga saham dapat dibagi menjadi faktor makro dan mikro.
Faktor makro adalah faktor-faktor yang mempengaruhi ekonomi secara keseluruhan. Tingkat suku bunga yang tinggi, inflasi, tingkat produktivitas nasional, politik dan lain sebagainya dapat memiliki dampak penting pada potensi keuntungan perusahaan hingga pada akhirnya juga akan mempengaruhi harga sahamnya.
Faktor mikro adalah faktor-faktor yang berdampak secara langsung pada perusahaan itu sendiri. Perubahan manajemen, harga dan ketersediaan bahan mentah, produktivitas pekerja dan lain sebagainya yang akan dapat mempengaruhi kinerja keuntungan perusahaan tersebut secara individual.
Apa yang menyebabkan volatilitas atau gejolak harga adalah karena sering adanya perbedaan opini tentang kemana arah profitabilitas perusahaan tersebut. Di saat banyak orang berpikir bahwa profitabilitas suatu perusahaan menurun, maka akan lebih banyak yang menjual sahamnya sehingga harganya juga akan menurun. Tentu saja, hal yang sebaliknya juga dapat terjadi.
5. Bagaimana Mengenai Dividen dalam Saham?
Selain kenaikan harga ataupun penambahan modal, dividen merupakan salah cara untuk dapat menghasilkan keuntungan. Banyak perusahaan yang juga membayarkan dividen tahunan. Ini adalah pembayaran tunai yang mencerminkan bagian dari profit perusahaan tersebut. Tetapi tentu saja sepenuhnya merupakan kebijaksanaan dari perusahaan tersebut untuk memberikan dividen atau tidak. Mereka tidak wajib melakukannya. Tetapi pada umumnya, mereka tetap akan memberikan sebagian dari profitnya sebagai bentuk penghargaan kepada para investornya.
Tipe Saham
Ada dua jenis saham yang jamak dipasarkan, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).
a. Saham biasa (common stock).
Pemegang saham jenis ini mewakili kepemilikan di perusahaan sebesar modal yang ditanamkan. Keuntungan yang didapatkan oleh pemegang saham ini berupa dividen yang berasal dari keuntungan perusahaan. Pemegang saham ini tidak memiliki jaminan pasti atas return yang dihasilkan perusahaan. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan, maka pemegang saham akan mendapatkan dividen sebesar alokasi yang ditetapkan oleh RUPS. Namun, apabila perusahaan suatu saat dilikuidasi atau bangkrut, pemegang saham jenis ini adalah yang paling akhir mendapatkan hak atas aset perusahaan setelah semua kewajiban perusahaan dilunasi dan pemegang saham preferen dibayar sebesar nilai par sekuritas mereka.
Selain keuntungan berupa dividen, pemegang saham biasa juga bisa mendapatkan keuntungan dari selisih nilai beli dengan nilai jual sahamnya. Katakanlah, jika anda membeli sebuah saham pada harga Rp 500 dan menjualnya saat harga mencapai Rp 600, maka anda akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 100 dikalikan dengan jumlah saham yang anda jual. Keuntungan jenis ini disebut capital gain. Sebaliknya jika harga saham mengalami penurunan, maka anda mengalami kerugian yang disebut capital loss.
Karakteristik lain dari saham biasa, selain klaim atas aset perusahaan paling rendah dibandingkan dengan komponen perusahaan yang lain, juga tidak adanya maturity date atau tanggal jatuh tempo.
b. Saham preferen (preferred stock).
Saham jenis ini memiliki sifat hybrid yang artinya selain memiliki karakteristik sebagai saham, juga memiliki sifat seperti halnya obligasi. Jika anda memiliki saham jenis ini, anda akan mendapatkan pembayaran secara teratur sebesar harga pari saham dikalikan dengan bunga setiap tahun (sifat obligasi). Apabila saham preferen anda berjenis cumulative, maka jika anda belum menerima pembayaran dividen tahun lalu akan diakumulasikan dengan dividen tahun berjalan. Jenis yang lain yaitu non cumulative, yang artinya anda tidak akan menerima dividen yang tidak dibayarkan periode lalu, sedangkan yang berjenis participating akan menerima peningkatan nilai dividen proporsional mengikuti peningkatan dividen saham biasa. Pemilik saham preferen memiliki hak suara untuk memilih direktur perusahaan, hanya jika dividen tidak dibayarkan selama setahun atau lebih.
Sifat preferen ini tercermin pula pada perlakuan yang diterima saat perusahaan dilikuidasi. Pemilik saham ini akan menerima pembayaran sebesar harga pari saham sebelum dividen atas pemegang saham biasa dibayarkan. Oleh karena banyak sifat saham jenis ini yang menyerupai obligasi, maka beberapa pihak menggolongkannya ke dalam fixed income.
Keuntungan dan Resiko Saham
Keuntungan
Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham :
• Dividen
Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.
Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.
• Capital Gain
Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan capital gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.
Resiko Saham
Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain :
• Capital Loss
Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.
• Risiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.
Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.
Teknik Analisa Saham
Dalam melakukan suatu investasi, seorang investor sering dihadapkan pada pertanyaan mendasar, seperti apakah harga saham dipasar mencerminkan nilai yang sebenarnya dari perusahaan? Jika tidak, berapa nilai sebenarnya dari saham tersebut? Nilai intrinsik (intrinsic value) merupakan nilai sebenarnya dari suatu saham, dan merupakan standar untuk mempertimbangkan apakah saham dinilai terlalu rendah (undervalued), wajar (fairly priced), atau dinilai terlalu tinggi (overvalued). Sedangkan harga pasar saham (current market price) adalah harga yang terbentuk di pasar jual beli saham.
Investor perlu menganalisis saham dengan tujuan untuk menaksir nilai intrinsiksuatu saham perusahaan, lalu membandingkannya dengan harga saham saat ini untuk mengetahui tingkat kewajaran harga saham. Untuk itu, ada dua pendekatan yang digunakan dalam menganalisis saham suatu perusahaan yaitu sebagai berikut:
1. Analisis Teknikal
Analisis teknikal merupakan upaya untuk memperkirakan harga saham dengan mengamati perubahan harga saham di periode yang lalu, dan upaya untuk menentukan kapan investor harus membeli, menjual atau mempertahankan sahamnya dengan menggunakan indikator-indikator teknis atau menggunakan analisis grafik. Indikator teknis yang digunakan adalah moving average, volume perdagangan, dan short-interest ratio. Sedangkan analisis grafik diharapkan dapat mengidentifikasi berbagai pola seperti key reserval, head and shoulders, dan sebagainya.Analisis ini menggunakan data pasar dari saham, seperti harga dan volume transaksi penjualan saham untuk menentukan nilai saham.
2. Analisis Fundamental
Analisis fundamental ini menyatakan bahwa setiap saham memiliki nilai intrinsik. Analisis ini mencoba untuk menghitung nilai intrinsik dari suatu saham dengan menggunakan data fundamental yaitu Laporan Keuangan Perusahaan, seperti laba, dividen, penjualan, struktur modal, resiko dan sebagainya. Analisis ini akan membandingkan nilai intrinsik dengan harga pasarnya untuk menentukan apakah harga saham pasar sudah mencerminkan nilai intrinsiknya atau belum.
Ada dua pendekatan yang digunakan dalam menghitung nilai intrinsik suatu saham, yaitu:
a. Pendekatan Present Value
b. Pendekatan Price Earning Ratio.
Tipe-Tipe Saham
Posted On Wed, 30-Jan-2008
Tipe-tipe saham
A. Saham biasa (common stock)
Saham biasa merupakan saham yang menempatkan pemiliknya paling yunior terhadap pembagian dividen dan hak atas harta kekayaan perusahaan apabila perusahaan tersebut dilikuidasi (tidak memiliki hak-hak istimewa). Karakteristik lain dari saham biasa adalah dividen dibayarkan jika perusahaan memperoleh laba.
Orang yang mempunyai saham memiliki hak untuk ambil bagian dalam mengelola perusahaan. Besar kecilnya hak suara yang dimiliki sesuai dengan besar kecilnya saham yang dimiliki, semakin banyak persentase saham yang dimiliki maka semakin besar hak suara yang dimiliki untuk mengontrol operasional perusahaan.
Pemegang saham biasa memiliki tanggung jawab terbatas terhadap klaim pihak lain sesuai dengan proporsi saham dan mempunyai hak untuk mengalihkan kepemilikkan sahamnya kepada orang lain.
B. Saham preferen (preferred stock)
Saham preferen memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap seperti bunga obligasi.
Ada persamaan antara saham preferen dengan obligasi :
1. Ada klaim atas laba dan aktiva sebelumnya
2. Selama masa saham berlaku dividen akan tetap
3. Memiliki hak tebus dan dapat ditukar dengan saham biasa
Saham preferen lebih aman dibandingkan saham biasa karena memiliki klaim terhadap kekayaan perusahaan dan pembagian dividen terlebih dahulu. Dan pemiliknya akan memiliki hak lebih dibanding hak pemilik saham biasa, contohnya hak suara dalam pemilihan direksi sehingga jajaran manajemen akan berusaha sekuat tenaga untuk membayar ketepatan pembayaran dividen preferen agar tidak lengser.
Tetapi saham preferen sulit untuk diperjualbelikan seperti saham biasa karena jumlahnya sedikit.
Istilah-Istilah Dalam Saham
Posted On Wed, 30-Jan-2008
1. Apa yang Dimaksud Dengan Pialang Saham?
Pialang saham adalah orang-orang yang mendapatkan lisensi dari bursa untuk melakukan perdagangan efek dan terikat pada etika bursa.
Adapun kegiatan-kegiatan utama para pialang saham adalah :
a. Membeli dan menjual efek
b. Memberikan jasa
c. Mengirimkan laporan bulanan mengenai seluruh transaksi
d. Menginvestasikan uang tunai menganggur pada account
e. Menyimpan sertifikat saham kliennya.
2. Apa yang Dimaksud Dengan Pembukaan Account?
Pembukaan account merupakan hubungan yang legal antara klien dengan broker. Berbagai jenis account yang dapat dibentuk, seperti :
a. Account tunggal (individual) atau bersama (suami-istri/ortu-anak)
b. Account tunai atau margin
c. Account diskresions, broker dapat melakukan sendiri transaksi pembelian atau penjualan
3. Apa itu Transaksi Odd-lot & Round-lot?
Transaksi odd-lot merupakan perdagangan saham dibawah standar lot. Sedangkan round-lot merupakan perdagangan diatas standar lot. Dimana satu lot terdiri dari 500 lembar. Tetapi pada prakteknya efek yang diperdagangkan dalam skala jumlah yang besar.
Daya Tarik Saham
Posted On Wed, 30-Jan-2008
1. Apa yang menjadi daya tarik saham?
Ada 2 keuntungan yang didapat pemodal dengan berinvestasi pada saham, yaitu melalui dividen dan capital gain. Dividen merupakan keuntungan yang diberikan oleh perusahaan penerbit saham atas keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen biasanya dibagikan setelah ada kesepakatan pemegang saham dan biasanya 1 tahun sekali.
Sedangkan capital gain merupakan selisih harga beli dan harga jual. Sebagai contoh, misalnya anda membeli saham perusahaan A dengan harga per lembar saham Rp 1.400 dan menjual dengan harga Rp 2.000 per lembar saham, berarti anda mendapatkan capital gain sebesar Rp 600 per lembar saham. Umumnya investor jangka pendek mengharapkan keuntungan ini.
2. Bagaimana agar investor berhak mendapatkan dividen?
Agar investor berhak mendapatkan dividen, pemegang saham tersebut harus memegang sahamnya untuk kurun waktu tertentu hingga kepemilikan tersebut diakui sebagai pemegang saham dan berhak mendapatkan dividen.
Dividen yang diberikan perusahaan dapat berupa dividen tunai, dimana pemegang saham mendapat uang tunai sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki dan dividen saham dimana pemegang saham mendapatkan jumlah Indeks Harga Saham & Obligasi
Posted On Wed, 30-Jan-2008
A. INDEKS HARGA SAHAM
Indeks harga saham adalah suatu indikator yang menunjukkan pergerakan harga saham dalam suatu periode. Indeks ini berfungsi sebagai indikator trend pasar, artinya pergerakan indeks menggambarkan kondisi pasar pada suatu saat, apakah keadaan pasar sedang aktif atau sedang lesu.
Dengan adanya indeks, kita dapat mengetahui trend pergerakan harga saham saat ini; apakah sedang naik, stabil atau turun. Misal, jika di awal bulan nilai indeks 300 dan saat ini di akhir bulan menjadi 360, maka kita dapat mengatakan bahwa secara rata-rata harga saham mengalami peningkatan sebesar 20%.
Pergerakan indeks menjadi indikator penting bagi para investor untuk menentukan apakah mereka akan menjual, menahan atau membeli suatu atau beberapa saham. Karena harga-harga saham bergerak dalam hitungan detik dan menit, maka nilai indeks pun bergerak turun naik dalam hitungan waktu yang cepat pula.
Di Bursa Efek Indonesia terdapat 6 (enam) jenis indeks, antara lain:
1. Indeks Individual, menggunakan indeks harga masing-masing saham terhadap harga dasarnya, atau indeks masing-masing saham yang tercatat di BEI.
2. Indeks Harga Saham Sektoral, menggunakan semua saham yang termasuk dalam masing-masing sektor, misalnya sektor keuangan, pertambangan, dan lain-lain. Di BEI indeks sektoral terbagi atas sembilan sektor yaitu: pertanian, pertambangan, industri dasar, aneka industri, konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, perdagangan dan jasa, dan manufaktur.
3. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG (Composite Stock Price Index), menggunakan semua saham yang tercatat sebagai komponen penghitungan indeks.
4. Indeks LQ 45, yaitu indeks yang terdiri 45 saham pilihan dengan mengacu kepada 2 variabel yaitu likuiditas perdagangan dan kapitalisasi pasar. Setiap 6 bulan terdapat saham-saham baru yang masuk kedalam LQ 45 tersebut.
5. Indeks Syariah atau JII (Jakarta Islamic Index). JII merupakan indeks yang terdiri 30 saham mengakomodasi syariat investasi dalam Islam atau Indeks yang berdasarkan syariah Islam. Dengan kata lain, dalam Indeks ini dimasukkan saham-saham yang memenuhi kriteria investasi dalam syariat Islam. Saham-saham yang masuk dalam Indeks Syariah adalah emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah seperti:
• Usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang.
• Usaha lembaga keuangan konvensional (ribawi) termasuk perbankan dan asuransi konvensional.
• Usaha yang memproduksi, mendistribusi serta memperdagangkan makanan dan minuman yang tergolong haram
• Usaha yang memproduksi, mendistribusi dan/atau menyediakan barang-barang ataupun jasa yang merusak moral dan bersifat mudarat
6. Indeks Papan Utama dan Papan Pengembangan. Yaitu indeks harga saham yang secara khusus didasarkan pada kelompok saham yang tercatat di BEI yaitu kelompok Papan Utama dan Papan Pengembangan.
7. Indeks KOMPAS 100. merupakan Indeks Harga Saham hasil kerjasama Bursa Efek Indonesia dengan harian KOMPAS. Indeks ini meliputi 100 saham dengan proses penentuan sebagai berikut :
1. Telah tercatat di BEJ minimal 3 bulan.
2. Saham tersebut masuk dalam perhitungan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan).
3. Berdasarkan pertimbangan faktor fundamental perusahaan dan pola perdagangan di bursa, BEI dapat menetapkan untuk mengeluarkan saham tersebut dalam proses perhitungan indeks harga 100 saham.
4. Masuk dalam 150 saham dengan nilai transaksi dan frekwensi transaksi serta kapitalisasi pasar terbesar di Pasar Reguler, selama 12 bulan terakhir.
5. Dari sebanyak 150 saham tersebut, kemudian diperkecil jumlahnya menjadi 60 saham dengan mempertimbangkan nilai transaksi terbesar.
6. Dari sebanyak 90 saham yang tersisa, kemudian dipilih sebnyak 40 saham dengan mempertimbangkan kinerja: hari transaksi dan frekwensi transaksi serta nilai kapitalisasi pasar di pasar reguler, dengan proses sebagai berikut :
i. Dari 90 sisanya, akan dipilih 75 saham berdasarkan hari transaksi di pasar reguler.
ii. Dari 75 saham tersebut akan dipilih 60 saham berdasarkan frekuensi transaksi di pasar reguler.
iii. Dari 60 saham tersebut akan dipilih 40 saham berdasarkan Kapitalisasi Pasar.
7. Daftar 100 saham diperoleh dengan menambahkan daftar saham dari hasil perhitungan butir (e) ditambah dengan daftar saham hasil perhitungan butir
8. Daftar saham yang masuk dalam KOMPAS 100 akan diperbaharui sekali dalam 6 bulan, atau tepatnya pada bulan Februari dan pada bulan Agustus.
B. INDEKS OBLIGASI PEMERINTAH
Indeks Obligasi Pemerintah pertama kali diluncurkan pada tanggal 01 Juli 2004, sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat pasar modal dalam memperoleh data sehubungan dengan informasi perdagangan obligasi pemerintah.
Indeks Obligasi memberikan nilai lebih, antara lain :
a. Sebagai barometer dalam melihat perubahan yang terjadi di pasar obligasi.
• Sebagai alat analisa teknikal untuk pasar obligasi pemerintah
• Benchmark dalam mengukur kinerja portofolio obligasi
b. Analisa pengembangan instrumen obligasi pemerintah.Formula yang digunakan dalam pengembangan informasi Indeks Obligasi Pemerintah:
1. Price (Performance) Index
2. Yield Index
3. Total Return Index
saham tambahan. Mengenal Obligasi
Posted On Wed, 30-Jan-2008
OBLIGASI
Pengenalan Obligasi
Obligasi adalah suatu istilah yang dipergunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam obligasi tersebut seperti misalnya identitas pemegang obligasi, pembatasan-pembatasan atas tindakan hukum yang dilakukan oleh penerbit. Obligasi pada umumnya diterbitkan untuk suatu jangka waktu tetap diatas 10 tahun. Misalnya saja pada Obligasi pemerintahAmerika yang disebut "U.S. Treasury securities" diterbitkan untuk masa jatuh tempo 10 tahun atau lebih. Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun disebut "surat utang" dan utang dibawah 1 tahun disebut "Surat Perbendaharaan. Di Indonesia, Surat utang berjangka waktu 1 hingga 10 tahun yang diterbitkan oleh pemerintah disebut Surat Utang Negara (SUN) dan utang dibawah 1 tahun yang diterbitkan pemerintah disebut Surat Perbendaharan Negara (SPN).
Obligasi secara ringkasnya adalah merupakan utang tetapi dalam bentuk sekuriti. "Penerbit" obligasi adalah merupakan sipeminjam atau debitur, sedangkan "pemegang" obligasi adalah merupakan pemberi pinjaman atau kreditur dan "kupon" obligasi adalah bunga pinjaman yang harus dibayar oleh debitur kepada kreditur. Dengan penerbitan obligasi ini maka dimungkinkan bagi penerbit obligasi guna memperoleh pembiayaan investasi jangka panjangnya dengan sumber dana dari luar perusahaan.
Pada beberapa negara, istilah "obligasi" dan "surat utang" dipergunakan tergantung pada jangka waktu jatuh temponya. Pelaku pasar biasanya menggunakan istilah obligasi untuk penerbitan surat utang dalam jumlah besar yang ditawarkan secara luas kepada publik dan istilah "surat utang" digunakan bagi penerbitan surat utang dalam skala kecil yang biasanya ditawarkan kepada sejmlah kecil investor. Tidak ada pembatasan yang jelas atas penggunaan istilah ini. Ada juga dikenal istilah "surat perbendaharaan" yang digunakan bagi sekuriti berpenghasilan tetap dengan masa jatuh tempo 3 tahun atau kurang . Obligasi memiliki resiko yang tertinggi dibandingkan dengan "surat utang" yang memiliki resiko menengah dan "surat perbendaharaan" yang memiliko resiko terendah yang mana dilihat dari sisi "durasi" surat utang dimana makin pendek durasinya memiliki resiko makin rendah.
Obligasi dan saham keduanya adalah merupakan instrumen keuangan yang disebut sekuriti namun bedanya adalah bahwa pemilik saham adalah merupakan bagian dari pemilik perusahan penerbit saham, sedangkan pemegang obligasi adalah semata merupakan pemberi pinjaman atau kreditur kepada penerbit obligasi. Obligasi juga biasanya memiliki suatu jangja waktu yang ditetapkan dimana setelah jangka waktu tersebut tiba maka obligasi dapat diuangkan sedangkan saham dapat dimiliki selamanya ( terkecuali pada obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris yang disebut gilts yang tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo.
Keuntungan Obligasi :
Keuntungan pertama adalah memberikan pendapatan tetap (fixed income) berupa kupon. Hal ini merupakan ciri utama obligasi, di mana pemegang obligasi akan mendapatkan pendapatan bunga secara rutin selama waktu berlakunya obligasi. Bunga yang ditawarkan obligasi umumnya lebih tinggi daripada bunga yang diberikan deposito atau SBI. Keuntungan yang kedua adalah keuntungan atas penjualan obligasi (capital gain).
Di samping penghasilan berupa kupon, pemegang obligasi juga dapat memperjualbelikan obligasi yang dimilikinya. Karena itu, bila Anda menjual lebih tinggi dibandingkan dengan harga saat Anda membelinya, maka Anda sebagai pemegang obligasi memperoleh selisih yang disebut dengan capital gain.
Resiko Obligasi :
1. Risiko Likuiditas
Risiko ini melekat pada semua obligasi, obligasi pemerintah dan obligasi korporasi. Risiko ini timbul dari kemungkinan tidak likuidnya suatu obligasi diperdagangkan atau tidak mudahnya menjual suatu obligasi di pasar sekunder. Pasar sekunder obligasi tidak seramai pasar sekunder saham. Jika di pasar saham saja ada saham yang tidak likuid, apalagi dalam pasar obligasi. Untuk dua obligasi yang sama karektiristiknya kecuali yang satu likuid dan yang satunya lagi tidak likuid, investor akan meminta tambahan tingkat bunga untuk obligasi yang tidak likuid atau premium risiko likuiditas, istilah bakunya. Suatu obligasi menjadi likuid di pasar sekunder jika permintaan beli untuk obligasi itu cukup banyak atau memang ada pihak yang berperan sebagai market maker yang salah satu fungsinya adalah sebagai pembeli dan penjual stand-by untuk obligasi itu.
2. Risiko Maturitas
Risiko ini juga ada pada semua obligasi tetapi terutama pada obligasi korporasi dan berkaitan dengan masa jatuh tempo obligasi. Secara umum, semakin lama jatuh tempo suatu obligasi, semakin besar tingkat ketidakpastian sehingga semakin besar risiko maturitas. Risiko maturitas dari obligasi (pemerintah dan korporasi). Negara berkembang seperti Indonesia wajarnya lebih besar daripada risiko maturitas obligasi negara maju seperti Amerika.
Karena itu, investor yang rasional akan meminta premium maturitas untuk obligasi yang sama karekteristiknya tetapi jatuh temponya lebih lama, katakan yang 10 tahun lagi berbanding yang 3 tahun lagi. Siapa yang bisa memastikan korporasi yang ratingnya BBB masih tetap berdiri 10 tahun lagi? Negara saja bisa cerai berai seperti kasus Uni Sovyet, Yugoslavia, dan Cekoslovakia, apalagi korporasi. Karena adanya risiko maturitas ini, obligasi korporasi berjangka waktu lebih dari 5 tahun jarang diterbitkan di Indonesia karena kurang diminati.
3. Risiko Default
Risiko default hanya ada pada obligasi korporasi. Berbeda dengan ORI dan SUN yang dijamin pemerintah sebagai pengutang, obligasi korporasi tidak dijamin pemerintah. Investor yang membeli obligasi korporasi harus menyadari bahwa investasinya bisa tidak kembali jika sebelum obligasi jatuh tempo, korporasi itu bangkrut. Risiko korporasi bangkrut sehingga obligasi dan bunganya menjadi gagal dibayar inilah yang dimaksud dengan risiko default.
Jenis-jenis Obligasi
• Obligasi suku bunga tetap memiliki kupon bunga dengan besaran tetap yang dibayar secara berkala sepanjang masa berlakunya obligasi.
• Obligasi suku bunga mengambang atau biasa juga disebut dengan Floating rate note (FRN) memiliki kupon yang perhitungan besaran bunganya mengacu pada suatu indeks pasar uang seperti LIBOR atau Euribor.
• Junk bond atau "obligasi berimbal hasil tinggi" adalah obligasi yang memiliki peringkat dibahah peringkat investasi yang diberikan oleh lembaga pemeringkat kredit. Oleh karena obligasi jenis ini memiliki resiko yang cukup tinggi maka investor mengharapkan suatu imbal hasil yang lebih tinggi.
• Obligasi tanpa bunga atau lebih dikenal dengan istilah (zero coupon bond) adalah obligasi yang tidak memberikan pembayaran bunga. Obligasi ini diperdagangkan dengan pemberian potongan harga dari nilai pari. Pemegang obligasi menerima secara penuh pokok hutang pada saat jatuh tempo obligasi.
• Obligasi inflasi atau lebih dikenal dengan sebutan (Inflation linked bond), dimana nilai pokok utang pada obligasi tersebut adalah mengacu pada indeks inflasi. Suku bunga pada obligasi jenis ini lebih rendah daripada obligasi suku bunga tetap . Namun dengan bertumbuhnya nilai pokok utang sejalan dengan inflasi, maka pembayaran pelunasan obligasi ini akan meningkat pula. Pada periode tahun 1980an, pemerintah Inggris adalah yang pertama kalinya menerbitkan obligasi jenis ini yang diberi nama Gilts. Di Amerika obligasi jenis ini dikenal dengan nama "Treasury Inflation-Protected Securities" (TIPS) dan I-bonds.
• Obligasi indeks lainnya, adalah surat utang berbasis ekuiti (equity linked note) dan obligasi yang mengacu pada indeks yang merupakan indikator bisnis seperti penghasilan, nilai tambah ataupun pada indeks nasional seperti Produk domestik bruto.
• Efek Beragun Aset adalah obligasi yang pembayaran bunga dan pokok utangnya dijamin oleh acuan berupa arus kas yang diperoleh dari penghasilan aset. Contoh dari obligasi jenis ini adalah Efek beragun KPR (mortgage-backed security-MBS), collateralized mortgage obligation (CMOs) dan collateralized debt obligation (CDOs).
• Obligasi subordinasi obligasi yang memiliki peringkat prioritas lebih rendah dibandingkan obligasi lainnya yang diterbitkan oleh penerbit dalam hal terjadinya likuidasi. Dalam hal terjadinya kepailitanlikuidator, kemudaian pembayaran utang pajak, dan lain-lain. Pemegang obligasi yang pembayarannya diutamakan adalah obligasi yang memiliki tanggal penerbitan paling awal yang disebut obligasi senior, setelah obligasi ini dilunasi maka barulah pembayaran pelunasan obligasi subordinasi dilakukan. Oleh karena resikonya lebih tinggi maka obligasi subordinasi ini biasanya memiliki peringkat kredit lebih rendah daripada obligasi senior. Contoh utama dari obligasi subordinasi ini dapat ditemui pada obligasi yang diterbitkan oleh perbankan dan pada Efek Beragun Aset . Penerbitan yang berikutnya umumnya dilakukan dalam bentuk "tranches"[2]. Senior tranches dibayar terlebih dahulu dari tranches subordinasi. maka ada hirarki dari para kreditur. Pertama adalah pembayaran dari
• Obligasi abadi, Obligasi ini tidak memiliki suatu masa jatuh tempo. Obligasi jenis ini yang terkenal dalam pasar obligasi adalah "UK Consols" yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris, atau juga dikenal dengan nama Treasury Annuities atau Undated Treasuries. Beberapa dari obligasi ini diterbitkan pertama kali pada tahun 1888 dan masih diperdagangkan hingga hari ini. Beberapa obligasi jenis ini juga memiliki masa jatuh tempo yang sangat panjang sekali seperti misalnya perusahaan West Shore Railroad yang menerbitkan obligasi dengan masa jatuh tempo pada tahun 2361 (atau abad ke 24). Terkadang juga obligasi abadi ini dilihat berdasarkan dari nilai tunai obligasi tersebut pada saat ini yang nilai pokoknya mendekati nol.
• Obligasi atas unjuk adalah merupakan sertifikat resmi tanpa nama pemegang dimana siapapun yang memegang obligasi tersebut dapat menuntut dilakukannya pembayaran atas obligasi yang dipegangnya tersebut. Biasanya juga obligasi ini diberi nomer urut dan didaftarkan guna menghindari pemalsuan namun dapat diperdagangkan seperti layaknya uang tunai. Obligasi ini amat beresiko terhadap kehilangan dan kecurian. Obligasi ini sering disalah gunakan untuk menghidari pengenaan pajak.ref>Eason, Yla (June 6, 1983). "Final Surge in Bearer Bonds" New York Times. Para[3] perusahaan di Amerika menghentikan penerbitan obligasi atas unjuk i9ni sejak tahun 1982 dan secara resmi dilarang oleh otoritas perpajakan pada tahun 1983.
• Obligasi tercatat adalah obligasi yang kepemilikannya ataupun peralihannya didaftarkan dan dicatat oleh penerbit atau oleh lembaga administrasi efek. Pembayaran bunga dan pembayaran pokok utang akan dtransfer langsung kepada pemegang obligasi yang namanya tercatat.
• Obligasi daerah atau di Amerika dikenal sebagai (municipal bond) adalah obligasi yang diterbitkan oleh negara bagian, teritorial, kota, pemerintahan setempat, ataupun lembaga-lembaganya. Bunga yang dibayarkan kepada pemegang obligasi seringkali tidak dikenakan pajak oleh negara bagian yang menerbitkan, namun obligasi daerah yang diterbitkan guna suatu tujuan tertentu tetap dikenakan pajak.
• Obligasi tanpa warkat atau lebih dikenal sebagai Book-entry bond adalah suatu obligasi yang tidak memiliki sertifikat, dimana mahalnya biaya pembuatan sertifikat serta kupon mengakibatkan timbulnya obligasi jenis ini. Obligasi ini menggunakan sistem elektronik terpadu yang mendukung penyelesaian transaksi efek secara pemindahbukuan di pasar modal.[4]
• Obligasi lotere atau juga disebut Lottery bond adalah obligasi yang diterbitkan oleh suatu negara (biasanya negara-negara Eropa). Bunganya dibayar seperti tata cara pembayaran bunga pada obligasi suku bunga tetap tetapi penerbit obligasi akan menebus obligasi yang diterbitkannya secara acak pada waktu tertentu dimana penebusan atau pelunasan obligasi yang beruntung terpilih akan dilakukan dengan harga yang lebih tinggi daripada nilai yang tertera pada obligasi .
• Obligasi perang atau War bond adalah suatu obligasi yang diterbitkan oleh suatu negara guna membiayai perang
Jenis obligasi di Indonesia
Secara umum jenis obligasi dapat dilihat dari penerbitnya, yaitu, Obligasi perusahaan dan Obligasi pemerintah. Obligasi pemerintah sendiri terdiri dalam beberapa jenis, yaitu:
1. Obligasi Rekap, diterbitkan guna suatu tujuan khusus yaitu dalam rangka Program Rekapitalisasi Perbankan;
2. Surat Utang Negara (SUN), diterbitkan untuk membiayai defisit APBN;
3. Obligasi Ritel Indonesia (ORI), sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai defisit APBN namun dengan nilai nominal yang kecil agar dapat dibeli secara ritel;
4. Surat Berharga Syariah Negara atau dapat juga disebut "obligasi syariah" atau "obligasi sukuk", sama dengan SUN, diterbitkan untuk membiayai defisit APBN namun berdasarkan prinsip syariah.
Dari aspek perpajakan obligasi dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Obligasi dengan kupon (interest bearing bond)
o atas bunganya dikenakan Pajak Pengasilan dengan tarif 20% dari jumlah bruto bunga sesuai dengan masa kepemilikan (holding period).
o Atas diskontonya dikenakan Pajak Penghasilan sebesar 20% dari selisih lebih harga jual pada saat transaksi atau nilai nominal pada saat jatuh tempo di atas harga perolehan, tidak termasuk bunga berjalan (accrued interest).
2. Obligasi tanpa bunga (zero coupon bond)
o Hanya atas diskontonya saja yang dikenakan Pajak Penghasilan, yaitu sebesar 20% dari selisih harga jual pada saat transaksi atau nilai nominal pada saat jatuh tempo obligasi di atas harga perolehan obligasi.
Metode Penilaian Obligasi
Penerbitan Obligasi
Penerbit obligasi sangat luas sekali, hampir setiap badan hukum dapat menerbitkan obligasi, namun peraturan yang mengatur mengenai tata cara penerbitan obligasi ini sangat ketat sekali. Penggolongan penerbit obligasi biasanya terdiri atas :
• Lembaga supranasional, seperti misalnya Bank Investasi Eropa (European Investment Bank) atau Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank).
• Pemerintah suatu negara menerbitkan obligasi pemerintah dalam mata uang negaranya maupun Obligasi pemerintah dalam denominasi valuta asing yang biasa disebut dengan obligasi internasional (sovereign bond).
• Sub-sovereign, propinsi, negara atau otoritas daerah . Di Amerika dikenal sebagai Obligasi daerahIndonesia dikenal sebagai Surat Utang Negara (SUN)[1] (municipal bond).
• Lembaga pemerintah. Obligasi ini biasa juga disebut agency bonds, atau agencies.
• Perusahaan yang menerbitkan obligasi swasta.
• Special purpose vehicles adalah perusahaan yang didirikan dengan suatu tujuan khusus guna menguasai aset tertentu yang ditujukan guna penerbitan suatu obligasi yang biasa disebt Efek Beragun Aset.
TAHAP MEMBELI OBLIGASI
Untuk melakukan investasi obligasi terdapat beberapa tahap yang perlu dilalui supaya tujuan investasi dalam obligasi memberikan hasil yang maksimal dan sesuai dengan rencana. Tahap tersebut dapat dilihat dalam diagram dalam tulisan ini.
Membuka Rekening
Tahap awal yang harus dilakukan dalam proses transaksi obligasi adalah memilih perusahaan sekuriats yang memiliki divisi fixed income yang menangani pembelian dan penjualan obligasi. Pilih perusahaan dengan pengalaman, tim yang solid baik trader/ dealer ataupun riset serta fee yang kompetitif.
Dengan membuka rekening, Anda bisa mendapatkan informasi perkembangan dan perdagangan obligasi setiap saat, sehingga Anda mendapatkan pengetahuan pergerakan pasar obligasi secara akurat dan up to date.
Pahami Produk Obligasi
Pada tahap ini, investor dianjurkan untuk mempelajari seluk beluk informasi yang dibutuhkan mengenai obligasi, baik mengenai investasinya sendiri, potensi risiko yang terkandung maupun potensi keuntungannya. Hal ini dapat diperoleh dengan mempelajarinya secara mandiri, bertanya kepada bagian riset perusahaan sekuritas, di mana Anda membuka rekening atau melalui internet.
Dengan mempelajari instrumen obligasi secra lengkap, diharapkan investor mengenal investasi tersebut dengan baik, sehingga mempermudah pengambilan keputusan investasi. Mempelajari instrumen, di mana Anda ingin menempatkan investasi, akan memberikan manfaat maksimal dalam mencapai rencana yang diinginkan.
Lakukan Analisis
Analisis dilakukan, agar keputusan yang diambil sesuai dengan apa yang diinginkan, yaitu kestabilan pendapatan. Aspek-aspek yang dibutuhkan seperti kupon, jangka waktu, nilai penerbitan dan peringkat. Latar belankang serta profil penerbit juga menjadi pertimbangan sendiri. Dengan informasi yang lengkap, diharapkan keputusan yang diambil tidak menimbulkan kerugian yang cukup besar. Dianjurkan untuk membanding antara obligasi sejenis.
Memberikan Amanat Beli
Setelah melalui analisis, Anda memperoleh jenis obligasi yang ingin dibeli. Tahap selanjutnya adalah memberikan amanat pembelian kepada trader atau broker obligasi yang telah kita pilih. Pihak trader akan melakukan pembelian obligasi sesuai dengan jenis serta harga yang diinginkan. Misalkan, pembeli akan melakukan pembelian obligasi ASII (Astra International) tahun 2002 dengan harga 105 atau harga premium. Biasanya nilai pari atau nominal adalah sebesar Rp 100.
Siapkan Dana
Membeli obligasai membutuhkan dana yang tidak sedikit. Satuan pembelian obligasi biasanya bernilai Rp 1 miliar, sehingga sulit bagi investor individu untuk dapat ikut berinvestasi dalam obligasi. Namum, ada juga yang menawarkan satuan bernilai Rp 50 juta atau Rp 100 juta.
Setelah amanat pembelian di ajukan, sebaiknya dana tersebut sudah dialokasikan. Jangan sampai Anda dikenakan penalty, karena keterlambatan dalam pembayaran. Selain itu, penempatan dana tunai yang serba mendadak mungkin bisa mengganggu kelancaran aliran arus kas keuangan Anda dan keluarga.
Penyelesaian Pembayaran Obligasi
Pembayaran dana pembelian obligasi dilakukan melalui transfer ke rekening perusahaan sekuritas tersebut. Setelah pembayaran selesai, maka Anda sebagai pembeli tinggal menunggu proses settlement atas transaksi tersebut. Obligasi yang telah Anda beli akan tercantum di dalam rekening perusahaan sekuritas yang tercatat di KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia).
Pemindahtanganan hak atas obliasi akan sangat mudah dilakukan secara elektronik, karena saat ini fisik obligasi tidak lagi berupa sertifikat, namun sudah scriptless (tahap warkat).
Administrasi pembukuan akan dilakukan oleh bank custodian perusahaan sekuritas. Untuk hal ini, tentunya bank bersangkutan akan memungut biaya tertentu.
Semoga ulasan singkat ini menambah informasi Anda yang berminat investasi di instrumen utang jangka panjang seperti obligasi. Selamat berinvestasi
Pengertian Obligasi
Posted On Fri, 15-Aug-2008
Obligasi adalah sejenis dengan notes yang timbul dari sebuah perjanjian kontrak dimana pemilik obligasi tersebut akan menerima pembayaran dari yang mengeluarkan obligasi tersebut pada suatu tanggal tertentu dengan sejumlah uang yang tertera dalam obligasi tersebut (face value) dan dikenakan tingkat bunga tertentu.
Pada dasarnya, ada 2 jenis obligasi yaitu obligasi perusahaan dan obligasi pemerintah. Obligasi perusahaan adalah obligasi yang penerbitnya perusahaan swasta. Obligasi diperdagangkan di bursa efek. Bagi investor, obligasi perusahaan merupakan salah satu alternative lahan investasi.
Kelebihan dari obligasi perusahaan swasta adalah bahwa ia berani menawarkan suku bunga yang tinggi, sebab obligasi ini juga harus bersaing dengan lahan investasi lain seperti saham yang lebih berpotensi memberikan penghasilan yang lebih tinggi. Namun demikian, perlu pula diwaspadai persyaratan yang tercantum dalam obligasi tersebut, apakah callability dijamin atau tidak, dan lain sebagainya.
Tahapan yang harus dilalui untuk mengeluarkan obligasi :
1. mendapat persetujuan dari security exchange commission
2. menetapkan tanggal jatuh tempo dan bunga yang ditawarkan
3. berhubungan dengan stockbroker untuk mencari pembeli
4. mengumumkan kepada masyarakat
5. stock broker akan menerima fee atas jasa yang diberikannya
Factor yang menentukan harga jual :
1. kondisi dari obligasi secara umum
2. resiko dari obligasi tersebut
3. keadaan ekonomi di masa yang akan datang
Keuntungan Obligasi :
Keuntungan pertama adalah memberikan pendapatan tetap (fixed income) berupa kupon. Hal ini merupakan ciri utama obligasi, di mana pemegang obligasi akan mendapatkan pendapatan bunga secara rutin selama waktu berlakunya obligasi. Bunga yang ditawarkan obligasi umumnya lebih tinggi daripada bunga yang diberikan deposito atau SBI. Keuntungan yang kedua adalah keuntungan atas penjualan obligasi (capital gain).
Di samping penghasilan berupa kupon, pemegang obligasi juga dapat memperjualbelikan obligasi yang dimilikinya. Karena itu, bila Anda menjual lebih tinggi dibandingkan dengan harga saat Anda membelinya, maka Anda sebagai pemegang obligasi memperoleh selisih yang disebut dengan capital gain.
Yield Obligasi
Posted On Fri, 15-Aug-2008
Current Yield
Current yield adalah yield yang dihitung berdasarkan jumlah kupon yang diterima selama satu tahun terhadap harga obligasi tersebut.
Current yield = (bunga tahunan/harga obligasi)
Contoh:
Jika obligasi PT XYZ memberikan kupon kepada pemegangnya sebesar 17% per tahun sedangkan harga obligasi tersebut adalah 98% untuk nilai nominal Rp 1.000.000.000, maka:
Current Yield = Rp 170.000.000
Rp 980.000.000
= 17.34%
Yield To Maturity
YTM adalah tingkat pengembalian yang akan didapatkan oleh investor obligasi jika investor tersebut memegang obligasi tersebut sampai waktu jatuh temponya.
YTM dapat dihitung menggunakan formula sebagai berikut :
Dengan :
I = besarnya kupon
NP = nilai pari
HP = harga pasar
N = waktu jatuh tempo
Contoh :
Tn A membeli obligasi dengan nilai pari $10000, dengan kupon $1000 jatuh tempo dalam waktu 10 tahun. Harga pasar saat itu adalah $9500.
Apa Itu Reksa Dana?
Posted On Wed, 30-Jan-2008
REKSADANA
1. Pengertian Reksadana
Ditinjau dari asal kata, reksa dana berasal dari kosa kata 'reksa' yang artinya 'jaga' atau 'pelihara' dan 'dana' yang berarti 'uang' atau 'kumpulan uang'. Jadi, reksa dana bisa diartikan sebagai 'kumpulan uang yang dipelihara bersama untuk suatu kepentingan'.
Mengacu pada Undang-undang Nomor 8 tahun 1995, reksa dana adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh Manajer Investasi.
2. Untuk apa membeli Reksa Dana ?
Membeli reksadana dapat diartikan juga seperti menabung. Bedanya adalah surat tanda menabung tidak dapat diperjualbelikan, sebaliknya reksadana bisa diperjualbelikan.
Unit penyertaan yang bisa dijual kembali kepada manajer investasi disebut reksa dana terbuka (open end). Kebalikannya adalah reksa dana tertutup (close end), yakni reksa dana yang hanya bisa dijual kepada investor lain melalui pasar sekunder. Sebagian besar reksa dana yang ada sekarang ini berbentuk reksa dana terbuka.
Reksa dana memiliki dua hal yang sulit dipenuhi oleh pemodal perorangan. Pertama, reksa dana membangun skala ekonomis dalam berinvestasi yaitu melalui penggabungan dana antara pemodal yang satu dengan pemodal yang lain sehingga terhimpun dana yang cukup besar. Kedua, menyediakan tenaga professional pengelola investasi efek secara kolektif.
3. Sejarah Reksa Dana
Awalnya, pada tahun 1822 reksa dana baru dikenal di Belgia dengan bentuk reksa dana tertutup(closed-end fund). Kemudian menyebar ke Inggris dan Skotlandia pada tahun 1860 dengan bentuk Unit Investment Trust. Dan mulai dikenal di Amerika Serikat pada tahun 1920. Tahun 1940, di Amerika Serikat dibuatlah Undang-Undang Reksa Dana yang dikenal dengan nama Investment Company Act 1940.
Di Indonesia sendiri, reksa dana baru dikenal pada tahun 1990, berdasarkan Kep Menkeu 1548 dengan bentuk reksa dana tertutup. Pada tahun 1995, berdasarkan UU No.8 tahun 1995 tentang Pasar Modal diperbolehkan Reksa Dana berbentuk Tertutup dan Terbuka dan berkembang pesat mulai 1996.
Sebagai sarana investasi, reksa dana diharapkan akan memudahkan masyarakat luas dalam berinvestasi di pasar modal. Reksa dana dibentuk oleh manajer investasi dan bank kustodian melalui akta kontrak investasi kolektif (KIK) yang dibuat notaris. Manajer investasi akan berperan sebagai pengelola dana investasi yang terkumpul dari sekian banyak investor untuk diinvestasikan ke dalam portofolio efek, seperti SBI, obligasi, dan saham.
Sementara, bank kustodian akan berperan dalam penyimpanan dana atau portofolio milik investor serta melakukan penyelesaian transaksi dan administrasi reksa dana.
Reksa dana merupakan sarana investasi bagi investor untuk dapat berinvestasi ke berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar. Melalui reksa dana, investor sudah tidak perlu repot mengelola portofolio investasinya sendiri.
4. Keuntungan Memiliki Reksa Dana
• Pengelolaan secara profesional
Reksa dana dikelola oleh para profesional pasar modal yang memiliki akses pada informasi dan pedagangan efek, sehingga selalu dapat meneliti berbagai peluang investasi terbaik bagi para nasabahnya.
• Pembagian risiko/minimalisasi risiko.
Pola pembagian risiko ini biasa disebut "diversifikasi". Pada diversifikasi, dana investasi Anda ditempatkan pada beberapa macam instrumen investasi di pasar modal. Dengan demikian risiko kerugian investasi secara keseluruhan akan lebih kecil.
• Kemudahan pencairan.
Investasi reksa dana mudah untuk diuangkan kembali serta efisien karena Anda dapat menjual kembali kepada pengelola investasi.
• Kemudahan investasi.
Berinvestasi di reksa dana relatif mudah karena selain prosesnya mudah, Anda diberikan beberapa pilihan investasi, dengan strategi yang sesuai dengan risiko dan keuntungan yang diharapkan.
• Keleluasaan investasi.
Dalam reksa dana Anda leluasa untuk memilih suatu jenis investasi dan leluasa pula untuk pindah ke jenis lainnya sesuai dengan tujuan investasi Anda.
• Keringanan biaya.
Investasi melalui reksa dana relatif lebih ringan biayanya dibandingkan bila Anda melakukannya sendiri. Hal ini disebabkan karena pengelola investasi menghimpun dana dalam skala besar sehingga dapat mengalokasikannya secara ekonomis.
• Keringanan pajak.
Hasil keuntungan dan hasil penjualan kembali reksa dana tidak dikenai pajak sehingga Anda mendapatkan keuntungan yang bersih.
5. Jenis-jenis Reksa Dana
• Reksa Dana Pasar Uang
Reksa dana yang investasinya ditanam pada efek bersifat hutang dengan jatuh tempo yang kurang dari satu tahun.
• Reksa Dana Pendapatan Tetap
Reksa dana yang sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelola (aktivanya) dalam bentuk efek bersifat hutang.
• Reksa Dana Saham
Reksa dana yang sekurang-kurangnya 80% dari dana yang dikelolanya diinvestasikan dalam efek bersifat ekuitas.
• Reksa Dana Campuran
Reksa dana yang mempunyai perbandingan target aset alokasi pada efek saham dan pendapatan tetap yang tidak dapat dikategorikan ke dalam ketiga reksa dana lainnya
6. Bagaimana Memilih Reksa Dana?
a. Pahami tujuan investasi Anda. Dalam pengertian apa yang ingin Anda lakukan dari dana hasil investasi tersebut? Apakah anda ingin membiayai kuliah anak anda, atau anda ingin membeli rumah. Ataukah anda mempunyai rencana masa depan untuk memenuhi kebutuhan anda, sehingga anda berinvestasi?
b. Kenali profil risiko Anda. Apakah risiko menjadi salah satu pertimbangan Anda dalam berinvestasi. Kita ambil contoh, seorang investor berinvestasi di pasar saham, risiko yang diambil akan lebih besar dari risiko berinvestasi di pasar obligasi (surat berharga). Jika sebagai investor Anda tidak dapat menerima naik turunnya harga saham dan dapat mengakibatkan emosi, maka disarankan untuk memilih jenis reksa dana yang konservatif.
c. Pelajari alternatif investasi yang tersedia.
d. Pahami risiko yang berkaitan dengan tiap alternatif investasi.
e. Tentukan batas investasi sesuai dengan kemampuan finansial. Apabila tujuan investasi anda jangka panjang, seperti mempersiapkan kebutuhan pensiun, biaya anak kuliah atau meningkatkan nilai kekayaan, maka reksa dana yang tepat untuk anda adalah reksa dana jenis pertumbuhan atau pendapatan. Kalau tujuan investasi Anda untuk memperoleh pendapatan yang tetap selama menjalani masa pensiun, dengan kata lain harus memperoleh penghasilan secara kontinyu, maka reksa dana yang tepat adalah yang menempatkan dananya di obligasi (konservatif) atau pertumbuhan dan pendapatan (kalau Anda tergolong agresif). Sedangkan kalau dana yang Anda hendak investasikan itu sewaktu-waktu diperlukan kembali maka Anda cocok memilih pasar uang atau obligasi jangka pendek
f. Tentukan strategi investasi anda. Dalam menentukan pilihan Anda terhadap suatu produk reksa dana, kami sarankan Anda melihat dan membaca prospektus dari produk reksa dana yang tersedia. Adapun poin-poin yang harus diperhatikan dalam memperhatikan prospektus masing-masing reksa dana tersebut yaitu:
g. Portofolio dari produk reksa dana tersebut saham/obligasi/instrumen pasar uang apa saja yang ada didalamnya dan bagaimana dengan bobot mereka masing-masing).
h. Kinerja yang dihasilkan pada masa yang lalu.
i. Pandangan manajer investasi ke masa depan tentang ekonomi makro, mata uang, serta industry trend dari saham yang ada dalam portofolio.
j. Prestasi masa lalu relatif terhadap saingan sejenis dan pasar secara keseluruhan (indeks).
k. Biaya transaksi yang meliputi management fee, sales dan redemption fees.
l. Manfaatkan jasa profesional.
m. Pertahankan tujuan Anda (jangan terpengaruh fluktuasi sesaat).
Jenis-Jenis Reksa Dana
Posted On Wed, 30-Jan-2008
1. Jenis-Jenis Reksa Dana
Tabel diatas merupakan gambaran secara umum, hal yang terpenting adalah menetapkan tujuan dan jangka waktu anda sebelum memilih suatu reksa dana.
Perlu diingat bahwa tidak semua reksa dana saham mempunyai risiko dan return yang lebih besar dibanding reksa dana campuran, begitu juga untuk jenis reksa dana lainnya.
Selain jenis-jenis reksa dana diatas, masih ada jenis reksa dana lainnya seperti reksa dana indeks dan ETF.
2. Apa itu Reksa Dana Pasar Uang?
Reksa dana Pasar Uang merupakan reksa dana yang mayoritas alokasi investasinya pada efek pasar uang, seperti SBI (Surat Bank Indonesia), surat utang berjangka kurang dari satu tahun, deposito berjangka dan tabungan.
3. Apa itu Reksa Dana Terproteksi?
Reksa dana terproteksi merupakan reksa dana yang waktu pembeliannya ditentukan oleh MI yang menerbitkan dan penjualan hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu. Jika melakukan penjualan sebelum jangka waktu yang telah ditentukan maka akan dikenakan pinalty yang cukup besar.
4. Apa itu Reksa Dana Pendapatan Tetap?
Reksa dana yang alokasi investasinya minimal 80% pada efek pendapatan tetap, seperti surat utang (baik surat utang negara/SUN maupun surat utang perusahaan) berjangka lebih dari 1 tahun.
5. Apa itu Reksa Dana Campuran?
Reksa dana yang alokasinya merupakan kombinasi antara efek ekuitas (saham) dan efek hutang (obligasi) dimana masing-masing efek tidak ada yang melebihi 80%.
6. Apa itu Reksa Dana Saham?
Reksa dana yang alokasi investasinya minimal 80% dari portofolio ke efek ekuitas(saham).
7. Apa itu Reksa Dana Indeks?
Reksa dana indeks merupakan reksa dana yang komposisi portofolionya disusun menyerupai suatu indeks tertentu sehingga return yang diberikan akan setara dengan indeks yang diikutinya.
8. Apa yang Dimaksud dengan Reksa Dana Jenis ETF (Exchange Traded Fund)?
ETF merupakan reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di bursa seperti halnya saham, dan kinerjanya mengacu pada indeks tertentu, dapat berupa indeks saham atau indeks obligasi. Para investor pemegang unit ETF dapat dengan mudah bertransaksi unitnya di bursa setiap saat selama jam perdagangan.
Salah satu contoh reksa dana ETF adalah LQ-45. Meskipun harga ETF bisa langsung dapat diketahui saat dibeli dan pembeliannya dilakukan pada saat bursa (tidak melalui MI) tetapi bukan berarti ETF itu saham, ETF berbeda dengan saham, ETF ini memiliki prinsip diversifikasi yang sama dengan reksa dana.
9. Berapa Banyak Produk Reksa Dana yang ada?
Produk reksa dana yang ada di Indonesia sampai dengan akhir tahun 2007 ada 446 reksa dana. Sedangkan reksa dana yang terbit pada tahun 2007 sendiri ada 100 reksa dana.
Langganan:
Postingan (Atom)